Strategi trading dengan indikator ROC ini pertama kali diciptakan sebenarnya untuk trading pada market saham. Namun beberapa trader menganggap indikator ini juga cocok untuk digunakan trading pada market forex.
Anda boleh mencobanya sendiri, jika ingin mengetahuinya.
Indikator ROC mempunyai 2 fungsi utama yaitu : Mempelajari perubahan tren dan kemungkinan perubahan momentum.
ROC adalah singkatan dari Rate Of Change. Indikator ini membantu kita melihat secara lebih objektif tentang arah pergerakan harga.
Apa Itu Indikator ROC ?
ROC (Rate Of Change) merupakan yang merupakan kategori dari indikator yang berbasis momentum, sama halnya seperti RSI.

Oscillator ROC mengukur persentase perubahan harga saat ini dan harga N periode lalu. ROC memberitahu kita seberapa cepat harga bergerak hari ini dibandingkan dengan kemarin,minggu lalu, atau bulan lalu.
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas ROC terutama hanya mengukur 2 hal :
- Pergeseran momentum yang terjadi
- Kekuatan dan kelemahan trend
Hampir sama dengan indikator RSI, indikator ROC bergerak melewati sumbu 0 sebagai titik tengah. Kadang bergerak di atasnya kadang di bawahnya.
- Jika garis ROC bergerak di atas level 0 biasanya itu adalah tanda tren Bullish
- Jika garis ROC bergerak di bawah level 0 biasanya itu adalah tanda tren Bearish
Secara logika sebuah saham / komoditas dapat turun dengan maksimal turun adalah -100%. Oleh karena itu indikator ROC mempunyai batas bawah yaitu -100.
Sementara itu indikator ROC tidak memiliki batas atas, karena sebuah saham/komoditas dapat bergerak hingga lebih dari 100% bahkan sampai tidak terbatas.
- Batas atas ROC : Tak terhingga
- Batas bawah ROC : -100

Perhitungan Di Balik Indikator ROC
Rumus ROC cukup sederhana , saya tulis seperti di bawah ini :
ROC = [(Harga Penutupan – Harga penutupan N periode lalu)/ Harga penutupan N periode lalu] x100
Periode default pada indikator ROC adalah 9. Itu artinya penutupan harga periode lalu dengan nilai N = 9. Nilai N akan selalu berubah mengikuti settingan periode yang kita masukkan.
Namun kita harus menyadari, menggunakan ROC dengan periode 9 lebih cocok jika kita menggunakan strategi trading untuk jangka pendek.
Untuk trading dengan jangka lebih panjang kita bisa menggunakan periode 50,100, atau 200.
Singkatnya, indikator ROC bergerak seiring dengan harga. Jika harga saham naik dibandingkan dengan N-periode sebelumnya maka ROC akan positif.
Sebaliknya jika harga saham turun dibandingkan dengan N-periode sebelumnya maka ROC akan negatif.
Cara Trading Dengan Indikator ROC
Berikut adalah aturan singkat bagaimana membaca indikator ROC untuk pemula :
- Lonjakan garis ROC yang cepat juga mengindikasikan harga sedang bergerak lebih cepat (dibandingkan N periode)
- Penurunan garis ROC yang cepat juga mengindikasikan harga sedang turun lebih cepat (dibandingkan N periode)
- Penurunan atau kenaikan ROC bukan menandakan naik/turunnya harga
- Ketika ROC crossing level 0 menandakan terjadinya perubahan tren/konsolidasi
Trading Rules Dengan Indikator ROC
Strategi trading dengan indikator ROC ini akan membantu trader dalam mendeteksi pergeseran momentum yang akan datang.
Dalam strategi trading kali ini, kita bebas mau menggunakan teknik long term / scalping. Karena indikator ini cocok digunakan untuk jangka panjang ataupun jangka pendek.
Trading Jangka Panjang dan Pendek Dengan Indikator ROC
Pada strategi trading kali ini, kita hanya akan memanfaatkan kombinasi periode dari indikator ROC.
Strategi ini bisa menjadi strategi trading jangka panjang atau jangka pendek tergantung dari Time Frame yang kalian pilih.
Secara alami, pola reversal (pembalikan trend) sebenarnya bisa kita lihat tanda-tandanya pada time frame kecil, sebelum akhirnya berpengaruh ke timeframe yang lebih besar.
Sekarang, kita akan belajar bagaimana teknik kombinasi dengan indikator ROC untuk strategi trading jangka panjang dan jangka pendek kita, dengan ide utama adalah untuk memanfaatkan pola reversal dari harga.
Jadi di sini kita akan menggunakan 4 Indikator ROC dengan 4 periode yang berbeda :
- ROC periode 250
- ROC periode 125
- ROC periode 60
- ROC periode 20
Strateginya adalah sebagai berikut (Untuk Posisi BUY) :
Step #1 : Pastikan ROC-250 dan ROC-125 Keduanya Berada Di Level Negatif Dan Mengarah Ke Atas

