Traktir kopi Trianto Adi

Traktir kopi Trianto Adi

‏Perjalanan Menjadi Trader Sukses [Sharing


Pengalaman]

Menjadi seorang Trader sukses yang bisa profit konsisten adalah impian semua pemula yang baru belajar trading. Membayangkan indahnya uang mengalir dari hasil trading, work fro‌m anywhere, membeli barang-barang yang disukai dari hasil trading, dan imajinasi fantastis lainnya.

Seiring berjalannya waktu, kita mulai realistis, dan menyadari bahwa ternyata trading itu sulit. Saya sedang membahas semua jenis trading baik itu saham, forex, kripto, atau jenis trading lain. Namun saya tidak sedang membahas seperti binary option, judol, atau nft, yang lebih mengandalkan keberuntungan dan condong ke arah judi.

Puji syukur Alhamdulillah saya ucapkan, saya sudah menekuni trading forex dan masih bertahan hingga saat ini. Saya paham dan tahu betul bagaimana naik turunnya perjalanan psikologi dari trader pemula, sampai trader kawakan.

Dari mulai menganggap trading adalah jalan untuk merubah hidup menjadi lebih baik, sampai menganggap trading adalah manipulasi cukong, yang mana kita sebagai retail tidak akan pernah menang.

Sudah banyak asam dan garam yang saya lewati selama menekuti dunia trading, mulai dari pengalaman senang dan pengalaman sedih.

Mulai dari loss ratusan juta rupiah, kuliah maupun pekerjaan berantakan karena sibuk belajar trading, dimusuhi sama orang tua sendiri, bahkan dikira pakai narkoba gara-gara suka mendekam sendirian di kamar.

Karir hancur bahkan dinilai bos sebagai karyawan yang tidak produktif dan membebani tim.
Dijauhi teman, dijauhi kekasih, dibilang aneh sama teman bahkan sama keluarga. Dibilang halu, goblok, bodoh, dan tolol sudah biasa saya dengar.

Setelah saya pikir-pikir, ada benarnya juga anggapan orang itu, karena dunia rasanya kiamat dan hancur saat itu, bagaimana tidak, debt collector selalu mengintai dan menteror rasanya kemanapun saya pergi.

SEMUANYA HANCUR

Baca Juga Artikel :

Sharing Pengalaman Trading Crypto : Portofolio Tumbuh 1000x

Menelusuri Perjalanan Trader Dari Awal [Sharing Pengalaman]

Jika dirunut dari awal, sebenarnya ilmu yang saya pelajari dari forex sudah sangat banyak. Bahkan mungkin lebih banyak dari mentor manapun yang saya tahu. Berbagai kursus gratis maupun berbayar puluhan juta sudah saya pelajari.

Berbagai ebook dan buku, baik itu berbahasa Indonesia maupun Inggris sudah saya telan dan saya baca siang dan malam. Jadi, kalau ditanya tentang ilmu di dunia trading forex saya sudah sangat ‘PD’ sekali.

Tapi kalau ditanya tentang apakah sudah profit konsisten saat itu ? Dan apa saja yang sudah dibeli dari hasil trading saat itu ? Saya langsung lari terbirit-birit karena tidak bisa manjawab…

Puluhan bahkan mungkin ratusan teknik analisa trading sudah saya pelajari, ratusan indikator baik yang garis, titik, histogram, sampai indikator custom yang dijual mentor bangsat sudah saya beli dan pelajari.

Semua forum forex mulai dari facebook, twitter (x), discord, telegram, WA, dll sepertinya semuanya sudah saya masukin dan jelajahi. Semua indikator sepertinya sudah pernah saya telan seperti : Moving average, elliot wave, ichimoku, ATR, ROC, TDI, Alligator, Parabolic SAR, ADX, momentum, MACD, RSI, Bollinger Band, dan masih banyak lagi yang belum saya sebutkan.

Dan bahkan teknik analisa trading tanpa indikator pun sudah banyak yang saya pelajari seperti : Trend following, Supply Demand, Manipulation Zone, Head and Shoulder, Candlestick Pattern, Tarik garis sana sini, Compression, QML Level, Quasimodo, Flag Pattern, Naked Trading, Price Action, dan masih banyak teknik lain yang namanya aneh-aneh tapi intinya kalau ngga narik garis ya gambar kotak-kotak.

Berbagai jenis dan macam mentor berbayar dari mulai awal 2010 – 2020 an akhir pun mungkin hampir semua sudah saya ikuti. Mulai dari mentor indonesia, malaysia, singapore, eropa, bahkan sampai mentor Rusia.

Rak buku khusus pun saya susun, yang semuanya berisi tentang trading dan investasi. File komputer berisi video gratis maupun berbayar saya simpan, ebook, indikator, robot EA, dll tersimpan rapi di PC, walaupun mungkin banyak juga yang hilang.

Sebuah Keyakinan Awal

Semua perjalanan panjang itu, pada akhirnya membawa saya pada suatu keyakinan dasar, sebuah mindset, sebuah filosofi, bahwa trading bukan hanya tentang mencari cuan. Tetapi lebih kepada mencari jati diri yang sesungguhnya.Bagaimana tidak, semua perjalanan pahit, manis, asem, itu telah memberi banyak pelajaran.

Bagaimana mengatur diri ketika emosi meledak-ledak. Ketika senang kegirangan karena profit, atau ketika sedih, murung, terpuruk, karena modal habis setelah loss. Semua kejadian naik turun bak roller coaster yang saya alami itu, akhirnya menjadikan saya lebih tenang dan clear dalam melihat dunia.

Saya tahu, caranya tetap tersenyum ketika loss, saya tahu caranya tidak terlalu senang bahkan lempeng aja saat profit besar. Bagaimana cara mengendalikan emosi, bagaimana cara mengendalikan frustasi setelah loss beruntun.

Karena toh, sekarang akhirnya saya sadar. Bahwa kesedihan dan kegembiraan dalam trading sifatnya hanya sementara, tidak ada yang abadi. Sebagaimana kita menjalani kehidupan ini.

Saya ingat betul ketika belum setenang sekarang, saat profit rasanya seperti orang paling ahli dunia, pintu surga seakan terbuka. Tapi sebaliknya, saat loss seakan malaikat Izrail sedang menodongkan pedang dan siap untuk menebas leher saya, seakan kematian sudah sangat dekat.

Ya udah lah ya, itu dulu, dan saya pun kadang ketawa sendiri kalau ingat hal itu. Tujuan saya di sini juga bukan mau curhat ngalor-ngidul tapi hanya mau berbagi pengalaman yang mungkin bermanfaat.

Memang benar kata orang, trading forex itu bukan untuk semua orang, 90% orang gagal di bisnis ini karena memang sesulit itu. Bayangin aja, gimana caranya tetap tersenyum saat loss ? Gimana caranya tetap lempeng saat profit ?

Cuma orang gila, dan setengah psikopat mungkin, yang cocok sama bisnis seperti ini…

Karena memang faktanya, hal itulah yang paling sulit, yaitu mengontrol psikologi, pikiran, mindset, atau apalah namanya itu…

Bukan tentang teknik, analisa, sinyal, apalagi indikator…

Kenapa sulit ? Karena ini menentang naluri kita sebagai manusia normal. Sedih saat kehilangan sesuatu / uang, wajar kan ? Senang ketika mendapatkan uang, normal kan ?

Tapi menjadi normal tidak akan membuatmu sukses di dunia trading, percayalah…

Dunia trading membutuhkan orang-orang yang sedikit gila dan bisa berpikir berlawanan dari orang-orang normal.

Karena kita tidak menghasilkan uang dalam trading, melainkan memindahkan uang dari orang yang loss ke orang yang profit. Trading adalah sabana liar yang dipenuhi kawanan zebra sebagai mangsa, dan sedikit kawanan singa sebagai mangsa.

Trading adalah pertempuran, bukan group arisan, atau tongkrongan yang asik.

Trading adalah tentang memangsa dan dimangsa. Kalau kita ingin menjadi pemangsa, kita harus berfikir seperti Singa, hehehe….

Setelah menjalani semua pengalaman pahit dan manis, dalam dunia trading. Bukan cuma menjalani tapi belajar dan mendalami. Akhirnya saat ini saya bisa mengucap syukur Alhamdulillah bahwa pengalaman itu semua membawa saya pada titik ini.

Titik di mana saat ini saya bisa merasakan profit konsisten yang dulu saya idam-idamkan. Walaupun masih tetap mengalami loss, tapi hasil akhir tetap cuan, itu yang penting kan ?

Trading mengubah seluruh pandangan saya, bukan hanya tentang trading dan investasi, tetapi tentang hidup secara keseluruhan. Bahkan mengubah dan memperbaiki pandangan saya terhadap bisnis lain di luar trading.

Hampir seluruh lini kehidupan saya berubah, karena mempelajari dan mendalami filosofi dalam trading, dan saya bersyukur akan hal itu.

Begitu berpengaruhnya trading dalam hidup saya, trading sudah menghancurkan saya, remuk, sehancur-hancurnya. Tapi trading juga yang sudah membuat saya bangkit dari keterpurukan ekonomi dan mental.

Maka dari itu saya pun sudah bisa dengan bangga berkata bahwa “I am a Forex Trader”. Saya tidak mengklaim diri saya sebagai mentor atau bahkan master seperti para pengeruk uang para newbie di luar sana.

Saya hanya membagikan kisah sedih dan senang yang saya alami. Dan harapan saya tidak ada yang akan mengalami kesedihan seperti yang saya alami kala itu. Dan bahkan, lebih banyak orang yang bisa mengalami rasa senang seperti yang saya alami saat ini, cuma itu.

Level 1 : Mulailah Dengan Modal Kecil

Filosofi Dasar

Pertama, Forex itu benda mati. Dia ngga kenal siapa kamu ! Mau kamu anak Presiden, anak mentri, Bill Gates, Elon Musk, Warrent Buffet, anak DPR, anak Koruptor, sampai tukang bakso, debt collector, kuli bangunan, bahkan kamu Spiderman sampai Thanos pun, Forex ngga mau peduli siapa kamu !

Forex ngga akan memeluk kamu dan memohon ke kamu, saat kamu mau lompat dari gedung karena udah ngga kuat menanggung loss berkali-kali, MC, sampai meninggalkan tumpukan utang !

Forex ngga akan mendengarkan keluh kesahmu, tangismu, depresimu, stresmu selama menjalani trading.

Mulailah dengan modal $1 pada trading forex

Mulailah dengan modal $1 pada trading forex

Forex ngga akan melayat ke kuburanmu saat kamu mati, Forex ngga akan melihat jenazah kamu dan ngasih amplop + bunga sebagai tanda belasungkawa saat kamu mati karena trading Forex.

Forex ngga peduli semua drama itu, cam kan itu Trader TOLOL !!!

Semua Sama Di Mata Forex

Forex itu udah kayak Dewa / Tuhan aja (Walaupun agak lebay…). Dia ngga memandang kamu dari berapa balance yang kamu miliki, dia ngga memandang berapa hartamu, uangmu, suku, ras, agama, dan negaramu.

Forex itu kayak punya Universe-nya sendiri. Ketika kamu sudah masuk di dunia Forex, kamu harus tunduk dan patuh dengan aturan yang Dia terapkan. Semua aturan dan hukum ada di tangan Forex.

Mau harga naik itu semau Dia, mau nurunin harga itu juga semau Dia. Jangankan kamu yang Trader retail, Hedge fund besar pun saling bersaing dan berperang. Hedge fund besar akan dimangsa oleh hedge fund yang lebih besar.

Kita para retail Trader ini, ibarat herbivora, yang siap dimangsa dan diperebutkan para predator, entah itu singa, heyna, harimau, buaya, atau cheetah.

DEWA FOREX

Semua tunduk pada aturan yang dibuat Forex.

Jadi, dunia Forex itu kejam Coy…

Jika Forex itu adalah makhluk Tuhan, maka Forex adalah makhluk tuhan paling ngga ngotak dan egois di dunia.

Forex lebih sadis dari Adolf Hitler, Putin, Stalin, Kaisar Hirohito, bahkan Fir’aun sekalipun. Forex jauh lebih diktaktor, sombong, kejam, sadis, dari semua diktaktor terkejam di dunia sekalipun hehehe…

Tapi, Forex juga punya sisi lain, dan di situlah letak gaje dan bangsatnya forex dalam memanipulasi psikologi kita.

Forex memang sombong, tapi dia adil. Dia ngga memandang siapa kamu, seberapa kaya kamu, anak siapa kamu. Kalau memang kamu profit ya profit, kalau memang kamu loss ya memang kamunya yang tolol, dan memang itu saatnya loss.

Forex memang kejam, tapi dia dermawan pada orang yang disukai. Siapa orang yang Dia sukai ? Yaitu orang yang mau mengikuti aturan yang sudah Dia buat. Dia yang ngga kepancing emosi, trading dengan sabar, konsisten.

Aneh kan sifat Forex ?

Mulailah Dengan Modal Kecil

Level 1 disini maksudnya adalah mulailah dengan modal kecil.

Loh kan saya punya uang pak ?
Forex ngga peduli !!!

Forex ngga akan memandang kamu istimewa sekalipun kamu deposit $1 juta atau bahkan $1 Miliar sekalipun. Kalau analisamu benar ya profit, kalau salah ya loss.

Sebaliknya, Forex juga ngga akan memandang rendah kamu, sekalipun kamu cuma deposit $100, $10, atau bahkan $1 sekalipun.

Emangnya dengan kamu deposit $10rb misal, forex akan menganggap kamu istimewa ? Terus hasil analisamu jadi profit semua gitu ?

Yang ada broker mu mungkin akan sangat senang, karena ada klien baru dengan deposit yang besar, dan broker akan mulai membujukmu untuk menggunakan lot besar, dengan iming-iming free analisa harian. Hasilnya ? Ya kamu akan cepat MC…hehehe

Forex ngga akan menghina kamu, mengejek, atau ngecengin kamu hanya karena kamu deposit $10 atau buka akun cent.

Mereka yang mulai trading dengan $100rb, tidak lebih baik dari mereka yang memulai dengan $1 atau $10.

Konsep sederhanya sebenarnya kan gampang, kalau kamu bisa menggandakan $1 menjadi $2 atau $10 menjadi $20 dalam hitungan bulan. Kamu saya nyatakan lulus di Level 1 dalam memahami dunia Trading Forex.

Logikanya gini, kalau kamu menggandakan $10 jadi $20 aja ngga bisa, kenapa kamu PD dan yakin bahkan modal $10rb akan menghasilkan sesuatu yang beda ?

Sampai sini paham ?

Level 1 adalah tentang menurunkan ego, menyingkirkan kesombongan. Menganggap diri ini pintar, cerdas, dan bisa membaca market. Preeeettt….

Forex akan menamparmu dengan keras, sebagaimana Dia menampar orang-orang lain yang hidupnya sudah hancur sebelum kamu.

Deposit $10 ? Akun cent ? Ahh kecil banget, ngga menantang…

Ya terserah…

Tapi, sepengetahuanku, mungkin bisa salah. Tak ada cara lebih baik dibandingkan itu. Mantengin chart tiap hari, belajar, baca buku, analisa, coret sana coret sini, tapi di balance cuman tradingin uang $10 ?

Berminggu-minggu berlalu, berbulan-bulan berlalu, menahan sabar, ego, serakah, tanpa profit berarti, orang yang bisa seperti itu pasti memiliki tingkat kesarabaran dan pengendalian emosi di atas rata-rata. Setuju ?

Dan kita tahu, bahwa orang-orang seperti itulah yang diinginkan Forex…!

Prinsip #1 Yang Tidak Boleh Dilanggar

Jika prinsip #1 tentang “Mulailah dengan modal kecil” ini kalian langgar, bersiap-siaplah menjadi newbie sampai tua bangka. Ngaku lama trading, tapi ngga profit-profit. Tiap hari cuma mantau group facebook ini dan itu.

Menjadi gelandangan di Universe Forex, itulah yang akan kalian dapatkan.

Kecil amat, kapan kaya nya ?

Forex adalah bisnis High Risk dan High Return. Kebanyakan orang hanya melihat High Return nya tanpa melihat adalah “High Risk” yaitu resiko yang besar.

Forex adalah bisnis yang kejam. Dan saya tahu betul banyak orang yang saya kenal hidupnya hancur bahkan sampai bunuh diri gara-gara trading Forex.

Untungnya Jadi Trader Retail

Kita sebagai trader retail sebenarnya memiliki keuntungan lebih dibanding jika kita harus mengelola Hedge Fund besar. Anda bukanlah George Soros, yang ketika mau open posisi sell atau buy harus memperhatikan yang namanya “Likuiditas”.

Jika kamu mau open buy $1 Triliun, mau harus ada orang lain juga yang open sell $1 Triliun di luar sana. Itulah sebabnya banyak Hedge Fund besar kalau membukan posisi pasti tidak pada 1 harga, tetapi di beberapa level harga, untuk mencari “Likuditas”.

Forex jika diibaratkan sebuah sungai uang. Dia ibarat sungai Amazon yang ukuran lebar maupun panjangnya sangat besar, juga arusnya sangat besar.

Para hedge fung raksasa menggunaka pompa air canggih dengan debit air ribuan liter / detiknya untuk mengeruk keuntungan. Sementara kita sebagai trader retail paling cuma mengambil 1 gelas air untuk hidup.

Mentok-mentok kita paling ngambil 1 ember untuk stock hidup beberapa minggu ke depan.

Kita trader retail, ibarat mengais remah-remah sisa makan para hedge fund besar. Dan remah-remah itu mungkin bisa menghidupi kita selama 1 tahun lebih.

Itu adalah remah-remah raksasa, yang bisa menghidupi kita bertahun-tahun ke depan.

Dan itu adalah konsep ekonomi yang berlaku di dunia manapun.

Kita orang miskin dan kelas menengah hanyalah bekerja untuk menghasilkan uang yang bahkan jika dikumpulkan bertahun-tahun, tidak akan lebih besar dari remah-remah para raksasa ekonomi di luar sana.

Memang pahit, tapi itu adalah fakta…

Jika kalian mampu mengubah $10 menjadi $50 atau bahkan $100 dalam 1 tahun, pasti kalian akan biasa saja. Yah…cuman untuk $90 buat beli PC spec gaming juga masih kurang.

Jika kalian mampu mengubah $10rb menjadi $100rb dalam 1 tahun. Maka kalian akan mendapatkan $90rb (1 Miliar lebih). Mau beli rumah pun, tiap tahun kalian sudah bisa…

Tapi sayangnya, diluar sana masih banyak newbie yang maunya mengubah $10 menjadi $100 dalam HITUNGAN BULAN !

Kalau ada orang yang bisa dan konsisten, beritahu saya karena saya mau belajar !!
Bahkan George Soros pun mungkin mau belajar sama orang itu !

Tapi jika kalian ingin menggandakan dana kalian dalam setahun menjadi 2x, 3x, 5x, atau bahkan 10x. Banyak orang diluar sana yang bisa, dan saya pun mungkin bisa membantu.

Jadi, ini adalah mindset dasar sebelum terjun di kejamnya dunia Forex. Yaitu bagaimana kita bisa menurunkan ego.

Menurunkan ego dan kesombongan paling efektif, caranya adalah dengan “Mulailah Dari Modal Kecil”

Prinsip #2 : Gunakan Margin 1-2 % Per Transaksi-

1% Orang menguasai kekayaan 99% yang ada di dunia. Sebaliknya 99% orang di dunia hanya memperbutkan 1% total kekayaan yang ada di seluruh dunia. Miris tapi fakta.

Kedua kelompok orang tersebut, yaitu 1% dan 99% memiliki pola pikir dan gaya hidup yang berbeda.

99% orang di dunia akan selalu menganggap orang 1% itu kejam, bengis, pelit, ga mau bagi-bagi harta, dll.

Tapi bagi orang yang berada di level 1%, mereka sendiri bahkan mungkin tidak sadar seberapa kaya mereka, karena kebanyakan dari mereka adalah OLD MONEY, yang kekayaannya sudah diturunkan dari kakek-nenek buyut mereka, dan terus bertambah dari generasi ke generasi.

Tentu kedua kelompok ini akan sangat kontras dalam melihat dunia. Yang 99% mungkin akan menganggap dunia ini sebagai ajang kompetisi, perang, saling memangsa, dan mempertahankan hidup.

Sementara bagi mereka kaum 1% menganggap dunia ini seperti surga, tanpa beban, dan ambisi.

Anehnya, ada teori yang mengatakan, kalaupun seluruh kekayaan di dunia, dibagikan rata kepada setiap individu,

Dalam beberapa tahun saja, komposisi kekayaan dunia akan kembali ke setelan seperti semua. Yaitu 99% harta kekayaan hanya akan dimiliki oleh 1% orang di dunia. Dan 1% sisa kekayaan akan diperebutkan oleh 99% orang.

Karena begitulah sistem kapitalisme bekerja…

Lahirnya bisnis trading Forex adalah hasil anak kandung dari kapitalisme dan globalisasi modern.

Sebagaimana ekonomi dunia, Forex pun hanya dikuasai 1% orang terkaya di dunia.

Tapi bagaimanapun, kita patut bersyukur. Di era teknologi modern ini kita bisa mengakses pasar Forex hanya dari genggaman Smartphone atau PC.

Yang jadi persoalan adalah, jangan sampai kita malah menjadi mangsa kaum 1% terkaya, dan malah bankrut dalam trading Forex.

Jika kita bisa memiliki mindset seperti 1% orang terkaya, maka kita bisa mendapatkan sedikit remahan keuntungan (profit) dari kaum orang terkaya tersebut.

Kalau kamu ingin cepat kaya dari trading forex, maka sebaiknya kamu mundur dari sekarang sebelum menyesal.

Mending kamu jadi Koruptor aja lah, udah enak dapet 271 Triliun, cuman dipenjara 6,5 tahun, itupun dapat remisi…hehehe

Jika kamu ingin cara kaya yang halal dan bermartabat, forex ini cocok untukmu, syaratnya harus sabar dalam belajar.

Anehnya manusia, baru belajar beberapa bulan trading mau langsung cepat kaya dan menghasilkan income bulanan.

Padahal kalau kuliah kedokteran, hukum, sipil, teknik , dan sebagainya, butuh waktu minimal 4 tahun, bahkan kalau lanjut S2 bisa 6-7 tahun. Tanpa income, tanpa penghasilan, tanpa profit, yang ada malah bayar uang semesteran, dan uang buat bikit tugas-tugas.

Tapi kenapa mindset di perkuliahan tidak diterapkan di dunia Forex ?

Jawabannya karena orang ingin cepat kaya…

Ibarat baru sekolah kedokteran, kamu mau buka praktek dan mau ngebedah dada pasien ?? Kan TOLOL namanya…hehehe

Gunakan Margin 1-2 % Per Transaksi

Kembali ke laptop…

Apakah wajib menggunakan margin 1-2% Per Transaksi ?

Jawabannya, tidak jika kalian sudah ahli

Ada Pepatah anonim berkata : “First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”

Artinya, jika kamu masih pemula, jangan sok-sok an, hehe

Jika kamu masih pemula, cobalah trading dengan menaati aturan yang kamu buat sendiri. Margin 1-2% per transaksi memang kebanyakan bagus untuk pemula.

Tapi jika kamu merasa 5% atau bahkan 10% per transaksi lebih baik, silakan, dan kamu harus patuh pada aturan itu. Itu kata kuncinya.

Ini penting, karena banyak trader pemula yang sangat menyepelekannya.

Ibarat kamu baru belajar membaca, ya belajarlah mengeja dulu. Jika kamu baru belajar bahasa asing, belajarlah grammar nya dulu.

Baru lah jika kamu merasa sudah cukup ahli, kamu bisa memodifikasi teknik belajar sesukamu selama itu cocok. Karena kamu sudah punya ilmu dasar yang cukup kuat, yaitu “Pengendalian Diri”.

Jika kamu tidak mau pusing mikirin berapa margin yang tepat , gunakan saja margin 1-2% per transaksi, kebanyakan itu cocok untuk semua orang.

Apa maksudnya margin 1% ?

Margin 1% maksudnya adalah untuk mendapatkan profit 1% dari balance, kamu membutuhkan profit 100 pips.

Itu artinya jika modalmu $1000, setiap trading kamu harus menggunakan lot 0.01. Begitu juga dengan kelipatannya, misal modalmu $10.000, maka lot yang kamu gunakan tiap transaksi adalah 0.1.

Tapi itu berlaku jika SL dan TP mu sama yaitu 100 pips. Jika SL mu adalah 50 pips, maka jika balance mu $1000 lot yang kamu gunakan adalah 0.02.

Intinya yang ingin saya tekankan adalah setiap kali kamu rugi, pastikan bahwa itu tidak lebih besar dari 1% jumlah balance yang kamu miliki.

Perhitungannya mungkin akan sedikit berbeda pada pair di luar XXX/USD, tapi aturan itu masih tetap bisa diterapkan dengan sedikit toleransi.

Jika kalian ingin akurasi yang lebih tepat, bisa menggunakan calculator trading yang banyak tersebar di internet contohnya :

CALCULATOR TRADING

Apa Yang Terjadi Jika Prinsip Ini Dilanggar ?

Kalian akan terjebak dalam lingakaran setan pembelajaran pemula yang tidak ada habisnya. Pembelajaran kalian akan dipenuhi emosi karena seringnya mengalami MC (Margin Call).

Akhirnya kalian bilang “Teknik ini kayaknya kurang bagus deh !” Lalu kalian ganti teknik lagi.

Karena tidak pakai aturan batas margin yang jelas hal yang sama terulah lagi “Kayaknya teknik ini ga cocok buat aku !”

Hal yang sama terulang, terulang , dan terus terulang, sampai kalian berkata “Jancuk ! ternyata trading forex itu SCAM ! Ngga ada orang yang bisa profit konsisten di bisnis ini, kalau ada yang bilang bisa, itu pasti PENIPU !”

Lalu beberapa tahun berlalu, kalian mulai sedikit lebih tenang, dan tertarik untuk belajar forex lebih dalam. Dan akhirnya kalian menyadari “Ternyata aku yang GOBLOK, ngga bisa menahan emosi, malah nyalahin market Forex”

Saya berani jamin, siapapun Trader yang di awal dia belajar tidak menerapkan prinsip pembatasan kerugian seperti ini, dia akan mengalami lingkaran setan seperti yang saya ceritakan di atas.

Mereka yang di awal belajar Trading sudah menerapkan teknik ini berbulan-bulan sampai bertahun-tahun, sampai bosan, nek, dan pingin muntah, pasti sekarang sudah merasakan manfaatnya.

Entah dia masih menerapkannya atau tidak, itu bukan masalah, karena bagi mereka yang sudah ahli, pintu improvisasi dibuka selebar-lebarnya.

Apa Manfaat Yang Paling Dirasakan ?

Ketika kamu menerapkan aturan batas margin 1-2% per transaksi, kamu akan lebih baik dalam hal drawdown. Dan bisa dibilang MC menjadi hal yang sangat sulit terjadi.

Apa itu drawdown ? Sebagai Trader aku sangat benci dengan drawdown

I hate drawdown…

Ilustrasi drawdown yang harus dihindari jika trading forex

Ilustrasi drawdown yang harus dihindari jika trading forex

Gampangnya, drawdown dalam trading forex itu istilah buat ngukur seberapa besar kerugian yang pernah kamu alami dari puncak saldo (balance) akun trading kamu sampai ke titik terendahnya, sebelum akhirnya naik lagi.

Biasanya, drawdown dihitung dalam persentase dari saldo awal atau equity kamu. Ada juga istilah Maximum Drawdown (MDD), yaitu drawdown terparah yang pernah terjadi sepanjang sejarah akun trading kamu. Semakin besar drawdown, berarti semakin besar risiko yang kamu hadapi, dan ini bisa jadi indikator kalau strategi trading kamu terlalu agresif atau nggak cocok dengan modal kamu.

Kenapa Penting?

Manajemen Risiko: Drawdown bantu kamu ngukur seberapa tahan akun kamu kalau terjadi kerugian beruntun.

Psikologi Trading: Kalau drawdown terlalu besar, bisa bikin mental drop dan malah bikin keputusan trading jadi kacau.

Evaluasi Strategi: Kalau strategi trading sering bikin drawdown besar, mungkin itu sinyal buat ngecek ulang atau revisi strateginya.
Singkatnya, drawdown itu semacam “alarm” buat ngecek kesehatan akun trading kamu. Jangan cuma fokus ke profit, tapi pastiin juga drawdown kamu tetap terkendali, biar akun kamu nggak cepet jebol!

Sebuah Intermezzo : Perjalanan Trader Newbie Yang Penuh Lika-liku [Sharing Pengalaman]

Sebelum kita lanjut ke Prinsip #3 dan seterusnya. Kita mau rehat sejenak, kalian bisa ambil secangkir kopi dan sebatang udut sambil membaca curhatan trader newbie yang akan saya berikan ini.

Mindset lebih penting dari teknik apapun di dunia ini. Itulah mengapa saya berusaha keras merubah mindset siapapun yang sudah terlanjur rusak dan hancur dalam memandang trading forex, menjadi mindset yang jernih dan clear.

Kesalahan besar seorang trader, rata-rata adalah karena kesalahan mindset mereka secara psikologis. Seorang trader biasanya akan sangat PD dan yakin ketika mereka menunggunakan indikator yang banyak (dan mahal).

Atau ketika mereka menggunakan analisis data ekonomi yang banyak dan kompleks, atau ketika mereka belajar teknik yang mahal dari suatu mentor. Itu membuat mereka yakin bahwa mereka bisa menebak arah market.

Padahal yang terjadi tidak seperti itu. Kebanyakan trader profesional mengakui, jika anda baca buku The Market Wizard, kamu akan menyadari bahkan trader profesional menggunakan teknik yang cukup sederhana.

Bedanya, teknik yang mereka gunakan itu unik dan tidak mengikuti arus.

Kebanyakan trader newbie menganggap bahwa trading forex adalah jalan untuk menghasilkan uang secara berjamaah.

Sampai akhirnya mereka sadar sisi gelap forex, bahwa uang tidak pernah dihasilkan dari trading, melainkan hanya berpindah dari orang yang untung ke orang yang rugi.

Kebanyakan trader pemula terlambat menyadari itu, sehingga di awal belajar, mereka selalu mencari gerombolan pemula lain, baik melalui group, forum, atau kursus online, semacam itu.

Predator jumlahnya pasti selalu lebih sedikit dari mangsa. Singa di Savana pasti jumlahnya lebih sedikit dari zebra atau wildebeest.

Jika kalian ingin menjadi pemenang, maka jadilalah minoritas yang mampu berpikir out of the box, jangan bergerombol dengan mayoritas lain.

Masuklah ke dalam mayoritas hanya untuk mengamati…

Tips trading : jangan ikut-ikut mayoritas jika ingin cuan jangka panjang

Tips trading : jangan ikut-ikut mayoritas jika ingin cuan jangka panjang

Gunakan Teknik Yang Sederhana Tapi Out Of The Box.

Alasan utama kenapa trader pemula suka teknik yang jlimet adalah karena dorongan insting natural.

Manusia cenderung merasa memiliki dorongan bawaan bahwa mereka bisa mengendalikan hidup mereka. Teknik yang rumit dan jelimet cenderung menggambarkan hal itu dengan baik.

Mana mungkin hidup yang sedemikian kompleks bisa dikendalikan oleh hal yang sederhana ?

Mana mungkin market forex yang sedemikian kompleks mampu dikalahkan dengan teknik sederhana ? Harus rumit lah…

Saya tidak serta merta menyuruh anda menggunakan teknik pasaran seperti garis trend, support resisten, atau supply demand. Tentu itu digunakan terlalu banyak oleh mayoritas.

Maksud saya di sini adalah, dari teknik-teknik yang sederhana itu. Cobalah modifikasi dari cari sesuatu yang ‘beda’, yang out of the box dari kebanyakan pola pikir trader lain.

Kalau perlu, jika semua orang bilang sell, anda buy, jika semua orang bilan buy anda sell.

Paham kan ?

Memang terlihat sederhana, namun kenyataannya tidak sesederhana itu.

Yang menjadi mental block terbesar bagi trader adalah keinginan mereka untuk menciptakan teknik HOLY GRAIL, yaitu teknik dengan tingkat kemenangan 100%.

Padahal kenyataannya, dengan tingkat kemenangan 60% saja itu sudah cukup untuk menjadikanmu miliarder di dunia trading forex ini.

Jangankan tingkat kemenangan 100%, mencari teknik yang bisa digunakan hampir di semua Pair / Instrumen saja hampir mustahil. Mencari teknik yang bisa digunakan saat ini, 10 tahun ke depan, sampai 20 tahun ke depan, lebih mustahil lagi.

Saya bukan menakut-nakuti anda untuk masuk ke dunia trading forex. Namun saya berusaha memberikan fakta yang sebenar-benarnya, baik itu pahit dan manisnya dunia trading tanpa ada yang saya tutup-tutupi.

3 Hal tersulit dalam menciptakan trading sistem sendiri :

    1. Menurunkan ego, dan menyadari bahwa teknik dengan akurasi 55% saja sudah sangat baik, dan jangan tergoda untuk mencari akurasi yang lebih tinggi.
    2. Menyadari bahwa sebuah trading sistem tidak bisa digunakan di semua Pair / Instrumen. Setiap Pair memiliki karakteristik yang unik, dan butuh penyesuaian yang unik juga, tidak harus dengan trading sistem lain, tapi bisa dengan trading sistem yang sama, tapi dengan sedikit modifikasi.
    3. Menyadari bahwa tidak ada teknik yang abadi. Teknik yang bekerja tahun ini, mungkin akan usang tahun depan, 2 tahun lagi, 5 tahun lagi, atau mungkin 10 tahun lagi. Jadi, kita harus selalu aktif dan kreatif menciptakan teknik sendiri.

Apakah Dunia Forex Jahat ?

Gimana sih caranya biar trader bisa konsisten cuan di forex, padahal kita ini kayak udah “di-setting” buat gampang gagal?

Langkah pertama yang kudu dipahami: sadari aja kalau kita nggak bisa ngontrol pasar forex yang super liar ini. Jangan kebanyakan gaya atau bawa-bawa ego.

Percayalah, pasar nggak peduli siapa Anda, kerjaan Anda apa, atau seberapa banyak utang yang numpuk di rekeningmu.

Mau ngamuk-ngamuk suruh GBPUSD naik atau sampai ancam bunuh diri sekalipun, kalau pasar mau turun ya turun aja.

Pasar forex ini kayak arena gladiator,tempat orang ngejual keyakinannya soal nilai tukar mata uang.

Nah, keyakinan ini biasanya nggak jauh-jauh dari emosi, dan kalau udah ngomongin duit, emosi manusia itu gampang banget ditebak.

Ada aja nih, trader yang sibuk cari “holy grail” alias sistem trading sempurna. Biasanya mereka doyan njelimet, analisis ini itu, kayak mau ngalahin pasar. Tapi justru kebanyakan analisis ini bikin mereka jadi emosional.

Dan tahu nggak? Trader pro malah memanfaatkan kebiasaan ini buat nge-gas profit mereka.

Ironisnya, para master ini justru santai banget. Mereka nggak pusing-pusing tiap detik mantengin chart atau baca ribuan berita ekonomi.

Cukup pantau pasar sekali-sekali, dan kalau sistem mereka bilang “nggak ada peluang,” ya udah, mereka nunggu. Nggak ada istilah maksa trading.

Mereka tahu kok, forex itu aliran peluang yang nggak ada habisnya. Jadi kalau sekarang nggak pas, besok pasti ada momen lain.

Yang bikin mereka beda?

Mereka sadar kalau maksa trading pas market nggak sesuai sistem itu cuma buang-buang tenaga.

Udah gitu, tindakan impulsif malah bikin mereka melawan strategi mereka sendiri. Kunci utamanya? Kendali diri. Mereka tahu kapan harus maju dan kapan mesti mundur.

Tapi beda cerita kalau kita, newbie yang emosinya masih kayak roller coaster.

Nggak jarang kita malah jadi overtrading, asal gedein lot, atau geser-geser stop loss demi nguber target profit yang nggak masuk akal. Udah tahu prinsip money management itu penting, tapi tetep aja sering lupa.

Setelah loss karena overtrading dan serakah, lalu log in ke group facebook / telegram / discord nulis kalimat ini :

“Maaf suhu, saya baru loss ribuan dollar, karena overtrade bla…bla…bla, mohon pencerahannnya suhu, saya stress dan depresi bla…bla…bla…(malah curhat), tolong saya suhu !”

Pernah ngga kalian mengalami itu ? Kalau saya pernah, dan saya malu…hehehe…

Inti dari pembahasan ini bisa disimpulkan dalam dua kalimat simpel.

    • Pertama, makin banyak waktu yang Anda habiskan buat analisis data pasar atau nyari sistem trading sempurna, makin besar peluang Anda terjebak dalam siklus kesalahan emosional.

Siklus ini ujung-ujungnya bikin Anda nggak cuma kehilangan uang, tapi juga buang-buang waktu.

    • Kedua, trader yang paham kalau pasar itu nggak bisa dikontrol dan bikin rencana trading berdasarkan fakta ini, biasanya bakal sampai pada pola pikir yang lebih stabil.

Pola pikir ini bikin mereka lebih tenang dan akhirnya lebih gampang buat konsisten cuan di pasar.

Metode trading yang dipakai emang penting banget. Tapi, sering kali, metode yang simpel justru lebih efektif. Contohnya, analisis aksi harga (price action).

Metode ini gampang dipahami, logis, dan punya peluang besar buat jadi fondasi pola pikir trading yang solid.

Jadi, nggak usah ribet-ribet cari yang njelimet, kadang yang sederhana itu justru yang paling jitu!Inti dari artikel ini bisa disimpulkan dalam dua kalimat simpel.

Pertama, makin banyak waktu yang Anda habiskan buat analisis data pasar atau nyari sistem trading sempurna, makin besar peluang Anda terjebak dalam siklus kesalahan emosional.

Siklus ini ujung-ujungnya bikin Anda nggak cuma kehilangan uang, tapi juga buang-buang waktu. Kedua, trader yang paham kalau pasar itu nggak bisa dikontrol dan bikin rencana trading berdasarkan fakta ini, biasanya bakal sampai pada pola pikir yang lebih stabil.

Pola pikir ini bikin mereka lebih tenang dan akhirnya lebih gampang buat konsisten cuan di pasar.

Metode trading yang dipakai emang penting banget. Tapi, sering kali, metode yang simpel justru lebih efektif.

Contohnya, analisis aksi harga (price action). Metode ini gampang dipahami, logis, dan punya peluang besar buat jadi fondasi pola pikir trading yang solid.

Jadi, nggak usah ribet-ribet cari yang njelimet, kadang yang sederhana itu justru yang paling jitu!

Prinsip #3 Selalu Gunakan Stop Loss

Banyak pemula ogah pakai stop loss.

Biasanya mereka cuma pasang target profit aja, karena ngerasa stop loss itu bikin ribet atau malah “mengurangi” peluang profit. Gue sendiri pernah ada di fase itu, dan ya… itu adalah kesalahan besar.

Emang, kalau nggak pakai stop loss, target profit kadang lebih gampang tercapai. Tapi, sampai kapan cara itu bisa diandalkan? Ada masanya target profit nggak kesampean, dan saat itu terjadi, kerugiannya bisa brutal banget.

Bahkan, kalau lagi apes, bisa bikin akun trading langsung amblas.

Trading forex itu sebenarnya soal seni mengelola Stop Loss dan Take Profit. Stop loss itu bukan musuh, tapi tameng buat modal kita.

Kalau arah trading ternyata salah, stop loss bakal jadi rem darurat biar kerugian nggak makin dalam.

Nah, lucunya, hampir semua trader tahu pentingnya stop loss, tapi kenapa masih banyak yang nge-skip fitur ini? Mungkin karena pengalaman “nyesek” kayak gini:

“Duh, stop loss gue kesenggol, padahal arahnya udah bener. Kalau aja stop loss-nya lebih longgar, target profit gue pasti udah kena.”

Atau…

“Gila, untung aja gue pasang stop loss! Kalau nggak, modal gue udah lenyap dihajar turunan curam tadi.”

Intinya, stop loss itu emang kadang bikin frustrasi, tapi lebih baik frustrasi kecil daripada rugi gede, kan? Kalau kita mau serius di dunia forex, mindset ini penting banget.

Stop loss bukan cuma alat, tapi kunci buat jaga akun tetap hidup di jangka panjang.

Stop loss yang terlalu panjang bikin Anda rugi besar, stop loss yang terlalu pendek bikin Anda sering kena stop meski arahnya benar.

Jadi, mana yang ideal?

Nah, di sinilah letak tantangannya. Kalau boleh saya bilang,

“Trading forex itu seni memasang stop loss di harga yang pas, waktu yang tepat, kondisi yang sesuai, dan dengan money management yang matang.”

Bahkan Alexander Elder, seorang trader profesional, pernah menulis sesuatu yang menarik di bukunya (dalam terjemahan bebas):

“Pasanglah stop loss dan biarkan harga bergerak bebas.”

Kalimat ini mungkin terdengar absurd buat pemula. Kenapa?

Karena banyak pemula lebih sering fokus pada target profit tanpa peduli soal stop loss. Mereka malah membiarkan harga bergerak liar, bahkan meski posisinya sudah floating minus besar.

Harapannya? Harga bakal “balik arah.” Padahal, realitanya, harga bisa jadi nggak pernah berbalik sampai akhirnya akun mereka kena margin call.

Yang lucu, trader amatir cenderung sibuk mikirin di mana harus ambil profit. Sementara itu, trader profesional lebih banyak memikirkan di mana harus menempatkan stop loss yang tepat.

Mereka tahu bahwa menentukan stop loss yang ideal itu lebih penting daripada sekadar memprediksi target profit.

Jadi, kalau Anda masih bingung soal stop loss, ingatlah: ini bukan cuma soal “angka” di chart. Stop loss yang tepat adalah hasil dari strategi yang matang, analisis yang masuk akal, dan penerapan money management yang disiplin.

Jangan terlalu ngotot kejar profit tanpa jaga modal. Kalau Anda serius ingin jadi trader yang konsisten, belajarlah seni stop loss, itu yang bikin Anda bertahan lama di game ini.

NGGA ADA YANG BISA NEBAK ARAH MARKET !

Trading Itu Berjuta Rasanya, Bro!

Stop loss itu bisa dibilang salah satu magic tool di dunia forex. Tapi sayangnya, bukan buat mempercepat kerugian ya, melainkan buat nge-rem kerugian yang udah kebablasan.

Forex tuh suka mabok goyang gergaji, kadang ke kanan, kadang ke kiri, gak karuan banget lah! Jadi, kalau gak pake SL, siap-siap aja ditikung harga.

Coba deh tanya trader pro, entah yang nongkrong di Wall Street, Hongkong, atau bahkan di forexland, semuanya bakal bilang, “SL itu wajib hukumnya!” SL itu kayak sabuk pengaman pas lo lagi nyetir di jalan tol kecepatan tinggi.

Tujuannya? Ya, buat meminimalisir risiko dan memaksimalkan profit lo. Beda ceritanya sama trader Blok M yang mungkin lebih suka ngegas tanpa rem.

Kenapa SL itu penting? Karena SL bisa nyelamatin lo dari skenario menyebalkan: lo udah capek-capek ngejar profit, lalu BAM!, satu kesalahan bikin semua profit lo yang udah dikumpulin ilang begitu aja.

Ane pernah ngalamin, bro. Dulu sok-sokan gak pake SL, ngandelin insting. Awalnya sih keren, profit sampe 100% dalam beberapa hari. Tapi apa yang terjadi? Dua jam aja ditinggal buka chart, profit ilang, modal minus gara-gara ratusan pips digulung habis.

Rasanya? Jangan ditanya. Kesel, sedih, depresi, pokoknya kombinasi paling sempurna buat bikin lo pengen banting laptop!

Masalahnya, banyak newbie alergi sama SL. Mereka nganggep SL itu musuh utama, penyebab kekalahan, bahkan sumber kemiskinan.

Mereka mikirnya, “Ngapain pake SL? Baru ditinggal ngopi bentar aja, eh, udah kena SL!” Hasilnya, mereka nekat trading tanpa SL. Buat para master? Ya, jelas itu dianggap konyol banget.

Itu sama aja kayak naik roller coaster tanpa sabuk pengaman, bro. Mau survive gimana?

Moral of the story: SL itu bukan buat bikin lo rugi, tapi buat jagain modal lo biar gak terkuras sia-sia.

Jangan sampai kerja keras lo ilang cuma gara-gara nolak pake “Keajaiban” ini. Jangan nekat, bro. Trading itu udah cukup ribet, gak usah ditambah drama lagi.

Stop Loss: Rem Hidup Lo di Dunia Forex!

Bayangin aja kalo lo belajar nyetir tapi gak ada rem. Yang ada bukan belajar, tapi bungee jumping tanpa tali! Sama halnya trading tanpa Stop Loss (SL). Itu namanya bunuh diri, bro.

Kayak perang tanpa armor, senjata, bahkan baju. Lari-lari telanjang sambil teriak. Lucu? Mungkin. Tapi hasil akhirnya: kena sniper market. Wakakak.

Kalau lo masih mikir trading tanpa SL itu ide bagus, fix, lo lebih cocok dagang kaos oblong di Tanah Abang daripada jadi trader profesional. Camkan itu, blok!

Jujur, trading tanpa SL emang menggoda. Kerugiannya gak langsung terlihat, floating minus kadang berubah jadi profit, terus lo mikir, “Ah, aman kok, gak perlu SL!” Padahal, itu mindset yang toxic, bro.

Sekali dua kali untung, tapi pas kalah? Modal lo bisa ludes dalam hitungan menit.

Makanya, kalau lo serius mau jadi trader pro, pasang SL sama TP di setiap open posisi. Forex itu ilmu pasti, bukan prediksi klenik. Percuma lo jago prediksi kalo gak punya kepastian kapan harus cut loss.

SL itu semacam tanda disiplin lo sebagai trader. Dan percaya deh, disiplin itu bikin profit lebih langgeng.

SL dan Emosi

Pernah gak, lo ngambil posisi tapi malah galau pas market gak sesuai harapan? Tangan udah gatel mau close manual, terus harga makin minus, lo makin panik. Nah, SL itu ada buat mencegah drama kayak gini. Dengan SL, lo gak perlu ngotak-ngatik posisi setiap detik. Modal aman, emosi stabil. Trader yang minim emosi biasanya lebih konsisten profitnya.

Prinsip #3: Jangan Pernah Langgar, Kalau Gak Mau Jadi Zombie Di Dunia Forex!

Bro, kalau lo abaikan prinsip ini, siap-siap aja jadi penghuni forexland insomnia club. Bayangin, lo buka posisi, terus floating minus parah, gak berani close, dan tiap malam melek ngeliatin chart kayak mau ngusir tuyul.

Padahal semua ini bisa dihindari kalo lo disiplin pake Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP).

Dalam hal ini TP ngga penting-penting amat. SL jauh lebih penting…

Kita mundur dikit. Prinsip #1, lo mulai trading dengan modal kecil, cukup $1. Simpel aja, ini buat latihan biar lo gak perlu gadai sertifikat rumah atau jual sawah peninggalan simbok gara-gara loss belajar forex. Modal kecil itu perlindungan finansial lo sebelum jadi trader pro.

Prinsip #2, gunakan margin 1%. Tujuannya? Supaya lo bisa bertahan di market tanpa digigit Margin Call (a.k.a. mimpi buruk semua trader). Dengan margin kecil, risiko lo terkontrol, dan lo gak akan overleverage.

Nah, masuk ke Prinsip #3, ini soal disiplin: selalu pasang SL dan TP (optional). Dengan prinsip ini, lo gak perlu nongkrongin chart terus. Hidup lo jadi lebih tenang, lebih produktif, dan tentunya lebih sehat—gak ada lagi drama kena insomnia gegara floating minus ratusan pips.

Gimana Kalau Lo Terapin Ketiga Prinsip Ini?

Trading bakal jadi sesuatu yang:

    • Mudah – Karena semua sudah ada aturan dan manajemen risikonya.

    • Menyenangkan – Gak ada lagi rasa was-was tiap buka chart.

    • Sehat – Bye-bye stress dan insomnia akut!

Kalau diterapkan sungguh-sungguh, tiga prinsip ini bakal bikin lo bertahan di forex untuk jangka panjang. Lo bakal bangun pondasi trader profesional yang fokus pada konsistensi profit, bukan cuma kejar-kejaran sama market.

Prinsip Selanjutnya:
Di bab berikutnya, kita akan belajar rahasia sakti supaya lebih banyak TP daripada SL. Pokoknya, bikin account history lo penuh hijau-hijau yang seger kalau dilihat, bukan merah kayak mata Genderuwo. Tapi, fokus dulu praktikkan tiga prinsip ini. Okey? Gaskeun!

Prinsip #4 : Trend is Your Friend

Trading itu salah satu cara yang asyik buat hidup dan bikin banyak duit. Tapi inget, di dunia trading, lo sendiri yang pegang kendali penuh atas keputusan lo. Lo yang bikin keputusan buat ambil untung atau terjebak dalam kerugian, jadi semua itu tergantung lo sendiri.

Lo juga yang tanggung jawab atas segala kerugian, dan lo gak perlu ngucapin terima kasih ke siapa pun buat keuntungan lo. Di dunia trading, lo adalah bosnya, lo gak terikat sama siapa pun atau lembaga mana pun.

Para Profesional? Mereka Untung dari Market yang Lagi Trending.
Para trader profesional biasanya cari cuan pas market lagi trending. Tapi masalahnya, market gak selalu bergerak dengan tren yang jelas.

Faktanya, market cuma trending sekitar 30-50% dari waktu. Sisanya? Ya pasar sering “tidur” di range yang sempit atau bahkan tanpa tren yang jelas.

Jangan Salah : Trend BUKAN Garis Trend !

Trend yang lagi saya bahas di sini bukanlah garis trend yang sering digambar para mentor.

Trend turun bukanlah garis lurus yang di tarik dari resisten atas ke resisten bawah.
Trend naik bukanlah garis lurus yang di tarik dari support bawah ke support atas.

BUKAN SEPERTI ITU !

Tren itu terjadi ketika harga terus-menerus naik atau turun dengan dinamis dalam waktu tertentu. Dan lo bakal sadar, siklus ini selalu berulang. Market itu punya pola alami yang gak pernah berhenti, dari dulu sampai sekarang.

Contoh ketika ekonomi Amerika menguat dan ekonomi Jepang sedang melemah. Maka sinyal apa yang akan kita tunggu di pair USD/JPY ?

Tepat, yaitu sinyal BUY

Manfaatkan Trend Pada Trading Forex

Manfaatkan Trend Pada Trading Forex

Ingat, kita ini adalah trader retail, kita tidak bisa menciptakan arus. Yang kita lakukan adalah melihat dan mengamati kemana arah arus bergerak. Lalu, kita akan mengikutinya.

Ketika harga naik, pasti ada titik baliknya juga dimana harga akan turun. Begitu juga sebaliknya—kalau harga udah jatuh terlalu rendah, pasti ada waktu dimana harga akan naik lagi.

Perulangan Harga, Selalu Ada.

Siklus harga ini selalu muncul di setiap sesi pasar. Gak ada yang bisa ngehindarin ini, market itu punya ritmenya sendiri, dan lo cuma bisa ikutin.

Kalau lagi trending, peluang profit lo jadi lebih gede, karena lo bisa manfaatin tren yang lagi berjalan. Tapi, kalau market gak trending, lo cuma jadi pengamat aja, gak perlu terburu-buru buka posisi.

Jadi, Tipsnya?
Ikuti tren, di timeframe yang sesuai. Dengan begitu, lo bisa ningkatin peluang profit lo saat market lagi trending, dan tetap santai ketika market lagi gak jelas arahnya.

TREND TIDAK SELALU BERPOLA

Trend yang diajarkan para mentor, dengan menggambar garis lurus dari support atau resisten yang seperti tangga itu adalah pembodohan dan salah kaprah.

Trend tidak selalu berpola, seperti yang saya jelaskan di atas, dalam jangka panjang trend memang akan selalu mengikuti kondisi ekonomi yang terjadi.

Tapi tidak selalu…

Trend Adalah Teman Anda, Satu-Satunya Teman Terbaik di Dunia Forex!

Trading itu soal menangkap perubahan harga: beli murah, jual mahal. Tapi kebanyakan trader malah sibuk mantengin chart tanpa benar-benar paham tren yang terjadi. Padahal, kunci sukses di forex bukan sekadar lihat candle naik turun, tapi ngerti arah pasar yang sebenarnya.

Seorang trader yang cerdas harus bisa mengidentifikasi tren market. Kenapa? Karena jauh lebih gampang cari cuan saat market lagi trending dibanding pas market lagi flat. Saat tren terbentuk, peluang profit lebih jelas.

Tapi kalau market lagi flat, harga cuma mondar-mandir gak jelas, kayak orang mabuk sambil ngoceh gak karuan.

Dari Mana Tren Muncul?

Tren terjadi karena ada ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual. Kalau pembeli lebih banyak dari penjual, harga naik (uptrend).

Sebaliknya, kalau penjual lebih dominan, harga turun (downtrend). Tapi kalau jumlahnya seimbang? Ya sudah, harga cuma gerak sideways tanpa arah yang jelas, ini yang disebut flat market.

Sebagian besar waktu, market justru berada dalam kondisi flat. Baru ketika ada emosi pasar yang meledak, entah karena berita besar atau sentimen kuat, harga mulai bergerak kencang membentuk tren yang bisa dimanfaatkan trader untuk ambil keuntungan.

Mengidentifikasi Tren Itu Gak Semudah yang Dibayangin…

Lihat tren di tengah-tengah chart itu gampang, semua kelihatan jelas karena sudah terjadi. Tapi masalahnya, lo gak bisa trading di tengah chart! Broker lo gak bakal kasih izin buat masuk di masa lalu. Lo harus bikin keputusan di ujung kanan chart, di mana masa depan masih jadi misteri. Dan justru di situlah skill lo sebagai trader diuji.

Jadi, Apa Solusinya?

Belajar baca tren dari pola harga yang terbentuk. Gunakan timeframe yang tepat, analisis support & resistance, dan perhatikan volume serta sentimen pasar.

Dengan begitu, lo bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan gak sekadar nebak-nebak harga di market yang serba tidak pasti.

Masa Depan Itu Tidak Pasti, Tapi Trend Selalu Ada

Menganalisis masa lalu itu gampang. Grafik sudah terbentuk, tren terlihat jelas, dan kita bisa dengan mudah bilang, “Harusnya gue masuk di sini!” Tapi kenyataannya, lo gak bisa trading di masa lalu. Masa depan adalah misteri yang selalu berubah.

Sering kali, begitu lo sadar ada tren, momen terbaik sudah lewat. Gak ada bel yang bunyi buat kasih tahu bahwa tren baru saja dimulai. Dan lebih parahnya lagi, banyak trader malah bertahan terlalu lama di posisi kalah, berharap market berbalik arah. Ini kesalahan fatal!

Trader Profesional Gak Butuh Jadi Benar, Mereka Butuh Bertahan
Banyak trader amatir punya kebutuhan emosional buat selalu benar.

Mereka tetap bertahan di posisi loss dengan harapan harga bakal kembali ke arah yang diinginkan. Tapi trader profesional? Mereka cepat keluar dari posisi rugi.

Begitu market gak sesuai analisis, cut loss tanpa drama! Jangan biarkan ego lo ngerusak akun trading. Kalau salah, akui, keluar, dan cari peluang berikutnya.

Trend Selalu Ada, Tapi Timeframe Mana yang Harus Diikuti?

Saat lo baca tulisan ini, ada tren yang sedang terjadi. Tapi masalahnya, setiap timeframe bisa punya tren yang berbeda—dan inilah yang bikin banyak trader bingung.

Trader profesional gak asal masuk di setiap timeframe. Mereka punya TF favorit yang mereka pantau. Kalau TF itu menunjukkan tren, mereka masuk. Kalau gak, mereka sabar menunggu sampai market kembali trending.

Jangan Coba Melawan Trend!

Kalau harga turun tajam, itu artinya tren turun lagi kuat. Jangan nekat open posisi buy cuma karena harga “terlalu murah” menurut lo. Harga bisa terus turun lebih dalam. Trend itu teman lo, bukan musuh!

Satu prinsip sederhana buat bertahan di forex:
Kalau market naik, ikut beli.
Kalau market turun, ikut jual.

Semakin lo mengikuti tren, semakin nyaman trading lo. Gak ada stres, gak ada drama, cuma eksekusi yang disiplin. Trading itu soal bertahan, bukan soal selalu benar!

Jangan Lawan Arus, Ikuti Kekuatan Trend!

Saat harga bergerak kuat, ada dorongan untuk open posisi berlawanan—mungkin karena merasa harga sudah terlalu tinggi atau terlalu rendah. Ini kesalahan umum!

Market yang kuat cenderung terus bergerak dalam arah yang sama. Jika tren turun, carilah peluang sell, bukan buy. Jika tren naik, cari kesempatan buy, bukan sell.

Harga butuh waktu sebelum berbalik arah, dan mencoba menangkap “puncak” atau “dasar” hanya akan membuat akun lo berdarah-darah.

Sabar Itu Kunci: Tunggu Momen yang Tepat

  • Kalau market sedang liar dan lo gak bisa menemukan titik masuk yang jelas, jangan paksakan trading!
    Menunggu itu bagian dari strategi.

  • Saat market gak terkendali, lebih baik tunggu sampai pola harga lebih jelas.
    Gunakan waktu untuk evaluasi, lihat kembali sistem trading lo, analisa transaksi sebelumnya, dan pelajari kesalahan.

Trader yang disiplin mengikuti tren dan menunggu momen yang tepat akan mengisi akun mereka dengan profit. Sementara yang keras kepala dan melawan arus? History trading mereka bakal penuh dengan loss!

Ingat prinsip ini: Trend adalah teman, jangan jadi musuhnya!

Prinsip #5 : Miliki Mindset Set & Forget

Bayangkan lo cuma trading 30 menit tiap pagi. Open posisi sesuai sistem, terus tutup platform, santai, jalan-jalan, belanja, nonton bioskop, atau main sama keluarga. Sore hari lo cek lagi, eh ternyata posisi yang tadi pagi udah kena target, lebih banyak profit daripada loss. Akun lo naik terus, dan ini kejadian berulang-ulang.

Sistem trading lo udah matang, gak perlu diubah-ubah lagi. Lo udah ngerti market luar dalam, harga udah kayak buku terbuka. Trading semudah membalikkan duit, tanpa stres, tanpa drama.

Akun lo terus naik, duit ngalir ke bank kayak air terjun. Mobil? Udah ganti ke versi terbaru. Hidup lo tiap hari kayak hari Minggu—liburan terus, jalan-jalan ke luar negeri jadi hal biasa. Minggu depan mungkin ke Norwegia, entah itu di mana, yang jelas lo liburan.

Uang udah bukan masalah lagi. Belanja gak lihat harga, kalau perlu beli mall sekalian. Lo jadi selebriti forex, masuk daftar pengusaha top, undangan seminar datang terus, wartawan ngikutin kemana-mana.

Tapi… 🤔

Sebelum lo kebayang terlalu jauh, ingat: realitas trading gak semudah itu. Set and Forget bukan berarti asal buka posisi dan berharap uang datang sendiri. Ini soal disiplin, strategi yang matang, dan manajemen risiko yang ketat.

  • Punya sistem yang terbukti & bisa diandalkan
  • Menjalankan trading plan tanpa emosi
    Menggunakan stop loss dan target profit yang logis
  • Tidak overtrading & tidak terpancing market liar

Kalau semua ini udah lo kuasai, maka hidup santai sambil trading itu mungkin. Tapi kalau masih berharap “set and forget” tanpa strategi jelas, siap-siap akun lo jadi donasi ke market.

STOP dulu menghayalnya…. Kebanyakan ngayal malah lupa trading.

Jadi intinya Set and Forget Trading ini simpel banget:

  • Open posisi sesuai sistem

  • Lupakan (serius, tutup platform, jangan dilirik-lirik)

  • Hit TP atau SL

  • Ulangi lagi besok

Gak ada drama, gak ada overthinking, gak ada ngecek chart tiap detik. Yang penting sistem lo udah terbukti lebih banyak hit TP daripada SL.

Buat yang suka mantengin chart, otak panas, stres mikirin floating, ya silakan aja. Gak ada yang ngelarang. Mau rubah-rubah SL dan TP tiap 5 menit juga monggo. Tapi kalau tiap hari jantung lo marathon gara-gara market, ya siap-siap mental. Lama-lama lo bakal curhat di forum, “Kenapa trading bikin stres ya, bro?” wkwkwk.

Jadi, kalau sistem lo udah solid, ya tinggal jalanin. Trading itu bisnis, bukan judi. Lo punya strategi, eksekusi, dan serahkan sisanya ke market. Kalau udah begitu, hidup jadi lebih santai.

Set & Forget adalah cara untuk menikmati trading tanpa tersiksa

Set & Forget adalah cara untuk menikmati trading tanpa tersiksa

Hal Simpel Jangan Dibuat Rumit

Gak ada tuh langkah “rubah SL” atau “rubah TP” setelah open posisi. Tapi kalau dirasa perlu, ya silakan tambahin sendiri.

Misalnya:

    • Kalau harga naik ke level X, geser SL.

    • Kalau harga turun ke level Y, cut loss.

Terserah. Yang jelas, kalau maunya simple, ya cukup ikutin langkah awal tadi. Ngitung sampai 4 aja udah kebanyakan.

Nah, kalau bisa praktekin sistem ini sampai 100 kali, baru deh review hasilnya.
Cek: lebih banyak TP atau SL?

Kalau lebih banyak SL, coba bongkar lagi sistemnya. Salah masuk pasar? Kurang paham arah market? Atau ada faktor lain yang bikin loss lebih sering daripada profit?

Ulangi terus sampe 1.000 atau bahkan 10.000 kali trade.

Jangan bilang gak sanggup. Malu dong sama Thomas Alva Edison yang ngulang eksperimen lebih dari 10.000 kali buat nyiptain lampu. Masa baru ratusan kali udah nyerah?

Kalau akhirnya lebih banyak TP daripada SL, selamat! Itu artinya sistem trading yang dipakai udah profitable dan—yang lebih penting—udah SIMPLE.

Set and Forget itu bukan cuma soal strategi, tapi juga soal mental:

  • Disiplin – Patuh sama sistem, gak asal ubah-ubah plan.
  • Sabar – Nunggu hasil tanpa panik.
  • Pengendalian diri – Gak gegabah exit atau masuk lagi gara-gara emosi.

Kalau prinsip ini dilanggar, siap-siap aja umur dan duit habis percuma buat trading yang gak jelas arahnya.

Percobaan, gagal, ulangi, perbaiki, coba lagi, penting dalam trading forex

Percobaan, gagal, ulangi, perbaiki, coba lagi, penting dalam trading forex

Hidup ini terlalu indah buat dihabiskan mantengin chart seharian.

Jadi, kalau udah jalanin prinsip 1-5 ini, harusnya trading udah jauh berkembang. Coba catat dan review hasilnya. Minimal 100 kali hit dulu, baru kita bisa analisa dan perbaiki: apa yang masih kurang, apa yang perlu ditambal, dan bagian mana yang bisa dibuang.

KESIMPULAN

Demikianlah sebuah kisah nyata perjalanan dari nol [Sharing Pengalaman] sampai profit konsisten yang saya tulis dalam sebuah artikel sederhana ini.

Terlalu singkat rasanya jika perjalanan hidup yang sedemikian panjang cuman saya ringkas dalam sebuah artikel pendek beberapa halaman ini.

Tapi saya berharap semoga dengan artikel ini kalian bisa mengambil pelajaran, sehingga bisa menghindari kesalahan yang pernah saya buat sebelumnya, dan mengetahui tips dan trik bagaimana mencapai tujuan lebih mudah.

Kalaupun kalian melakukan kesalahan yang sama seperti yang saya buat, kalian tahu bagaimana caranya belajar dan bangkit dari kesalahan itu.

Karena kegagalan bukanlah musuh, melainkan proses menuju keberhasilan. Jangan membenci kegagalan, jangan anti pada kegagalan.

Bonus Strategi Trading
Sebagai bonus, dan karena juga banyak yang menanyakan.

Jangan cuman omon-omon dong, ngomong ngalor ngidul, mana strateginya ?

Nih, saya kasih 10 strategi trading profitable yang bisa kalian jadikan referensi !

10 Video Strategi Trading Forex Profitable

10 Ebook Strategi Trading Forex Profitable

INGAT YA REFERENSI ! BUKAN COPAS !

HAPPY TRADING SEMUANYA !!!


1 Comment

Sharing Pengalaman Trading Crypto : Portofolio Tumbuh 1000x – Trianto Adi · February 8, 2025 at 6:05 pm

[…] Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses [Sharing Pengalaman] […]

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *