Di artikel lain saya sudah pernah membahas tentang fungsi indikator ichimoku dan bagaimana menggunakannya untuk trading. Itu adalah pengetahuan umum yang banyak orang tahu.
Namun, pada kesempatan kali ini saya akan membahas 2 fungsi indikator ichimoku yang belum banyak orang tahu. Apa sajakah itu ? Mari simak artikel berikut.
Sedikit Tentang Indikator Ichimoku
Ichimoku Kinko Hiyo atau biasa dikenal dengan indikator ichimoku merupakan salah satu indikator yang paling terkenal di kalangan para trader. Indikator Ichimoku pertama kali diciptakan tahun 1968 oleh Goichi Hosoda.
Tapi popularitas indikator ini mulai merebak di era 1990-an. Lalu apa fungsi umum dari indikator ichimoku ? Dan apakah ada fungsi tersembunyi dari indikator ichimoku ini ?
Untuk fungsi umum ichimoku, sudah saya bahas pada artikel lain. Kali ini kita akan membahas fungsi tersembunyi yang tidak banyak trader mengetahuinya.
Banyak trader pemula, ketika pertama kali belajar ichimoku akan kebingungan. Karena banyaknya garis dalam satu indikator ini. Itu wajar, karena memang ada 5 garis dalam satu indikator ichimoku, dan masing-masing memiliki fungsinya masing-masing.
Pada artikel kali ini kita akan coba membahas satu persatu fungsi dari ichimoku ini, dan sekaligus akan kita terangkan apa fungsi tersembunyi ichimoku yang tidak banyak diketahui trader.
Periode Angka Pada Indikator Ichimoku
Di dalam indikator ichimoku, terdapat settingan default angka yaitu 9, 26, dan 52. Sebelum kita membahas tentang fungsi tersembunyi ichimoku, kita akan bahas makna di balik angka ini.
Sebenarnya, tidak ada orang yang tahu pasti apa makna ketiga default angka tersebut kecuali penciptanya sendiri tentu. Menurut beberapa ahli angka 9 adalah jumlah jam/hari, 26 adalah jumlah hari dalam 1 bulan, 52 adalah jumlah minggu dalam 1 tahun.
Itu adalah angka yang menampilkan market open pada kala itu. Saat ini, tentu hal itu tidak lagi berlaku. Kini, market hanya buka 8 jam/hari (stock market), 20 hari dalam 1 bulan,dan 48 minggu dalam 1 tahun.
Namun, hingga saat ini banyak trader yang masih menggunakan settingan default pada ichimoku, dan itu masih bekerja.
Sementara, jika anda ingin mengubah settingan default menjadi settingan yang anda inginkan, anda bisa dengan mudah mengubahnya melalui software MT4.

Mengukur Kekuatan Tren Dengan Awan
Banyak trader yang belum tahu, terutama pemula yang baru belajar ichimoku. Bahwa sebenarnya, kita bisa mengukur kekuatan tren dengan melihat awan ichimoku.


Awan pada ichimoku, sebenarnya hanyalah 2 MA yang dihitung dengan perhitungan khusus,jarak di antara keduanyalah yang kemudian menjadi awan ichimoku.
2 Garis MA yang membentuk awan ichimoku tersebut diberi nama Senkou A dan Senkou B.
Senkou A adalah hasil perhitungan (rata-rata) 2 buah MA yang dibuat menjadi 1 garis, kemudian dimajukan sebanyak 26 periode. 2 buah MA tersebut juga tertampil di ichimoku disebut dengan garis Tenkan Sen dan Kin Jun Sen.
Senkou B adalah garis MA dengan perhitungan khusus dengan periode 52. Yang kemudian dimajukan sebanyak 26 periode ke depan.
Jika kita bahas menggunakan rumus, maka akan lebih rumit lagi dan kebanyakan trader tidak akan paham.
Tapi secara intinya, pencipta indikator ichimoku berpendapat bahwa harga masa lalu akan berpengaruh pada harga saat ini. Dan harga saat ini akan bepengaruh pada harga masa depan.
Bisa kita ambil kesimpulan bahwa, awan ichimoku saat ini dihitung dari harga masa lalu, dan awan ichimoku masa depan dihitung dari harga saat ini.
Sekarang kita akan mulai masuk ke pembahasan intinya, apa fungsi tersembunyi indikator ichimoku yang banyak tidak disadari ?
Rahasia 1 : Mengukur Kekuatan Trend Dengan Awan Masa Depan
Awan atau kumo dalam bahasa jepang memiliki banyak fungsi salah satunya adalah untuk mengukur kekuatan tren. Ya, kita bisa mengetahui kekuatan tren dengan awan masa depan.
Kebanyakan trader hanya menggunakan awan ichimoku untuk mengetahui arah tren.
Misalkan, jika harga berada di atas awan maka uptren, jika harga di bawah awan maka downtren, dan jika harga berada di dalam awan maka pertanda tren sideways.
Di sini kami akan tunjukkan, bahwa kumo atau awan ichimoku tidak hanya bisa digunakan untuk mengetahui arah tren, tetapi juga bisa kita gunakan untuk mengetahui kekuatan dari tren tersebut.
Kekuatan tren kami klasifikasikan dalam 6 jenis :
- Strong Bullish : Ketika awan masa depan bullish, senkou A dan senkou B mengarah ke atas.
- Medium Bullish : Ketika awan masa depan bullish, senkou A mengarah ke atas dan senkou B mendatar.
- Weak Bullish : Ketika awan masa depan bullish, senkou A mengarah ke bawah dan senkou B mendatar.
- Strong Bearish : Ketika awan masa depan bearish, senkou A dan senkou B mengarah ke bawah.
- Medium Bearish : Ketika awan masa depan bearish, senkou A mengarah ke bawah dan senkou B mendatar
- Weak Bearish : Ketika awan masa depan bearsih, senkou A mengarah ke atas dan senkou B mendatar



Lalu apa tujuannya mengetahui ke-6 klasifikasi tersebut ? Kita bisa gunakan itu sebagai trading rules kita, misalkan kita hanya akan trading ketika terjadi strong bullish ataupun strong bearish
Rahasia 2 : Mengukur Range Pergerakan Harga Dengan Awan Masa Lalu
Sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana awan masa depan bisa kita gunakan untuk mengetahui kekuatan tren. Tapi, masih ada satu rahasia lain dari awan ichimoku yang tidak banyak orang ketahui.
Yaitu, kita bisa mengukur range pergerakan harga dengan menggunakan awan masa lalu. Ini akan sangat penting bagi kita terutama untuk menentukan TP dan SL yang tepat.
Awan masa lalu, bisa kita gunakan untuk menemukan garis support dan resistan. Artinya level-level harga yang diciptakan awan masa lalu akan menjadi tempat memantulnya harga.
Tapi, tidak sama dengan menentukan garis support dan resistan pada umumnya, ketika menggunakan awan masa lalu, ada aturan yang harus kita ikuti antara lain :
Jika senkou B flat di masa lalu, maka akan menjadi support dan resisten yang kuat. Semakin panjang garis flat-nya mengindikasikan semakin kuat pula Support dan resistennya.
Jika senkou A membentuk puncak / lembah lancip di masa lalu, maka juga akan menjadi support dan resistan yang kuat. Semakin lancip puncak / lembahnya maka semakin kuat pula support dan resistannya.
Contoh
Pada senkou B rumus perhitungan yang dipakai adalah menghitung harga median dari 52 periode dan memajukannya sebayak 26 periode ke depan.
Apabila terjadi garis flat pada senkou B itu adalah pertanda bahwa di masa depan itu akan menjadi support / resisten yang kuat tempat memantulnya harga. Untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar berikut :
Sementara, pada senkou A rumus perhitungan yang dipakai adalah menghitung perbandingan median dari periode 26 dan 9. Saat garis senkou A membentuk lembah atau puncak yang tajam (pembalikan arah) biasanya dimasa depan harga akan menganggap itu sebagai support atau resisten yang kuat, sehingga harga akan memantul di area tersebut.


Kesimpulan
Sebenarnya jika kita mau mengulik lebih dalam lagi tentang indikator ichimoku ini tidak akan ada habisnya.
Masih banyak fungsi tersembunyi lain yang bisa kita pelajari. Ichimoku memang bukanlah indikator yang sederhana, terlebih bagi kalian yang masih pemula.
Tapi, sekali kalian menguasainya, akan sangat menyenangkan menggunakan ichimoku sebagai alat untuk menganalisa pasar.
Yang terpenting, kita harus selalu ingat bahwa semakin rumit sistem trading yang kita gunakan tidak akan menjamin hasil yang baik dalam trading kita. Sebaliknya, semakin sederhana sistem trading kita, juga tidak menjamin hasil trading kita akan buruk.
Semua tetap bergantung pada mental kita, psikologis kita, dan money management kita dalam menghadapai ganasnya ombak pasar.
Mengutip quotes dari seorang Anonim :
“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”
1 Comment
Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses – Trianto Adi · January 30, 2025 at 1:33 pm
[…] Fungsi Tersembunyi Ichimoku […]