Kenapa Harus Teknik Supply dan Demand ?
Hukum permintaan dan penawaran mengatur semua harga pasar. Dengan menggunakan Zona supply & demand kita akan memasukkan teori ekonomi ke dalam strategi trading menggunakan grafik harga.
Di sini kita akan belajar secara tuntas bagaimana teknik menggunakan supply dan demand untuk kegiatan trading kita.
Apa itu zona supply dan demand ?
Zona supply dan demand adalah teknik analisis yang populer digunakan dalam trading.
Zona-zona ini adalah periode pergerakan harga yang datar yang datang sebelum pergerakan harga yang eksplosif, atau dikenal dengan zona equilibrium, dan biasanya ditandai dengan menggambar persegi panjang untuk menandai zona suppy dan demand.
Yang dimaksud dengan zona equilibrium di sini adalah area atau wilayah di mana permintaan dan penawaran bertemu pada harga tertentu. Ada dua jenis zona dalam perdagangan yaitu zona supply dan zona demand.
Zona supply adalah zona sideways / equilibrium yang menandai awal dari tren turun yang kuat. Sementara zona supply adalah zona sideways / equilibrium yang menandai awal dari tren naik yang kuat.
Menurut teori investasi Wykoff & Struktur Pasar, pasar keuangan bergerak dalam fase-fase tertentu. Terdapat tiga konsep dasar dalam perdagangan pasar keuangan:
- Jika permintaan lebih besar dari penawaran, harga akan naik
- Jika permintaan sama dengan penawaran, harga akan bergerak sideways
- Jika penawaran lebih besar dari permintaan, harga akan naik turun
Richard Wykoff adalah salah satu analis pasar pertama yang menjelaskan interaksi fase-fase ini, memberi mereka empat label yaitu: Akumulasi, Markup, Distribusi, dan Penurunan harga.

Berikut adalah ilustrasinya :

Latar Belakang Munculnya Teori Zona Supply dan Demand Dalam Trading
Dalam penjelasan Wykoff tentang aksi harga dalam pasar, zona permintaan dan penawaran juga dikenal sebagai zona akumulasi dan distribusi.
Wykoff menjelaskan fase-fase ini dengan analogi “paus” yang melambangkan institusi besar seperti bank sentral dalam pasar forex atau dana hedging dalam pasar saham.
Pemain besar ini tidak mungkin memasukkan seluruh order mereka ke pasar sekaligus karena mereka sedang mengakumulasi begitu banyak sehingga akan mengubah harga.
Oleh karena itu, mereka membeli dalam rentang harga yang ditentukan. Ini menyebabkan apa yang kita lihat pada grafik sebagai “zona permintaan/zona demand”
Sama halnya, ketika mereka menjual posisi mereka, tidak semuanya dapat dilakukan sekaligus karena tekanan penjualan akan mengirim harga ke bawah secara drastis dan mengurangi keuntungan mereka karena mereka akan dipaksa untuk menjual ke dalam penurunan pasar, yang disebabkan oleh pesanan besar mereka sendiri.
Bingung ? Pasar bekerja dengan sistem algoritma berdasarkan orderbook, tidak ada uang yang dihasilkan, melainkan hanya dipindah-tangankan.

Jika institusi besar melakukan order sell dengan jumlah besar, tapi tidak diikuti dengan banyaknya order buy di pasar, order tersebut tidak akan terjadi. Bukannya terjadi malah spread akan melebar dan mereka akan menjual pada harga yang tidak sesuai.
Jadi , mereka menjual dalam jangka waktu tertentu untuk meminimalkan dampak pasar dari perdagangan mereka, inilah yang menciptakan “zona suplai”.
Pembelian beruntun dalam periode yang berdekatan ini yang kemudian akan menghasilkan zona equilibrium/sideways. Dan pada akhirnya market yang akan menentukan harga akan ke atas atau ke bawah, dan itulah yang disebut dengan trend.
Jenis-jenis Zona Supply dan Demand :
Pertama, penting untuk memahami bahwa ada beberapa periode akumulasi selama tren naik dan beberapa periode distribusi selama tren turun. Ini berarti bahwa, seperti dalam pola analisis harga klasik, ada pola supply dan demand pembalikan, dan ada pola supply dan demand penerusan. Kita akan bahas di sini :
Pola Pembalikan S&D
Drop-Base-Rally adalah pola pembalikan bullish

Rally-Base-Drop adalah pola pembalikan bearish

Pola Penerusan S&D
Rally-Base-Rally adalah pola lanjutan bullish

Drop-Base-Drop adalah pola lanjutan bearish

Zona-zona tersebut nantinya akan menjadi tempat memantulnya harga. Mengetahui pola itu sangat penting karena kita akan menandainya dan akan menunggu apabila harga menyentuh zona tersebut, lalu kita akan tunggu reaksi harga.
Bagaimana Cara Menandai Zona Supply dan Demand ?
Sekarang kita akan mulai melihat chart, ide-nya adalah menemukan tempat di chart di mana pola rally base rally atau drop base drop seperti yang sudah kita pelajari tadi. Kenapa pola ini ?
Karena pola penerusan ini biasanya adalah pola yang akan sangat dihargai di masa depan. Dan biasanya akan dijadikan tempat memantulnya harga.
Mari kita lalui proses untuk mengidentifikasi zona permintaan dan penawaran dengan benar.
Langkah 1: Identifikasi harga pasar saat ini
Langkah 2: Lihat ke kiri pada grafik
Langkah 3: Cari lilin hijau besar atau merah besar atau (penerusan harga yang cepat )
Langkah 4: Temukan asal dari lonjakan harga tersebut
Langkah 5: Tandai zona sideways/equilibrium asal dari lonjakan harga tersebut
Kita bisa menandainya dengan menggunakan objek kotak yang tersedia di platform MT4. Kita gambar persegi panjang yang memanjang ke kanan. Kita imajinasikan bahwa suatu ketika harga akan menyentuh level itu.
Bagaimana Menentukan Zona Supply atau Demand Yang Kuat ?
Seperti dalam teknik lain,kita mengenal ada sinyal kuat dan sinyal lemah. Untuk mendapatkan hasil trading terbaik, kita harus mengabaikan sinyal lemah dan mengambil yang kuat.
Sebagai acuan tapi bukan patokan pasti, kalian bisa menggunakan beberapa ciri-ciri berikut untuk menentukan bahwa zona supply demand yang kalian lihat adalah zona yang kuat :
Area Sideways Padat
Area sideways yang kecil namum berjalan lama ke kanan, itu menandakan sedang ada aktifitas “Paus” di sana. Apalagi jika kita zoom di timeframe kecil dan menemukan bahwa harga tidak beraturan ke atas dan kebawah, itu semakin menandakan zona yang kuat, dan sarat akan manipulasi Institusi Besar.
Kurang dari 10 lilin
Zona yang kuat seharusnya antara 1 dan 10 candle. Akumulasi dan distribusi dapat memakan waktu, tapi jika terlalu lama, tanda market sedang bingung dan malah bisa kehabisan tenaga. Zona yang kecil ringkas dan rapat adalah zona terbaik.
Gerakan harga yang kuat
Gerakan harga yang kuat setelah zona sidewayas mengalami breakout, adalah tanda bahwa zona tersebut akan tetap dihargai di masa depan. Apalagi jika kita melihat candle besar seperti marubozu.
Fresh/ belum diuji

Zona terbaik adalah saat harga belum mengunjungi zona tersebut lagi setelah breakout. Semakin sering zona tersebut diuji, maka akan semakin lemah zona tersebut.
Fakeout atau “spring”

Ini adalah saat harga sementara breakout dalam arah yang berlawanan, tetapi kemudian segera berbalik arah. Ini adalah tanda pemain besar atau “stop hunting” untuk menemukan likuiditas tambahan power untuk memompa harga lebih cepat sesuai yang mereka inginkan.
Step by Step Strategi Trading Dengan Memanfaatkan Zona Supply dan Demand
Kali ini kita akan memakai sumulasi sell.
Langkah #1 : Lihatlah Ke Kiri dan Cari Zona Drop Base Drop

Langkah pertama untuk mencari posisi sell adalah, kita scan setiap pair chart yang ada di MT4, kita pilih time frame mana yang akan kita tradingkan. Dan ingat semakin besar timeframe semakin lama masa trading kita, jadi sesuaikan dengan kebutuhan.
Di sini kita akan mencari zona yang masih fresh dan belum pernah disentuh harga. Kita cari zona drop base drop yang masih fresh, kita tandai, lalu kita tunggu.
Langkah #2 : Lihat ke Kiri Lagi, Apakah Ada Area Key Level ?

Setelah kita menandai zona drop base drop, untuk memperkuat signal, kita bisa mencari konfirmasi tambahan. Apakah zona drop-base-drop tersebut dilewati oleh area significant support resisten (SSR) atau bisa juga disebut Key Level ?
Zona supply demand yang di dalamnya juga ada SSR atau key level adalah zona yang sangat kuat, dan kemungkinan akan tetapi dihargai di masa depan, dan peluang untuk memantul sangat tinggi.
Langkah #3 : Tunggu Harga Menyentuh Zona, Dan Cari Konfirmasi Di TF Kecil

Ketika harga sudah menyentuh zona supply tersebut, jangan langsung entry. Ini adalah kesalahan paling umum yang dilakukan trader pemula. Tidak ada yang tahu kemana market akan bergerak.
Analoginya kalau grimis kita bisa siapkan payung, karena ketika grimis kemungkinan turun hujan menjadi tinggi. Demikian juga dengan konfirmasi di timeframe kecil. Adanya konfirmasi akan menambah kemungkinan bahwa harga akan berbalik.
Kita bisa mencari pembalikan trend atau pola quasimodo, atau pola double top, terserah kalian. Yang jelas itu adalah pola pembalikan arah. Saat itu juga kita bisa melakukan entry atau pending order sesuai dengan aturan pattern yang kita gunakan.
Langkah #4 : Letakkan SL Sedikit Di Atas Swing High TF Kecil Tadi

Setelah kita menemukan pola reversal dan sudah melakukan entry. Kita bisa memasang SL 10-20 pips di atas Swing High terakhir di TF kecil tadi. Jika SL kemudian tersentuh kita bisa mencari pola reversal lagi setelah itu, kemudian melakukan order ulang.
Atau kita bisa mencari peluang pada zona lain, sesuaikan itu semua dengan money-management yang kalian terapkan.
Langkah #5 : Pasang TP Minimal 1:1.5 atau Pada Zona Demand Berikutnya
Terakhir, kita bisa memasang TP minimal 1:1.5 lebih besar dari SL, ini untuk menjaga rasio risk to reward kita tetap sehat. Jika sudah agak ahli dan bisa membaca pola market, kita bisa meletakkan TP dengan patokan zona demand setelahnya yang kita anggap kuat.
Kita bisa menerapkan teknik break even point atau trailing stop. Tujuannya adalah agar profit kita bisa maksimal, dan bisa mendapatkan rasio risk to reward yang baik. Tapi untuk pemula kita bisa memakai cara yang pertama yaitu perbandingan 1:1.5
Kesimpulan :
Supply dan Demand adalah hukum ekonomi yang pasti berlaku, dan itu adalah satu-satunya hal yang secara langsung membuat harga bergerak. Sentimen pasar, kebijakan ekonomi, atau politik tidak bisa menggerakkan harga secara langsung.

Adanya ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaranlah yang dapat menggerakkan harga.
Upaya kita di sini untuk mencoba “membaca” zona supply dan demand adalah bentuk imajinasi kita untuk menggambarkan apa yang terjadi di balik chart. Apa yang sebenarnya terjadi tidak bisa kita ketahui secara pasti.
Banyak trader menganggap setelah mengetahui zona supply dan demand, pandangan mereka tentang market menjadi lebih clear atau jelas. Walaupun apa yang kita lakukan dan pelajari selama ini adalah upaya kita untuk meraba dalam kegelapan masa depan market.
Namun masa depan tetaplah gelap dan tidak ada satu orang pun yang tahu.
“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”
0 Comments