Apa Itu Strategy Trading Triple Screen ?

Alexander Elder adalah orang yang mempopulerkan strategi trading triple screen. Yaitu strategi yang menggabungkan 3 layar dengan fungsi yang berbeda.

Dr. Alexander Elder adalah seorang penulis buku terlaris “Trading for Living” yang di dalamnya terdapat strategi 3 layar (Triple screen).

Dimana strateggi tersebut menggunakan 3 layar untuk memantau pergerakan harga.Dan masing-masing layar menunjukan Timeframe yang berbeda.

Di dalamnya terdapat indikator oscillator dan indikator tren yang dikombinasikan untuk hasil terbaik.

Pada kesempatan ini kita akan coba membedah seperti apa strategi trading yang diciptakan oleh Alexander Elder ini. Semoga bisa menambah pengetahuan kalian dalam dunia trading.

Kelebihan Strategi Trading Triple Screen

Kebanyakan trader biasanya hanya menggunakan 1 timeframe untuk memantau harga dan mencari posisi entry. Menggunakan 1 timeframe sebenarnya sudah cukup untuk mengambil keputusan dalam trading asal caranya jelas.

Hanya saja, menggunakan beberapa timeframe bisa mengurangi terjadinya salah analisa. Karena biaasnya kita terburu-buru dalam menganalisa dan tidak melihat gambaran besar dari pergerakan harga.

Dengan menggunakan multi timeframe juga mengurangi konflik yang sering terjadi antar indikator. Yang mana, biasanya sering terjadi konflik antara indikator tren dan oscillator.

Lebih Jelas Tentang Strategy Trading Triple Screen 

Seperti namanya, strategi trading triple screen menggunakan 3 layar yang diterapkan setiap kali kita menganalisa pasar.

Tiga layar yang digunakan Alexander Elder bisa diringkas sebagai berikut :

  1. Layar pertama : Digunakan untuk mengetahui bias dalam trading. Di sini kita menggunakan Timeframe besar untuk mengetahui arah tren jangka panjang. Jika tren naik makan kita hanya akan mencari posisi buy, sebaliknya jika tren sedang turun kita hanya akan mencari posisi sell.
  1. Layar kedua : Digunakan untuk mengaplikasikan indikator teknikal untuk mencari untuk mencari kondisi retracement dari harga. Misalkan tren sedang naik, maka kita akan menunggu harga sampai retrace turun, untuk membuka posisi pada level harga terbaik.
  2. Layar ketiga : Digunakan untuk mengetahui posisi yang tepat untuk entry. Yaitu dengan menggunakan Timeframe kecil untuk mengetahui kondisi breakout setelah terjadinya retracement tadi. Saat itulah saat yang tepat untuk melakukan open posisi.

Dengan penjelasan seperti di atas, sebenarnya bisa kita simpulkan bahwa teknik triple screen dari Alexander Elder ini sama dengan konsep analisa multi timeframe yang lebih diperjelas tentunya.

Maka penjelasan di atas bisa kita ringkas sebagai berikut :

  • Layar 1 sebagai Timeframe Besar
  • Layar 2 sebagai Timeframe Medium
  • Layar 3 sebagai Timeframe Kecil

Di dalam bukunya, Alexender Elder memberikan nama pada setiap layar yang iya analisa setiap kali trading yaitu :

  • Longterm-trend : Disebut sebagai arus pasang (Tide)
  • Mediumterm-trend : Disebut sebagai gelombang (Wave)
  • Shortterm-trend : Disebut sebagai riak (Ripple)

Bagaimana Cara Menggunakan Strategi Trading Triple Screen ?

Untuk mempelajari strategi trading Triple Screen dari Alexander Elder ini kita perlu mengetahui fungsi dan kegunaan dari setiap layar dari strategi ini. Mari kita mulai…

First Screen (Layar Pertama) : Strategi Trading Triple Screen

Menurut Alexander Elder layar pertama berfungsi untuk mengetahui gambaran besar harga sebelum kita melakukan trading. Oleh karena itu, di sini kita menggunaka Timeframe yang lebih besar dari Timeframe yang kita gunakan untuk entry posisi.

Misalkan timeframe pilihan anda untuk trading adalah daily. Maka kita bisa melihat timefram weekly terlebih dahulu untuk melihat gambaran harga dan tren jangka panjangnya.

Ini lah yang disebut Alexander Elder sebagai Tide (Arus pasang). Sebelum berselancar, kita perlu melihat arus pasang laut, apakah ini saat yang tepat untuk berselancar atau tidak.

Second Screen (Layar Kedua) : Strategi Trading Triple Screen

Dr. Alexander Elder dalam sistem trading triple screen memiliki aturannya sendiri dalam analisa multitimeframe. Ketika di layar pertama kita menggunakan timeframe Weekly untuk melihat gambaran besar harga.

Selanjutnya, di layar kedua kita akan menggunakan timeframe daily untuk mencari peluang entry.

Ketika kita memutuskan untuk berselancar, langkah selanjutnya tinggal menunggu wave (gelombang). Kita siap untuk memasuki gelombang pasar !

Di layar pertama, kita menggunakan moving average untuk mendeteksi tren jangka panjang naik atau turun. Ketika kita sudah tahu akan melakukan buy misalnya, melalui bantuan moving average.

Selanjutnya, di layar kedua melalui bantuan indikator oscillator kita akan mencari kondisi retracement atau kapan gelombang turun. Di saat itulah kita akan membeli, yaitu di posisi terbaik dari harga.

Third Screen (Layar Ketiga) : Strategi Trading Triple Screen

Layar ketiga pada strategi Triple screen ini berfungsi sebagai layar eksekusi.  Dengan kata lain, pada layar ketiga ini kita akan mencari posisi terbaik dengan tingakat probabilitas yang tinggi. Yaitu saat harga mengalami breakout.

Jika sebelumnya kita menggunakan timeframe Weekly – kemudian Daily – Sekarang kita menggunakan H4. Ketika layar 1 dan 2 sudah menunjukkan indikasi untuk sell atau buy. Di layar 3 ini kita tinggal menunggu sampai harga mengalami breakout support atau resisten.

Sampai akhirnya kita dapat melakukan entry posisi di saat yang terbaik dan dengan probabilitas tertinggi.

Aturan Dalam Menggunakan Analisa Multi Timeframe

Dr. Alexander Elder memiliki aturan khusus dalam menggunakan teknik analisa multitimeframe.

Artinya, kita tidak bisa seenanaknya asal menggunakan Timeframe dalam setiap analisa kita. Aturan yang diterapkan Alexander Elder menggunakan faktor pembagi 4 sampai 6.

Artinya setiap kali downgrade Timeframe kita, kita bisa membaginya dengan 4,5, atau 6. Misalkan di layar pertama kita menggunakan timeframe Daily (24 jam), maka di layar kedua kita bisa membaginya dengan 6,maka kita akan menggunakan timeframe H4.

Lalu misalkan, kita akan mencari timeframe untuk layar ke-3.  Kita bisa membagi H4 dengan 4, maka ketemulah timeframe H1.

Itu artinya kita bebas mau membagi setiap timeframe kita dengan faktor pembagi 4,5, atau 6.

*Note : Ketika kita tidak menemukan timeframe yang kita inginkan setelah dibagi dengan faktor 4,5, atau 6, kita bisa menggunakan timeframe terdekat.

Teknik Trading Triple Screen

Berikut adalah ringkasan sederhana dalam memilih timeframe untuk setiap layar trading kita, sehingga kita bisa menggunakannya sebagai patokan :

Step by Step Strategi Trading Triple Screen Oleh Alexander Elder

Salah satu ciri sistem trading triple screen adalah kita tidak dapat mendapatkan sinyal langsung yang jelas dari indikator. Kita harus melakukan analisa multi timeframe sampai akhirnya membuka posisi.

Ciri lainnya adalah bahwa strategi ini tidak terikat oleh indikator manapun. Anda bisa menggunakan indikator anda sendiri untuk setiap layarnya, asalkan fungsi dan tujuannya sama.

Trading Untuk Mencari Posisi BUY Dengan Strategi Triple Screen 

Menurut Alexander Elder momen terbaik untuk entry adalah ketika harga sedang berada pada tren-nya dan kemudian harga mengalami retracement, di situlah saat yang tepat untuk entry.

Misalkan ketika harga sedang uptren, maka kita akan menunggu harga mengalami retracement turun, dan saat itulah kita ambil posisi buy.

Sebaliknya ketika harga sedang downtren, maka kita akan menunggu harga mengalami retracement naik, dan saat itulah kita ambil posisi sell.

Layar 1

Sebagai contoh misal, di sini kita akan gunanakan timeframe Daily pada layar 1. Untuk mengetahui arah tren kita akan gunakan indikator Moving Average dengan periode 200. 

Kita tarik garis vertikal berwarna merah, ketika pertama kali tren berganti dari downtren ke uptren. Tujuannya sebagai tanda agar ketika berganti timeframe kita tidak kehilangan jejak waktu.

Untuk mencari posisi Buy, kita harus melihat apakah harga sedang diatas garis MA 200 atau tidak ?

Jika ya, maka kita bisa pindah ke layar 2 untuk mengkonfirmasi sinyal buy.

Layar 2

Teknik Trading Triple Screen Oleh : Alexander Elder

Tidak sulit untuk mencari konfirmasi sinyal buy/sell pada layar 1, karena batasnya hanyalah apakah harga ada di atas atau di bawah harga.

Yang lebih menantang, adalah mencari titik sinkron antara layar 1 dan layar 2. Artinya ketika layar 1 sudah menunjukkan sinyal buy, maka layar 2 juga harus mengkonfirmasi telah terjadinya retracement dari oversold menjadi uptren.

Jika di layar 1 kita menggunakan timeframe daily, maka di layar 2 ini kita akan gunakan timeframe H4. Di sini, kita akan gunakan indikator MACD .

MACD tergolong sebagai indikator oscillator momentum, kita akan mencari momentum yang tepat untuk membeli. Caranya, kita tunggu MACD mengalami kondisi oversold.

Yaitu ketika kedua garis MACD membentuk lembah, dan akan bergerak naik ke atas. Ketika akan bergerak naik ke atas, kita tunggu histogram hijau muncul.

Dan selanjutnya kita bisa menunggu signal terakhir dari layar ke-3 untuk konfirmasi terakhir.

Kita menunggu hingga histogram kedua terbentuk, selanjutnya kita tinggal mencari final confirmation dari layar 3. 

Tandai dengan garis vertikal berwarna biru.

*Note : Dr. Alexander Elder merekomendasikan untuk menggunakan force index atau oscillator momentum lain sebagai penguat konfirmasi.

Contoh indikator oscillator lain : Force Indeks, RSI, ATR, Momentum,Stochastic,dll

Dan saya sarankan memang, dalam layar 2 ini kalian menggunakan 2 konfirmasi sekaligus. Artinya, jangan hanya gunakan sinyal konfirmasi dari MACD, tapi juga gunakan sinyal confirmasi dari RSI, ATR,Momentum,dll.

Jika kalian hanya menggunakan 1 konfirmasi, akibatnya adalah akan bertemu dengan banyak false signal. Dengan kata lain kalian akan lebih sering mengalami loss.

Layar 3

Teknik Trading Triple Screen

Selanjutnya, kita hanya perlu mencari konfirmasi terakhir. Di layar 3 ini kita akan menggunakan timeframe H1. 

Untuk mencari konfirmasi terakhir, kita akan menggunakan indikator yang sedikit tidak biasa yaitu Know Sure Thing (KST). Indikator apa itu dan bagaimana sejarahnya akan kita bahas pada artikel lain.

Cara mencari konfirmasinya cukup mudah, kita akan menunggu indikator KST memotong ke atas garis nol. Indikator KST ini cukup baik untuk digunakan untuk mencari ledakan breakout pada harga.

Tandai perpotongan garis KST dengan sumbu 0 dengan garis vertikal hijau.

Hal positif yang mungkin anda dapatkan adalah, anda bisa mengikuti arus breakout tersebut, dan mendapatkan profit bahkan ketika baru saja membuka posisi.

Kesimpulan : Teknik Trading Triple Screen Oleh Alexander Elder

Bagi anda yang pemula yang menyukai trading sistem menggunakan indikator, dan sedang bingung mencari teknik analisa yang cocok, maka strategi trading triple screen ini patut anda coba.

Strategi trading ini tidak terlalu kaku karena kita bebas menggunakan indikator apapun asalkan memiliki kesamaan konsep. Juga tidak terlalu sederhana karena menggunakan analisa berbasis multi timeframe, sehingga sinyal trading yang dihasilkan cenderung lebih akurat.

Penting, menurut Alexander Elder, satu-satunya hal terpenting untuk memastikan keuntungan anda untuk jangka panjang adalah Jurnal Trading yang anda buat. Jika anda belum pernah membuatnya, itu adalah kesalahan besar.

Dalam trading kita tidak hanya belajar dari kemenangan, tetapi pola kekalahan pun bisa menjadi pelajaran. Oleh karena itu sangat penting bagi anda untuk konsisten dalam menulis jurnal trading.

Mengutip quotes dari seorang Anonim :

“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”


1 Comment

Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses – Trianto Adi · January 30, 2025 at 1:38 pm

[…] Strategi Triple Screen […]

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *