Strategi Trading TPS, Apa Itu ?

Pada artikel kali ini , saya akan memperkenalkan sebuah strategi yang cukup profitable, dan cukup terkenal walaupun hanya di kalangan trader tertentu.

Ini disebut dengan strategi trading TPS. TPS adalah singkatan dari Time, Price, dan Scale yang diciptakan oleh Larry Connors.

Connors adalah adalah guru dari dunia trading dengan lebih dari 35 tahun pengalaman trading yang dapat kita pelajari ilmunya. Sepanjang artikel ini kita akan mempelajari tentang apa itu trading dengan metode TPS.

“High Probability ETF Trading: 7 Professional Strategies to Improve Your ETF Trading” karya Larry Connors.
Larry Connors.

Apa yang kita butuhkan untuk mempelajari metode tersebut, dan bagaimana cara menggunakan metode tersebut dalam kegiatan trading kita.

Sejarah Strategi Trading TPS

Sistem TPS pertama kali muncul dalam buku berjudul “High Probability ETF Trading: 7 Professional Strategies to Improve Your ETF Trading” karya Larry Connors.

Menurut penulis buku tersebut, TPS adalah strategi yang cukup akurat dan paling menguntungkan, jika anda tahu bagaimana cara menggunakannya dengan benar.

“High Probability ETF Trading: 7 Professional Strategies to Improve Your ETF Trading” karya Larry Connors.
“High Probability ETF Trading: 7 Professional Strategies to Improve Your ETF Trading” karya Larry Connors.

Apa itu ETF ? Pasti banyak dari kalian yang baru tahu. ETF adalah singkatan dari Exchange Traded Fund.

Singkatnya, ETF adalah kumpulan saham-saham yang diubah menjadi suatu instrumen baru dan dapat di perdagangkan layaknya di bursa saham.

Semacam reksadana, tetapi dapat diperdagangkan seperti layaknya saham. Dalam bukunya, Larry Connors memang menyebutkan bahwa teknik TPS sangat cocok jika digunakan pada instrumen ETF.

Tetapi Connors juga bilang, bahwa Strategi itu juga cocok jika diterapkan di market forex maupun saham sekalipun.Dan kita akan lebih bahas mendalam tentang trading forex saat ini.

Cara Kerja Strategi Trading TPS

Prinsip utama dari strategi trading TPS adalah membeli di saat harga terlemah dan menjual ketika harga terkuat. 

Meme Trading gampang
Meme Trading

Dengan harapan bahwa market akan melanjutkan tren nya dan kembali ke  harga rata-rata nya.Lalu indikator apa saja yang diperlukan untuk menggunakan strategi trading TPS ini ?

Strategi trading TPS menggunakan 2 indikator yaitu :

  • EMA periode 200, digunakan untuk menentukan arah tren
  • RSI periode 2, digunakan untuk menentukan kapan terjadi oversold / overbought

Trading Rules Strategi Trading TPS

Berikut adalah trading sistem dari Strategi TPS untuk posisi BUY :

Btw, di sini kita gunakan Timeframe Daily dalam trading kita ya..

Dan perlu diingat, bahwa teknik ini oleh penciptanya menggunakan teknik averaging down dan FULL MARGIN dalam aplikasinya.

Jika kalian mau mengikutinya pastikan gunakan uang dingin ! Dan tentunya kalian harus siap kehilangan seluruh modal kalian !

  1. Trading hanya dilakukan ketika harga berada di atas EMA-200
  2. RSI harus berada di kondisi oversold selama 2 hari berturut-turut (2 candle)
  3. Oversold berarti di bawah 25 dan overbought di atas 75
  4. Beli saat closing candle di hari ke-2, resikokan 10% dari modalmu
  5. Jika di hari ke-3 closing candle lebih rendah dari closing candle hari ke-2, beli lagi dengan resikokan 20% dari modalmu
  6. Jika closing candle malah lebih tinggi, jangan lakukan apa-apa, just wait and see.
  7. Jika di hari ke-4 closing candle lebih rendah dari closing candle hari ke-3, beli lagi dengan resikokan 30% dari modalmu
  8. Dan seterusnya 
Harga di atas MA 200
RSI oversold 2 candle berturut-turut
Entry di candle ke-3
Jika break low, persiapan average down…

Dalam kasus di atas , jika diteruskan kita bisa kita meresikokan 100% dari seluruh modal kita. Dan pada kasus di atas adalah penerapan jika kita trading dalam ETF. 

Sementara jika kita trading pada market forex dengan prinsip yang sama tentu penerapannya akan berbeda.

Inti dari strategi TPS tersebut adalah menggunakan average down untuk memaksimalkan keuntungan, tapi juga memiliki resiko yang tak kalah besar.

Kabar gembiranya, kita tidak harus meresikokan 100% dari modal kita, dengan teknik averaging down yang sama saya akan menyusun sebuah sistem money management dimana maksimal kita hanya akan rugi maksimal 10-20% dari modal kita.

Meme tradind full margin

Jika trading di market forex yang harus kita lakukan adalah :

  1. Hitung berapa pips SL, yaitu dari harga BUY ke level sedikit di bawah shadow candle ke-2
  2. Lalu hitung, berapa lot yang harus ditradingkan untuk resiko 1%, misalkan 0.01 lot
  3. Jika di hari ke-3, closing candle lebih rendah dari hari ke 2, kita akan buy lagi 0.02 lot
  4. Btw walaupun di sini kita menghitung SL, tapi kita tidak akan menggunakan SL di sini.
  5. Lalu Jika di hari ke-4, closing candle lebih rendah dari hari ke-3, kita buy lagi 0.03 lot
  6. Demikian seterusnya sampai modal kita habis, jika kita menggunakan FULL MARGIN.
  7. Jika kita hanya mau kehilangan 10% dari modal kita misal, kita harus selalu memantau pergerakan harga, jika harga sudah menggerus 10% modal, kita close all posisi.
  8. Selain manual , kita juga bisa menggunakan script coding untuk melakukan itu.

Intinya, kita tidak harus meresikokan 100% dari modal kita menggunakan teknik TPS ini. Dari namanya saja TPS adalah Time, Price, dan Scale. Dimana Scale berarti melipatgandakan. Dalam hal ini yang dilipatgandakan adalah keuntungan juga resikonya.

Jadi kita bisa mengatur sendiri resiko yang kita inginkan. Dan lebih baik aturlah resiko terlebih dahulu sebelum lebih banyak menghitung profit.

Kesimpulan

Larry Connors dalam bukunya menyebutkan bahwa ada ribuan variasi yang bisa kita gunakan dalam strategi trading TPS ini. Awalnya, strategi ini memang diciptakan untuk market ETF, namun kita juga bisa terapkan dalam market forex, terutama jika kondisi trending sedang terjadi.

Meme trading pakai otak jangan emosi

Larry Connors dalam bukunya juga menyebutkan bahwa strategi trading ini memang strategi trading jangka pendek. Dimana modal yang kita alokasikan memang modal yang harus siap kita untuk kehilangan.

Karena yang ditekankan di sini adalah bagaimana memperoleh profit sebanyak-banyaknya dengan modal kecil dan waktu yang singkat. 

Tapi tentu resikonya juga akan mengikuti.

Mengutip quotes dari seorang Anonim :

“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *