Setiap trader memang sudah seharusnya menciptakan trading sistemnya sendiri.

Tapi tentu dalam menciptakan trading sistem kita perlu mengerti fungsi dari indikator yang digunakan. Atau cara yang lebih mudah adalah dengan melihat referensi dari trading sistem lain.

Beruntungnya, kali ini saya akan membagikan trading sistem sederhana yaitu strategi trend following dengan indikator ADX dan Momentum.

Pengertian Dan Fungsi Indikator ADX

ADX adalah singkatan dari Average Directional Index.Mendeteksi seberapa kuat trend yang sedang berlangsung adalah keterampilan yang harus dimiliki treder.

Indikator ADX ini akan membantu kita mendeteksi kapan trend kuat dan lemahnya.

Dengan mengetahui kapan arus besar datang, akan memudahkan kita menyiapkan dayung dan perahu untuk mengikuti arus besar tersebut.

Di Dalam Indikator ADX

ADX divisualisasikan dengan garis tunggal yang bergerak dari level 0 ke 100.Periode standar yang dipakai ADX adalah 14, dan bisa diganti.

Untuk perhitungannya sendiri indikator ADX mengacu pada indikator DMI (Directional Movement Index). Dengan menghitung selisih jarak antara garis D+ dan D- .

Dalam indikator ADX biasanya juga terdapat visualisasi garis D+ dan D- untuk membantu kita dalam membaca harga dan sebagai filter tambahan.

Perhitungannya tidak akan saya jelaskan di sini karena akan terlalu rumit.

Intinya adalah indikator ADX akan memvisualisasikan seberapa kuat tren akan turun dan naik. Bukan menggambarkan arah tren, tetapi kekuatan tren.

Ketika ADX bergerak di atas level 25 ini menandakan kekuatan tren sedang naik,sedangkan ketika ADX bergerak di bawah level 25 ini menandakan tren lemah atau sedang dalam kondisi sideways.

Yang orang sering salah kira adalah indikator ADX ini menggambarkan arah tren. Ketika garis ADX bergerak naik, bukan berarti tren sedang naik.

Atau ketika ADX bergerak turun, bukan berarti tren juga sedang turun.

Yang benar adalah ketika garis ADX bergerak naik di atas 25 menandakan kekuatan tren sedang besar, bisa tren naik ataupun turun. Bahkan ketika tren turun indikator ADX tetap akan menampilkan garis keatas.

Trading Dengan ADX + Momentum Indikator

Aturan Umum Indikator ADX

Pertama, ketika ADX bergerak dari menembus level 25 dari bawah ke atas itu adalah tanda market sedang trending, ini adalah saat terbaik untuk mencari entry.

Ketika ADX semakin bergerak ke atas menandakan kekuatan tren semakin besar. Jangan salah baca, karena ADX tidak menunjukkan arah trend.

Kedua, ketika ADX bergerak di kisaran level di bawah 25 berarti market sedang sideways, dan ini bukanlah saat yang tepat untuk entry.

Ketiga, ketika ADX bergerak turun dari puncak menuju level 25 dan menembusnya, ini bukan berarti tren sedang turun dan menjadi sideways.

Sekali lagi indikator ADX tidak menunjukkan arah tren.

Ketika tren baik itu naik/turun menguat, ADX akan bergerak ke atas. Ketika tren baik itu naik/turun mulai melemah, ADX akan bergerak ke bawah.

Sekilas Tentang Indikator Momentum

Selain menggunakan indikator ADX untuk mengetahui kekuatan tren. Di sini kita juga akan menggunakan indikator momentum sebagai konfirmasi entry.

Trading Dengan ADX + Momentum Indikator

Indikator momentum adalah indikator yang paling tepat untuk mengetahui perubahan kecepatan dari suatu harga.

Cara perhitungannya adalah membandingkan harga saai ini dengan harga di sejumlah periode di masa lalu.

Indikator momentum (MOM) adalah jenis indikator oscillator yang dapat bergerak di atas dan di bawah level 0. Berbeda dengan indikator oscillator lain seperti RSI yang pergerakannya dibatasi sampai level 100.

Indikator momentum (MOM) bisa bergerak bebas hingga sangat liar di atas level 100. Semakin kuat momentum harga semakin tinggi indikator ini akan menembus level 100.

Ini memberikan kita gambaran yang lebih jelas tentang seberapa kuat sebenarnya momentum harga saat itu.

Step by Step Strategy Trend Following Dengan ADX + Momentum Indikator (BUY Position)

Langkah #1 : Tunggu Ketika Garis ADX Ada Di Atas Level 25

Trading Dengan ADX + Momentum Indikator

Hal pertama yang wajib kita lihat bukan apakah tren sedang naik atau turun. Tapi yang pertama kali kita cari adalah ketika ADX berada di atas level 25. Pada kondisi seperti ini menandakan bahwa tren sedang menguat entah itu uptren atau downtren.

Langkah #2 : Tunggu Ketika Garis D+ Di Atas level 25 Dan Di Atas Garis D-

Trading Dengan ADX + Momentum Indikator

Hal selanjutnya yang harus kita cari sebagai filter tambahan adalah pastikan bahwa garis D+ sedang berada di atas level 25 dan juga berada di atas garis D-. Ini adalah sebagai konfirmasi tambahan bahwa sedang terjadi momentum bullish.

Langkah #3 : Pastikan Bahwa Indikator Momentum Sedang Berada Di Atas Level 100

Trading Dengan ADX + Momentum Indikator

Selanjutnya konfirmasi terakhir adalah memastikan bahwa indikator momentum sedang berada di atas level 100. Jika kesemua syarat itu terjadi bersamaan, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan entry BUY.

Langkah #4 : Letakkan StopLoss Sedikit Di Bawah Swing Low Terdekat

Trading Dengan ADX + Momentum Indikator

Jangan lupa untuk memasang SL sebagai pengaman sedikit di bawah swing low terdekat jangan terlalu mepet agar tidak terkena spread yang melebar. Seberapa lebar SL kita juga sangat dipengaruhi oleh Timeframe dimana kita trading.

Semakin besar Timeframe semakin besar pula SL. Jadi pastikan SL kalian tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

Langkah #5 : TakeProfit Ketika ADX Memotong Level 25 Dari Atas

Trading Dengan ADX + Momentum Indikator

Takeprofit ideal sebenarnya minimal adalah 1:1 atau 1:2 dibandingkan SL. Tetapi kita juga bisa melihat garis ADX sebagai indikator apalah tren masih menguat atau tidak. Jika tren masih kuat kita bisa menahan posisi.

Tren mulai melemah ditandai dengan garis ADX yang mulai menurun. Saat garis ADX sudah memotong level 25 dari atas ke bawah itu adalah saat yang tepat untuk menutup posisi.

Sedikit Tambahan

Ini adalah saran yang optional, bisa kalian gunakan atau pun tidak. Jika hasil trading sudah menunjukkan hasil yang baik maka tidak perlu digunakan. 

Kalian bisa tambahkan filter tambahan berupa garis EMA 50. Jika harga berada di atas MA 50 maka kita baru bisa melakukan open Buy.

Jika harga berada di bawah level 50 maka kita baru bisa melakukan open SELL.

Kesimpulan

Setiap trader dianggap profesional apabila dia mampu menciptakan trading sistemnya sendiri dan mampu profit dari trading sistem tersebut.

Tidak ada trader profesional di manapun yang mendasari keputusannya dari ikut-ikut orang lain, apalagi group facebook.

Jadi bagi kalian, jadikanlah strategi trading ini sebagai referensi.

Setidaknya kalian bisa tahu bagaimana menggunakan setiap indikator sesuai dengan fungsinya. Kalian bisa mencobanya pada demo account dan melihat hasilnya.

Kalian bisa mempelajari rumus dibalik terciptanya indikator dan bisa mecari formula terbaik.

Lebih enak lagi kalau kalian bisa mempelajari programming untuk menguji setiap kombinasi indikator maupun variasi periode untuk mencari yang terbaik, bahkan mencari Pair terbaik untuk trading.

Semua itu bisa dipelajari. “Make Your Own Trading System”.

Mengutip quotes dari seorang Anonim :

“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”


1 Comment

Dari Nol Sampai Konsisten Profit: Perjalanan Menjadi Trader Sukses – Trianto Adi · January 30, 2025 at 2:57 pm

[…] Strategi ADX + Momentum […]

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *