Fibonacci adalah matematikawan Italia yang dianggap paling berbakat di abad pertengahan. Beliau terkenal karena menemukan barisan bilangan fibonacci. Angka-angka fibonacci tersebut adalah 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597. 

Angka ke-3 adalah hasil penjumlahan dari angka ke 1 dan 2. Angka ke-4 adalah hasil penjumlahan dari angka ke-2 dan ke-3, begitu seterusnya.

Lalu bagaimana ceritanya teori deret fibonacci ini bisa sampai terkenal dalam dunia trading ?

Fibonacci Ratio

Jika kita bedah lagi di dalam deret fibonacci kita akan menemukan adanya ratio yang unik dan konsisten jika kita membagi suatu angka dengan angka setelahnya atau 2 angka setelahnya.

Contoh jika kita membagi 233/377 maka menghasilkan 0.618

Demikian juga jika kita membagi 377/610 hasilnya juga 0.618

Singkat cerita, jika kita menggali lebih dalam ratio “emas” yang ada pada deret fibonacci kita akan menemukan ratio yang unik dan konsisten.

Berikut adalah ratio “emas” yang ada dalam deret angka fibonacci :

1)  23.6% atau 0.236 – operasi pembagian 13/55 = 0.236

2)  38.2% atau 0.382 – operasi pembagian 13/34 = 0.382

3)  50.0% atau 0.500 – setengah dari 1

4)  61.8% atau 0.618 – operasi pembagian 13/21 = 0.618

5)  78.6% atau 0.786 – akar dari 0.618

6)  88.6% atau 0.886 – akar dari 0.7864

Fibonacci ratio

Indikator Fibonacci

Dari rasio-rasio tersebut maka terciptakan indikator yang selama ini kita kenal yaitu Fibonacci Retracement. Kenapa dinamakan fibonacci retracement ?

Karena indikator ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh suatu harga akan memantul “retrace” ketika mengalami break-out atau dalam kondisi meneruskan trend.

Dari perhitungan fibonacci ratio di atas maka didapatkanlah fibonacci level pada indikator “Fibonacci Retracement”.

Itu adalah metode yang bagus untuk mengukur psikologi pasar.  Metode ini akan menambahkan akurasi dalam kegiatan trading anda.

Bayangkan jika biasanya anda menggunakan patokan swing high atau swing low untuk menentukan titik stoploss atau entry. Sekarang anda tinggal menggunakan fibonacci level untuk acuan entry, TP, maupun SL anda.

Dalam ratio fibonacci kita mengenal yang namanya ratio emas. Dalam indikator fibonacci retracement ratio itu adalah 61.8% atau ration 0.618.

Ratio ini ditemukan dalam banyak kehidupan seperti : struktur tubuh manusia, bumi, daun, dsb. Dan ajaibnya pola ini juga dapat kita temukan dalam market Forex. Jadi selamat datang di sudut pandang baru dalam melihat market.

Dengan indikator ini, kalian akan menggunakan “Bahasa Tuhan” untuk melihat pergerakan pasar.

Bagaimana Cara Menggunakan Fibonacci Retracement ?

Jika kalian meggunakan indikator Fibonacci pada MT4 kalian akan mendapati adanya level-level penting yang biasanya menjadi tempat memantulnya harga.

Level-level tersebut meliputi :

1)  23.6% atau 0.236 

2)  38.2% atau 0.382 

3)  50.0% atau 0.500 

4)  61.8% atau 0.618 

5)  78.6% atau 0.786 

(0 dan 100 tidak saya cantumkan)

Tarik Fibonacci Dari Swing High ke Swing Low

Cara paling mudah dalam menggunakan Fibonacci Retracement adalah dengan menarik indikator tersebut dari swing high terdekat ke swing low terdekat.

Tidak ada aturan pasti dalam menarik garis Fibo. Yang jelas harus ditarik dari swing high ke swing low. Entah itu yang dekat atau yang jauh sekalipun.

Sebagai latihan, anda bisa mencobanya pada harga masa lalu. Kalian akan melihat bahwa ternyata harga sangat sering memantul pada level-level Fibo tertentu.

trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level

Level Fibo sangat berguna untuk mengidentifikasi level support dan resisten potensial. Kunci dalam menggunakan Fibonacci adalah analisa multi timeframe.

Kita harus melihat bagaimana reaksi harga ketika mendekati garis fibonacci tersebut di timeframe kecil. Ketika ada reaksi reversal maka kita bisa melakukan entry.

Cara Mengkombinasikan Fibonacci Dengan Alat Bantu Lain

Salah satu tips dalam meningkatkan akurasi trading dengan menggunakan indikator Fibo adalah jangan menggunakan Fibo secara mentah-mentah.

Tidak juga harus menggunakan indikator lain, tapi kita bisa mengkombinasikan juga dengan teknik lain seperti price action, support resisten, dll.

Berikut ini adalah beberapa kombinasi dasar yang bisa kalian lakukan ketika menggunakan Fibonacci Retracement sebagai alat trading kalian :

  1. Fibonacci Level Pada Timeframe Yang Berbeda

Jika kalian menemukan level fibonacci yang saling bertumpuk pada timeframe yang berbeda atau pada tarikan garis yang berbeda. Bisa jadi itu adalah level harga yang kuat dan akan dihargai di masa depat. 

Dan biasanya level tersebut akan menjadi level support dan resisten yang kuat.

  1. Menunggu Reaksi Harga Ketika Menyentuh Level Fibo

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kita tidak boleh menggunakan level Fibo sebagai cara instan untuk entry.

Cara terbaik adalah dengan menggunakan analisa multi timeframe. Ketika harga menyentuh level Fibo, kita jangan langsung entry, tetapi kita tunggu dulu reaksinya di timeframe kecil. 

Jika ada tanpa reversal, itu berarti saatnya kita entry.

  1. Kombinasi Fibo Level dan Key Level

Ketika kalian menandai ada level Fibo yang cantik, coba perhatikan bagaimana sejarah harga ke kiri ?

Jika kalian menemukan bahwa level fibo tersebut ternyata juga level support dan resisten yang cukup di hargai di masa lalu, maka itu bisa menjadi alasan yang kuat untuk open posisi pada level tersebut.

Area support dan resisten kuat yang sangat di hargai di masa lalu disebut juga dengan Key Level. Key level ini sampai kapanpun akan tetap di hargai.

Apalagi jika Key Level tersebut menumpuk jadi satu dengan level Fibo, maka bisa jadi itu adalah level dimana harga akan memantul.

  1. Kombinasi Fibo level dan MA

Ma juga bisa digunakan sebagai konfirmasi tambahan. Jika level fibo yang sedang kita amati ternyata juga bersamaan dengan MA 200 maka bisa jadi itu adalah level kuat tempat di mana harga akan memantul.

trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level

Kalian bisa sesuaikan periode MA dengan pengalaman kalian sendiri. Atau kalian bisa menggunakan crossing MA sebagai filter tambahan. Semua itu bebas kalian lakukan dan lakukan penelitian sendiri.

Berikut ini akan kita bahas salah satu cara trading dengan menggunakan indikator Fibonacci Retracement. 

Teknik ini saya sebut dengan “Trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level + Analisa Multi Timeframe” (POSISI SELL)

Langkah #1 : Tarik Garis Fibonacci Dari Swing High ke Swing Low Terjauh

trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level

Yang harus kalian lakukan pertama adalah tarik garis Fibonacci Retracement dari Swing High ke Swing Low terjauh yang bisa kalian lihat pada chart.Kenapa bukan swing terdekat ?

Karena jika kita hanya menarik Fibo dari dan ke swing terdekat kita tidak akan menemui banyak key level di sana. Dan teknik kombinasi ini akan sulit kita terapkan.

Jadi, tujuan kita menarik garis Fibo secara lebar dan jauh adalah kita ingin menemukan ada banyak key level di antara level 0 dan 1 Fibonacci Level.

Langkah #2 : Tandai Key Level Di Sekitar Level Fibo

trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level

Langkah kedua, setelah kita menarik garis Fibo adalah tandai beberapa Key Level terbaik di antara level fibo tersebut. Jika menemukan adanya tumpukan antara garis Key Level dan Fibo Level, itu bagus.

Tapi jika tidak juga tidak apa-apa.

Jika terjadi tumpukan key level dan Fibo level, berarti itu adalah level yang cukup kuat dan biasanya akan terjadi pantulan pada level tersebut.

Tumpukan antara level fibonacci dan key level bukanlah tanpa kita boleh entry hanya di situ. Di sini kita hanya akan entry pada key level yang berada di sekitar level fibo.

Langkah #3 : Amati Pada Timeframe Kecil, Jika Terjadi Reversal Pattern, Itu Saatnya Entry

trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level

Setelah area tempat zona Keylevel dan Fibo level. Langkah selanjutnya, kita tinggal menunggu harga menyentuh zona tersebut.

Setelah harga menyentuh zona tersebut, kita lihat pada timeframe kecil, lalu kita lihat reaksinya pada timeframe kecil tersebut.Jika ditemukan pola / pattern reversal dalam timeframe kecil tersebut itu adalah tanda yang valid untuk kita melakukan entry.

Beberapa pola pattern yang bisa kita gunakan :

  1. Double Top atau Buttom
  2. Compression
  3. Diamond
  4. Head and Shoulder
  5. Engulfing
  6. Triangle
  7. Dsb

Kalian bisa memilih 1-2 pola saja yang menurut kalian paling memiliki akurasi yang tinggi. Karena jikankalian gunakan semua, yang ada kalian malah bingung sendiri.

Langkah #4 : Pasang SL Sedikit Di Bawah Level Fibo Terdekat

trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level

Setelah entry dilakukan , langkah pertama adalah menentukan target resiko.

SL akan kita pasang sedikit di atas swing high.

Langkah #5 : Pasang TP Pada 1 Atau 2 Level Fibonacci Selanjutnya

trading Menggunakan Fibonacci Level dan Key Level

Tak kalah penting, setelah menentukan batas resiko kerugian. Menentukan target TP juga harus teliti. Jika terlalu kecil tidak baik terlalu besar takutnya tidak sampai tersentuh, jadi harus pas.

Untungnya kita bisa menggunakan Level Fibo juga sebagai penentu level TP. Kita bisa memasang TP pada 1 atau 2 level Fibo selanjutnya. Dengan begitu kita mempunyai gambaran yang jelas untuk Take Profit kita.

Kesimpulan

Indikator Fibonacci tercipta dari persamaan matematika yang ditemukan berabad-abad lalu. Dan setelah diteliti ternyata ratio-ratio dalam Fibonacci memiliki kesamaan dengan pola-pola alami yang terbentuk di alam, seperti tubuh manusia, daun, dll.

Dan ternyata jika kita amati level Fibonacci pada Indikator Fibonacci Retracement sering kali dihargai dan menjadi tempat harga memantul.

Hal ini lah yang kita manfaatkan untuk menciptakan suatu teknik trading sistem yang profitable. Tapi tentu kita tidak bisa menggunakan Fibo level sendiri, kita perlu mengkombinasikannya dengan teknik ataupun indikator lain.

Ini adalah indikator yang sangat banyak digunakan para trader, dan kalian sangat perlu untuk mempelajari indikator ini.

Mengutip quotes dari seorang Anonim :

“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”


1 Comment

Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses – Trianto Adi · January 30, 2025 at 1:31 pm

[…] Fibonacci dan Key Level […]

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *