Biasanya para trader akan mencari reversal atau awal tren untuk melakukan trading dan hanya akan ‘wait and see’ ketika market sedang sideways.
Market sedang sideways sebenarnya adalah dikarenakan antara buyer dan seller sedang melakukan konsolidasi untuk menentukan arah harga selanjutnya.
Dan terkadang konsolidasi tersebut bisa memakan waktu lama .
Indikator Yang Dibutuhkan
Dalam kondisi konsolidasi antara buyer dan seller harga mengalami kondisi yang disebut equilibrium (titik keseimbangan) atau biasa kita sebut kondisi sideways.
Saat kondisi tersebut terjadi biasanya strategi trader dengan memanfaatkan kondisi overbought/oversold akan menjadi sangat efektif.
Ini biasanya disebut dengan strategi “Mean Reversion”. Mean berarti rata-rata, reversion berarti berbalik. Maka “Mean Reversion” berarti berbalik ke harga rata-rata. Harga biasanya akan cenderung berbalik ke rata-rata harga.
Untuk memudahkan kita menghitung harga rata-rata dan mengetahui kapan harga melewati harga rata-rata tersebut (Kondisi overbought dan oversold).
Akan lebih mudah jika kita menggunakan bantuan indikator. Beberapa indikator terbaik yang akan kita gunakan antara lain :
- Indikator RSI : Dapat digunakan untuk membaca kondisi overbough/oversold ekstrim
- Bollinger Bands : Fungsi MA dan standar deviasi BB dapat kita gunakan untuk mengetahui volatilitas harga
- Moving Average : Sebagai filter tambahan untuk memperkuat akurasi

Penjelasan Strategi Pada Market Sideways
Bollinger Bands merupakan salah satu indikator terbaik untuk market sideways.
Dalam percobaan singkat yang kita lakukan pada market sideways, BB menunjukkan sedikit sekali sinyal false. Sinyal buy maupun sell pada kondisi sideways cukup akurat.
Tapi tentu kita tidak bisa percaya hanya dari 1 indikator. Indikator kedua yang akan kita mintai bantuan adalah RSI.
RSI merupakan indikator terbaik untuk mengatahui sebarapa jenuh harga (kondisi overbought/oversold) .
RSI lebih fleksibel karena bisa digunakan pada market sideways atau pun trending. Tinggal memilih indikator apa yang digunakan sebagai pendamping RSI.
Karena di sini kita menggunakan RSI untuk mendampingi indikator BB, maka market sideways adalah kondisi terbaik untuk mencari sinyal trading.
RSI di sini hanya akan kita gunakan sebagai filter, apakah yang dikatakan BB valid atau tidak.
Maka kita tidak akan menggunakan default periode dari RSI yaitu 14. Akan kita ubah menjadi periode 2.
Tentu dengan periode 2 akan banyak false signal jika kita menggunakan RSI sebagai indikator utama. Tetapi karena indikator utama yang kita gunakan adalah BB, dan RSI di sini hanya berfungsi sebagai filer tambahan.
RSI periode 2 saya kira cukup sebagai validator dari sinyal indikator BB.
Terakhir, indikator yang kita gunakan juga sebagai filer / validator adalah MA 10 dan MA 200. Kita hanya akan melakukan entry SELL jika MA 10 berada di bawah MA 200. Sebaliknya, kita hanya akan melakukan entry BUY jika MA 10 berada di atas MA 200.
Sekalipun 2 indikator yaitu BB dan RSI menunjukan sinyal entry, tapi jika kita tidak mendapat konfirmasi / validasi dari MA 10 dan MA 200 kita tidak akan melakukan entry BUY maupun SELL.
Strategi Trading Pada Market Sideways + Kombinasi 3 Indikator
Step by Step Strategi Trading Pada Market Sideways + Kombinasi 3 Indikator (Posisi Buy)
Langkah #1 : Pastikan Harga Menyentuh Garis Lower Dari Indikator BB (Dan Memantul) Mem-Breakout Garis MA Tengah BB

Untuk memasang posisi Buy, konfirmasi pertama yang ditunggu adalah harga menyentuh garis lower BB dan memantul mem-break garis MA tengah BB.
Harga yang menyentuh (atau bahkan di luar) garis lower band, mengindikasikan bahwa harga sudah diluar ‘range deviasi’ atau harga mengalami kondisi oversold.
Sehingga kita dapat mencari signal Buy dengan menunggu konfirmasi berikutnya.
Jarak antara harga menyentuh lower BB dengan harga breakout garis MA tengah BB sebaiknya tidak lebih dari 10 candle. Karena itulah disebut pantulan.
Dan juga, pastikan candle yang mem-break garis tengah MA adalah candle marubozu yang panjang. Kalian bisa menetapkan standard kalian sendiri misalkan candle harus sepanjang berapa pips.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar.
Langkah #2 : Pastikan Garis RSI Sedang Berada Di Level 50-70

Konfirmasi selanjutnya selain BB adalah, pastikan indikator RSI sedang berada di level 50-70.
Ini merupakan konfirmasi tambahan bahwa RSI memberitahu kita sedang terjadi penerusan tren naik. Sehingga kita bisa memanfaatkan itu untuk mengikuti arus trend.
Langkah #3 : Pastikan Garis MA 10 Berada Di Atas Garis MA 200

Konfirmasi terakhir adalah, pastikan bahwa tren jangka pendek sedang dalam kondisi uptren. Cara mendeteksinya adalah bahwa MA 10 sedang berada di atas MA 200.
Jadi posisi Buy hanya boleh kita lakukan ketika 3 indikator (BB, RSI, dan MA) megkonfirmasi sinyal buy seperti yang dijelaskan di atas.
Langkah #4 : Pasang SL Sedikit Di Bawah Swing Low Terakhir

Selanjutnya, kita bisa memasang SL di bawah swing low terakhir. Jangan terlalu mepet karena harga bisa saja melebar karena swap.
Langkah #5 : Take Profit Ketika Harga Menembus Middle Band atau Menyentuh Lower Band
Terakhir , cara menentukan TP yang pertama, kita bisa memasang TP minimal 1:1 atau 2:1 dengan SL kita. Sehingga kita tidak membutuhkan akurasi terlalu tinggi untuk dapat profit di akhir.
Atau, kita juga bisa Closing Profit manual, dengan cara menunggu MA 10 crossover dengan MA 200 dari atas ke bawah.Itu adalah tanda adanya perubahan tren.
Atau, yang kedua kita bisa menunggu harga menyentuh garis middle BB. Itu adalah garis yang dianggap resisten oleh harga.
Terserah kalian mau pilih cara yang mana.
*Note : Posisi Sell sama seperti di atas dan tinggal dibalik saja secara logika
Kesimpulan
Dalam mempelajari strategi, ini setidaknya kalian harus memahami prinsip kerja 3 indikator sekaligus. Yaitu BB, RSI, dan MA.
Semuanya saling berkombinasi menjadi suatu strategi trading yang cukup bisa diandalkan. Tentu, beberapa hal bisa kalian modifikasi jika kalian mungkin menemukan cara yang lebih baik.
Tapi setidaknya kalian sudah melakukan testing dengan menggunakan demo akun selama beberapa bulan. Sebelum akhirnya mengetahui letak kelemahan ataupun kelebihan strategi ini.
Mengutip quotes dari seorang Anonim :
“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”
1 Comment
Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses – Trianto Adi · January 30, 2025 at 1:31 pm
[…] Kombinasi 3 Indikator […]