Mengetahui apa fungsi dan kegunaan indikator dengan baik dan tepat adalah kemampuan krusial yang harus dimiliki trader, terutama yang mengandalkan analisanya pada pembacaan indikator.

Kecuali jika kalian menggunakan strategi Price Action, Naked Trading, News Trading, dsb tidak perlu mempelajari indikator secara mendalam, dan itu sah-sah saja.

Indikator mempermudah kita dalam melihat gambaran besar harga, apa yang sebelumnya terjadi, yang sedang terjadi, apa yang mungkin akan terjadi.

Tapi tentu saja kita tidak boleh dibutakan oleh indikator. Kampanye “Make your own trading system !” tetap saya galakan. Bagaimana pun seorang trader tidak boleh ikut-ikut. 

Harus menciptakan trading sistemnya sendiri, dan harus menjadi orang yang paling paham pada trading sistem tersebut, luar dan dalam.

Memahami Fungsi Tiap Indikator

Ada banyak sekali indikator teknikal yang tersebar di luar sana. Beberapa kombinasi yang diberikan di blog-blog tidak jelas pun kadang salah secara pondasi dasar. Dan banyak yang mengikutinya.

Banyaknya indikator kadang membuat kita bingung dan coba menggabungkan semuanya, alhasil bukannya mudeng malah tambah bingung.

Agar membuat pemahaman kalian lebih ‘clear’ tentang indikator, saya akan berikan klasifikasi indikator berdasarkan jenisnya :

  1. Indikator tren : Indikator yang membuat kita jelas dalam melihat gambaran tren, apakah tren harga sedang naik atau turun. Tapi biasanya indikator ini tidak bisa kita gunakan sebagai konfirmasi entry. Contoh : Parabolic sar, Moving average, Bollinger bands
  2. Indikator Momentum : Indikator yang berfungsi mengetahui momentum harga saat ini. Biasanya akan memberikan kita gambaran kondisi overbought atau oversold, dan ditampilkan dalam grafik oscillator. Contoh : RSI, Stochastic.
  3. Indikator Volume : Indikator yang berfungsi mengetahui seberapa besar volume transaksi yang terjadi. Biasanya ketika volume transaksi meningkat juga akan berpengaruh pada pergerakan harga. Contoh : OBV, Money Flow.

Kombinasi Indikator Yang Akan Digunakan

Akan sangat fatal dan buang-buang waktu jika kita menggunakan 3 jenis indikator pada 1 analisa misalkan MACD,RSI,dan Stochastic kita gabungkan menjadi satu.

Tentu ini adalah hal yang sangat konyol ! Hahaha

Oleh karena itu di sini saya akan berikan referensi bagaimana menggunakan kombinasi indikator yang benar sehingga bisa memaksimalkan profit kita dalam trading.

Di sini saya akan gunakan kombinasi 3 indikator antara lain :

  1. RSI (Indikator Momentum)
  2. OBV (Indikator Volume)
  3. Bollinger Bands (Indikator tren)

Berikut akan kita ulas satu persatu fungsi singkat dari masing-masing indikator tersebut.

RSI (Indikator Momentum)

indikator RSI tradingview

Kita tidak akan membahas tentang perhitungan dibalik indikator RSI pada artikel ini. Yang jelas RSI terdiri dari 1 garis yang bergerak dari level 0 sampai 100.

Ada 3 garis level horisontal yang perlu kita perhatikan yaitu level 30,50,dan 70. Ketika RSI berada di bawah level 30 maka sedang terjadi kondisi oversold.Dan ketika RSI berada di atas 70 maka sedang terjadi kondisi overbought.

Sementara level 50 menandakan tren harga apakah sedang naik atau turun. Tapi tidak akan kita bahas fungsi cadangan dari RSI ini, karena kita menggunakan indikator lain untuk mendeteksi tren.

Dan memang fungsi utama RSI adalah untuk mengetahui momentum harga.

OBV (Indikator Volume)

indikator obv tradingview

Kita juga tidak akan membahas rumus di balik indikator OBV ini. Yang jelas indikator OBV tercipta dari ide bahwa volume transaksi dan aktifitas harga sama pentingnya.Sehingga indikator OBV ini memberikan kita gambaran dari keduanya.

RSI dihitung berdasarkan data harga masa lalu sehingga sering terjadi lagging. Ide utama OBV adalah bahwa harga cepat atau lambat pasti akan mengikuti besar kecilnya volume transaksi yang terjadi.

Jadi OBV adalah indikator yang mendeteksi harga di masa depan.

Bollinger Bands (Indikator tren)

indikator Bollinger Bands tradingview

Ini adalah indikator terakhir yang akan menjadi konfirmasi terakhir kita apakah akan melakukan entry atau tidak.

Bollinger Bands adalah salah satu indikator terbaik yang mengikuti tren harga.

Selain mengetahui tren harga Bollinger Bands juga bisa kita gunakan untuk mengetahui volatilitas pasar.

Bollinger Bands terdiri dari 2 garis biru dan 1 garis merah di tengah. 2 garis biru berfungsi untuk mengetahui besar volatilitas harga, semakin lebar jarak keduanya semakin besar pula volatilitas saat itu.

2 Garis biru di atas dan bawah harga juga bisa digunakan sebagai area support dan resisten. Karena biasanya akan terjadi pantulan ketika harga menyentuh 2 garis itu, walaupun itu tidak bisa kita jadikan patokan.

1 Garis merah ditengah ada MA biasa denga periode 20 untuk mengetahui arah trend harga.

Kombinasi Indikator Terbaik : Bollinger bands, OBV, dan RSI

Step by Step Kombinasi Indikator Terbaik Untuk Trading (BUY Position)

Pada strategi trading kali ini kita akan mengkombinasikan 3 Indikator sekaligus yaitu RSI, OBV, dan Bollinger Bands. Kita tentu tidak asal menggabungkan indikator karena ketiganya mewakili jenis dan fungsi indikator yang berbeda.

RSI sebagai indikator momentum, OBV sebagai indikator volume, dan Bollinger Bands untuk mendeteksi arah tren.

Berikut adalah step by step yang harus diperhatikan untuk menjalankan strategi kombinasi 3 indikator ini :

Langkah #1 : Cari Kondisi Dimana Harga Pertama Kali Break Garis Tengah Bollinger Bands

Ini adalah konfirmasi pertama yang kita cari yaitu menggunakan bantuan Bollinger Bands. Ketika harga pertama kali menembus garis tengah BB ini pertanda awal  terjadinya uptren.

Setelah kondisi tersebut kita temukan, selanjutnya tinggal mencari konfirmasi dari indikator lain.

Langkah #2 : Pastikan Garis RSI Berada Di Atas Level 50

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa fungsi RSI adalah untuk mengetahui momentum harga. Ketika harga berada di atas level 50 itu menandakan momentum sedang naik. Tapi ketika harga sudah di atas level 70 itu justru harga sedang mengalami jenuh beli.

Apa yang kita lakukan di sini sangat logis ! Karena kita coba mencocokkan apakah yang dikatakan Bollinger Bands dan RSI sesuai ? Jika sesuai maka ini akan menjadi pertanda sinyal beli yang bagus.

Langkah #3 : Pastikan Indikator OBV Mengarah Ke Atas

Kombinasi Indikator Terbaik : Bollinger bands, OBV, dan RSI

Konfirmasi terakhir sebelum benar-benar melakukan entry adalah memastikan bahwa indikator OBV juga menunjukkan peningkatan volume harga.

Dengan konfirmasi ke-3 indikator yaitu BB, RSI, dan OBV maka kita siap melakukan entry posisi. Dalam kasus ini adalah entry BUY.

Langkah #4 : Letakkan StopLoss Sedikit Di Bawah Lower Bollinger Bands

Kita bisa melatakkan stoploss sedikit di bawah garis lower BB.

Langkah #5 : TakeProfit Ketika Harga Break Garis Higher Bollinger Bands

Kombinasi Indikator Terbaik : Bollinger bands, OBV, dan RSI

Take profit bisa kita lakukan dengan perbandingan 1:1 sampai 1:2. Atau kita bisa menunggu harga break garis Higher BB.

Kesimpulan

Dalam membuat sebuah trading sistem kita tidak bisa asal mengkombinasikan setiap indikator. Kita juga harus mengerti fungsi setiap indikator tersebut, sehingga kombinasinya bisa maksimal.

Ketika kita melakukan pengujian trading sistem, kita harus patuh dengan rules trading yang sudah kita buat sendiri.

Tujuannya adalah agar kita dapat mengumpulkan data, berapa peluang kemenangan kita, berapa total pips yang di dapat, dan sejauh apa akurasi dari trading sistem yang kita buat.

Dan yang tak kalah penting berapa perbandingan antara risk dan reward dari trading sistem kita.

Mengutip quotes dari seorang Anonim :

“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”


1 Comment

Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses – Trianto Adi · January 30, 2025 at 1:38 pm

[…] Kombinasi Indikator Terbaik […]

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *