Strategi Scalping Dengan Indikator TDI
Pada strategi trading kali ini kita akan menggunakan TDI sebagai alat bantu kita dalam melakukan scalping. Apa itu scalping ?
Scalping adalah strategi trading yang memanfaatkan pergerakan jangka pendek dari harga.
Trading dengan teknik scalping biasanya dilakukan kurang dari satu hari. Artinya rata-rata para scalper (Pelaku scalping) membuka order dan menutupnya kembali dalam hitungan jam.
Kelebihan scalping adalah kita bisa merasakan sensasi profit setiap hari. Cocok bagi anda yang memililki banyak waktu luang.
Tapi kekurangannya adalah menyita banyak sekali waktu dan tenaga untuk mantengin chart setiap jam-nya.Dan bagi kalian yang belum matang secara mental & psikologi lebih baik jangan mencoba teknik ini.
Sementara, bagi yang sudah sangat matang secara mental mereka bisa “menari” bersama harga.
Sejarah Indikator TDI
Indikator TDI pertama kali muncul di awal tahun 2000-an. Diciptakan oleh Dean Malone dan hanya disediakan untuk member premiumnya di CompassFx milik Dean Malone.
Indikator ini sempat menghilang, sampai akhirnya ada orang yang menciptakan ulang indikator ini untuk bisa dinikmati semua kalangan. Dan bukan hanya kalangan member premium milik Dean Malone.
Indikator TDI menjadi sangat populer ketika akun di tradingview bernama LazyBear menggunakannya sebagai alat analisa yang efektif.
Seorang bernama akun Eric alias eelfranz “Big E” juga ikut mempopulerkan indikator ini. Sampai Eric meninggal beberapa tahun lalu.
Tapi orang-orang yang tertarik dengan strateginya coba menghidupkan strategi tersebut kembali. Dan akhirnya, kita bisa menikmati indikator TDI dengan gratis sekarang.
Apa Itu Indikator TDI ?
Sekilas, indikator TDI memang terlihat kompleks dengan banyak garis. Tapi sebenarnya, TDI hanyalah 4 garis indikator yang digabung dalam satu jendela tampilan.
Keempat garis tersebut antara lain :
- RSI (Periode 13) : Garis hijau
- Moving Average periode 7 dari nilai RSI (garis hijau) : Garis merah
- Bollinger Bands Volatility (Periode 34) : Garis biru
- Moving Average Middle Bollinger Bands (MA periode 34) :Garis Kuning
Atau dengan bahasa lain :
- Garis hijau biasa disebut RSI Line
- Garis merah biasa disebut Signal Line
- Garis biru biasa disebut Bollinger Bands Line (BB Line)
- Garis kuning biasa disebut Base Line

Fungsi Tiap Garis Pada Indikator TDI
Garis hijau : Garis hijau adalah garis MA periode 2 yang dibuat berdasarkan garis RSI periode 13. MA tersebut dibuat untuk melihat momentum jangka pendek.
Garis merah : Garis merah adalah MA periode 7 yang dihitung dari nilai RSI periode 13. Perpotongan antara garis merah dan hijau bisa diartikan sebagai sinyal untuk entry maupun exit pada market.
Garis biru : Garis biru yang berjumlah 2 adalah melambangkan volatilitas harga. Berada di atas dan di bawah harga sama dengan indikator Bollinger Bands. Semakin lebar jarak 2 garis biru melambangkan volatilitas yang makin besar.
Garis kuning : Adalah garis MA dengan periode 34, berfungsi untuk mengetahui tren harga secara umum. Jika harga di atas garis maka uptren, sebaliknya maka downtren.
Tipe-Tipe Indikator TDI
Indikator TDI yang saat ini sedang kita bahas adalah indikator TDI Standard tahun 2005.
Sementara di kalangan para trader ada banyak indikator TDI yang sudah diubah dengan berbagai macam modifikasi.
Modifikasi yang dilakukan biasanya ada pada periode atau bagian kecil saja. Berikut beberapa indikator TDI yang tersebar di pasaran :
- Standard TDI 2005
- Synergy Pro TDI 2012
- TDI Pro 2016
Maka dari itu sebenarnya setingan periode pada indikator ini bisa diubah sesuai selera kita. Tapi tentu, sebelum merubahnya kita harus mengetahui cara kerja dari indikator TDI ini terlebih dahulu.
Menggunakan Indikator TDI Tanpa Menginstall TDI (Versi Standard)
- Pasang indikator RSI dengan periode 13. Pastikan indikator RSI tersebut tidak terlihat.Caranya dengan mengubah warnanya sama dengan warna backgroud chart kita.
Tujuannya adalah karena indikator RSI ini tidak mewakili garis TDI manapun. Tapi fungsinya penting karena sebagai dasar rumus perhitungan garis yang lain dalam indikator TDI.
- Pasang indikator SMA (Simple Moving Average) dalam satu jendela bersama indikator RSI . Setting periode 2 dan ubah warnanya menjadi hijau.
- Pasang lagi indikator SMA dalam satu jendela dengan indikator RSI. Kali ini setting periode 7 dan ubah warnanya menjadi merah.
- Lalu, masukkan indikator Bollinger Bands ke dalam satu jendela dengan RSI seperti tadi. Setting periodenya menjadi 34 dan ubah warna garis menjadi Biru.
- Pasang lagi indikator SMA ke dalam satu jendela dengan indikator RSI. Setting periodenya menjadi 34 dan ubah warnanya menjadi kuning.
Itu hanya kalian lakukan jika tidak memiliki indikator TDI yang siap pasang, kalian bisa langsung download secara free indikator TDI pada link di bawah ini, dan bisa langsung di aplikasikan di MT4 kalian masing-masing
Step by Step Strategi Trading Dengan Indikator TDI (Posisi BUY)
Langkah #1 : Tunggu Kondisi Ketika Garis Merah Break Garis Kuning Dari Bawah ke Atas

Garis kuning pada indikator TDI juga disebut juga baseline. Ini karena Garis kuning merupakan garis terpenting yang mendasari semua keputusan trading kita.
Garis kuning juga berfungsi sebagai indikator tren jangkan panjang. Kita harus melihat keselarasan antara tren jangka panjang dan pendek untuk trading di pasar.
Ketika garis merah berada di atas garis kuning, itu adalah tanda awal dimulainya tren naik. Dan bisa menjadi sinyal awal untuk mencari posisi BUY.
Langkah #2 : Pastikan Juga Garis Hijau Break Garis Kuning Dari Bawah ke Atas dan Pastikan Garis Merah Berada Di Bawah Garis Hijau Saat Melakukan Entry

Ketika garis kuning hijau berada di atas garis kuning, itu merupakan tanda awal terjadinya tren naik (dalam jangka pendek).
Seperti yang sebelumnya kita bahas, kita perlu mencari keselarasan antara tren jangka panjang dan pendek. Maka kita harus memastikan langkah ke-2 ini sebelum melakukan entry.
Langkah #3 : Open Buy Saat Closing Candle , Tepat Setelah Garis Hijau dan Merah Break Garis Kuning

Seperti yang kita bahas pada langkah #2, tetap pastikan bahwa saat melakukan entry posisi garis merah berada di bawah garis hijau.
Setelah langkah 1 dan 2 kita lakukan maka fix itu adalah sinyal BUY. Saat yang tepat untuk melalukan entry buy adalah ketika closing candle tepat setelah 2 syarat di atas terpenuhi.
Langkah #4 : Letakkan SL Sedikit Di Bawah Swing Low Terdekat

Jangan lupa untuk meletakkan SL sedikit di bawah swing low terdekat, ini adalah posisi yang paling aman.
Atau sebagai cara tambahan, kita bisa mencari terakhir kali garis merah dan kuning berpotongan. Biasanya akan terbentuk swing low di sana, lalu kita bisa menempatkan SL sedikit di bawah swing low tersebut.
Langkah #5 : Letakkan TP 2X Nilai SL atau Tunggu Ketika Garis Merah dan Hijau Memotong Garis Kuning Dari Atas Ke Bawah

Kita bisa menggunakan Risk to Reward 1 : 2 pada strategi ini. Itu berarti kita mengatur nilai TP dua kali dari nilai SL kita.
Atau cara kedua agar tidak terlalu kaku, kita bisa menunggu ketika garis merah dan dan hijau memotong garis kuning dari atas ke bawah. – Itu untuk TP1
Atau tunggu ketika garis hijau dan kuning menyentuh lower band (garis biru ). – Itu TP2
Kesimpulan : Strategi Trading Dengan Indikator TDI
Indikator TDI (Trader Dynamic Index) memiliki kemampuan untuk mendeteksi peluang secara real time. Biasanya para Trader menggunakan ini untuk aktifitas scalping mereka (trading cepat).
Meskipun begitu indikator TDI juga tetap bisa digunakan untuk trading jangka panjang. Karena TDI termasuk indikator yang cukup komplit, di dalamnya kita bisa mendeteksi momentum, arah tren, dan volatilitas harga, hanya dengan sekali lihat.
Indikator TDI ini sangat cocok bagi anda yang masih mengalami kebingungan dalam trading, dan belum menemukan teknik yang cocok. Teknik trading dengan indikator TDI ini meskipun sederhana tetapi sangat efektif bila digunakan dengan benar.
Bagaimanapun strategi trading yang diberikan hari ini bukan untuk ditelan mentah-mentah. Setidaknya kalian tahu alasan dibalik dibuatnya sistem ini. Cobalah pada demo akun dan tes selama beberapa bulan, jika hasilnya bagus kalian bisa mulai coba di real akun.
Saya selalu menggencarkan kampanye “Make Your Own Trading System !”, karena apa ? Kita boleh mencari referensi sebanyak-banyaknya, boleh mempelajari indikator sebanyak-banyaknya, tapi tetap tujuan kita adalah untuk mengembangkan trading sistem sendiri.
Karena trader yang hanya ikut-ikut tidak akan bisa sukses, karena dirinya mengandalkan orang lain untuk trading. Ketika teknik yang dia anut mengalami kegagalan, dia akan mencari teknik lain untuk dicoba, dan tidak pernah percaya pada diri sendiri dan tekniknya sendiri.
Mengutip quotes dari seorang Anonim :
“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”
1 Comment
Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses – Trianto Adi · January 30, 2025 at 1:39 pm
[…] Strategi TDI […]