Pertama, kita tentukan dulu tren dalam jangka panjangnya. Karena strategi yang akan kita terapkan adalah mencari reversal harga, maka kita akan mencari trend turun dan ada tanda akan berganti trend.
Tren turun ditandai dengan garis ROC-250 dan ROC-125 berada di bawah level 0. Tanda bahwa akan berganti trend naik adalah kedua garis indikator tersebut membentuk swing low dan mengarah ke atas, namun belum memotong sumbu 0.
Itu adalah tanda tren mulai melemah dan akan berganti.
Step #2 : Tunggu Ketika ROC-60 dan ROC-20 Memotong Sumbu 0 Ke Atas

Setelah melihat periode jangka panjang, sekarang kita beralih ke periode jangka pendek untuk melihat konfirmasi perubahan tren sebelum perubahan tren itu terjadi.
Sebenarnya kita bisa menggunakan ROC 60 saja atau ROC 20 saja. Tapi untuk memperkuat konfirmasi di sini saya mewajibkan untuk kedua garis ROC tersebut memotong sumbu 0 dari bawah ke atas.
Garis ROC yang memotong sumbu 0 dari bawah ke atas melambangkan terjadinya perubahan tren dari turun ke naik.
Step #3 : Entry BUY Ketika Kedua Garis ROC-60 dan ROC-20 Memotong Sumbu 0 Ke Atas

Setelah step 2 selesai kita identifikasi, selanjutnya adalah tinggal melakukan entry pada opening candle tepat setelah ROC-60 dan ROC-20 keduanya memotong sumbu 0 dari bawah ke atas.
Step #4 : Pasang SL Pada Swing Low Terakhir

Setelah melakukan entry BUY, selanjutnya letakkan SL sedikit di bawah swing low terakhir dari chart yang kamu baca.
Step #5 : TP Ketika Garis ROC-60 dan ROC 20 Bersamaan Memotong Sumbu 0 Ke Bawah

Pasan TP minimal 1:1 atau 1:2 jika tidak ingin menunggu. Atau bisa jika mau, menunggu ketika Garis ROC-60 dan ROC-20 memotong sumbu 0 dari atas ke bawah.
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari artikel kali ini adalah bahwa indikator ROC digunakan untuk mendeteksi pergeseran momentum yang akan datang.
Sebagaimana indikator lain, sebaiknya jangan gunakan hanya 1 indikator secara buta. Gunakan indikator atau konfirmasi lain untuk memvalidasi strategi trading kita.

Berikut adalah catatan penting tentang apa saja yang kita pelajari dalam artikel kali ini :
- ROC memberitahu kita seberapa cepat harga bergerak dibandingkan dengan periode sebelumnya
- Batar atas ROC tidak terbatas, sementara batas bawah ROC maksimal adalah -100
- Garis ROC naik dan turun bukan menandakan harga naik dan turun saat itu, namun menggambarkan kecepatan turun/naiknya harga
- Ketika garis ROC berada di dekat level 0 menandakan harga sedang konsolidasi
- Desain awal indikator ROC adalah untuk market saham
- ROC cocok digunakan untuk jangka panjang maupun jangka pendek
Saya selalu menggencarkan kampanye “Make Your Own Trading System !” Karena apa ? Kita boleh mencari referensi sebanyak-banyaknya, boleh mempelajari indikator sebanyak-banyaknya, tapi tetap tujuan kita adalah untuk mengembangkan trading sistem sendiri.
Karena trader yang hanya ikut-ikut tidak akan bisa sukses, karena dirinya mengandalkan orang lain untuk trading.
Ketika teknik yang dia anut mengalami kegagalan, dia akan mencari teknik lain untuk dicoba, dan tidak pernah percaya pada diri sendiri dan tekniknya sendiri.
Mengutip quotes dari seorang Anonim :
“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”
0 Comments