Value Investing adalah sebuah metode investasi dengan cara membeli saham sebuah perusahaan di bawah harga wajarnya.

Value investing sendiri dipopulerkan oleh Benjamin Graham seorang penulis buku yang sangat terkenal dan banyak menjadi kiblat value investor dunia yaitu “The Intelligent Investor”.

Benjamin Graham adalah orang yang sangat dekat dengan salah satu dari orang terkaya di dunia yaitu Warren Buffet. Bahkan Warren Buffet mengakui dia sebagai guru terbaiknya, dan buku yang ditulisnya adalah buku terbaik tentang investasi yang pernah diciptakan.

Apakah Value Investing Masih Relevan ?

Di abad ke 21 ini banyak orang yang menganggap bahwa teori value investing sudah tidak relevan digunakan ditengah market saat ini.

Dahulu, karena keterbukaan informasi yang masih sulit, banyak ditemukan perusahaan dengan nilai saham di bawah harga wajar. Namun saat ini, jangankan di bawah harga wajar, nilai saham bahkan bisa 20x sampai 100x lebih mahal dari harga wajarnya.

Contoh saja, saham Tesla yang nilai sahamnya 1000x dari harga wajar.

Terlepas dari apakah value investing masih relevan atau tidak, saya sendiri masih mengenal beberapa orang yang menggunakan metode ini. And it works…

Jadi saya berpikir, mungkin bukan tentang strategi apa yang kita gunakan, tapi siapa yang menggunakan strategi itu dan bagaimana menggunakannya…

Buku tentang value investing
Buku tentang value investing

Mindset Dasar Value Investing

Dalam menggunakan metode investasi apapun kita harus tahu pemikiran dasar dari kenapa metode itu tercipta. 

Metode value investing sendiri tercipta dari logika sederhana, yaitu beli saat murah dan jual ketika harga mahal.

Lalu mengalami peningkatan lebih dalam menjadi, hanya beli suatu saham yang harganya lebih murah dari nilai intrinsik perusahaan tersebut.

Maka saya simpulkan ada 2 Mindset dasar penting yang harus dimiliki oleh seorang value investor :

  1. Hanya membeli perusahaan yang memiliki kinerja bagus
  2. Hanya membeli perusahaan yang dijual dengan harga murah (Harga saham lebih murah dari nilai intrinsik perusahaan)

Step By Step Value Investing

  1. Lakukan Screening Saham Dengan Matriks / Kriteria Tertentu

Dahulu, seorang investor ketika screening saham harus membaca laporan keuangan satu-satu, untuk mengetahui nilai rasio seperti PER, PBV, Profit, dll

Namun di era modern ini kita bisa dengan mudah melakukan screening saham dengan bantuan aplikasi/website bahkan dengan gratis.

Saya sediri sangat senang menggunakan stockbit sebagai tool dalam melakukan screening, kalian bisa download aplikasinya di Android atau IOS.

Atau bisa juga menggunakan website investing di :

https://www.investing.com/stock-screener/

Pilihan ada di tangan anda.

Ada beberapa kriteria yang harus dimiliki saham sebelum kita membelinya. Ini adalah kriteria dasar, dan bukan berarti kita langsung membeli saham yang terfilter ketika screening ya… Jadi harus sabar dan mengikuti step by step nya.

Cara Melakukan Screening Saham

Analisa Valuasi Harga Saham

Analisa valuasi harga saham digunakan untuk mengetahui apakah harga saham saat ini murah atau mahal. Banyak investor pemula yang salah paham antara pengertian saham murah dan mahal.

Apakah saham dengan harga 100 lebih murah dari saham dengan harga 1000 ? Untuk mengetahuinya kita bisa melihat rasio-rasio yang biasanya tersedia dalam laporan keungan.

Saat ini kita bisa melihat dengan mudah rasio-rasio tersebut pada aplikasi stockbit atau di website : investing.com

  • Nilai PER <= 10 . PER (Price Earning Ratio) adalah sebuah rasio yang membandingkan harga saham dengan profit bersih yang dihasilkan suatu perusahaan.Semakin tinggi nilai PER maka harga saham dikatakan semakin mahal,sebaliknya maka harga saham dikatakan murah.
  • Nilai PBV <= 1 . PBV (Price To Book Value) adalah sebuah rasio yang membandingkan harga suatu saham dengan ekuitas perusahaan (Nilai seluruh aset perusahaan dikurangi denga jumlah hutang)

Analisa Profitabilitas Perusahaan

Analisa profitabilitas digunakan untuk melihat seberapa baik perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. 

Kita tentu tidak mau membeli saham dari suatu perusahaan yang merugi, bahkan jika perusahaan tersebut untungnya sedikitpun kita juga malas untuk membeli.

Yang kita cari adalah  perusahaan yang untungnya besar, dan setiap tahun makin lama makin bertumbuh. Itu sama seperti kita membeli mesin pencetak uang.

Lalu seperti apa kriteria perusahaan dikatakan baik dalam menghasilkan keuntungan ? Berikut adalah kriterianya :

  • Nilai Net Profit >2% diatas bunga deposito. Di sini saya menggunakan acuan bunga deposito, jika misal bunga deposito adalah 6% maka saya akan gunakan angka 8% sebagai batas minimal net profit suatu perusahaan.Net profit adalah keuntungan bersih suatu perusahaan setelah keuntungan kotor dikurangi dengan biaya-biaya lain.
  • Nilai Gross Profit 2x dari Nilai Net Profit. Di sini saya gunakan acuan bahwa nilai gross profit harus 2x lebih besar dari nilai net profit, ini salah satu indikator suatu perusahaan berkinerja bagus. Gross profit adalah keuntungan kotor suatu perusahaan sebelum dikurangi biaya lain-lain, seperti biaya produksi, distribusi, dan lain-lain.
Step by Step Investasi Saham Dengan Metode Value Investing

Analisa Likuiditas Perusahaan

Analisa likuiditas berfungsi untuk mengetahui seberapa besar aset yang bisa dicarikan perusahaan tersebut jika sewaktu-waktu mengalami kebangkrutan.

Analisa likuiditas juga untuk mengetahui seberapa sehat keuangan suatu perusahaan, apakah hutangnya sehat, atau justru terlilit hutang ?

Berikut adalah kriteria dalam melakukan analisa likuiditas perusahaan :

  • Current Ratio >= 2. Current Ratio (Rasio Lancar) adalah perbandingan antara aset lancar perusahaan dengan hutang lancar perusahaan. Semakin tinggi nilai current ratio mengindikasikan semakin likuid perusahaan tersebut. Artinya ketika sewaktu-waktu terjadi kebangkrutan masih ada aset lancar perusahaan yang bisa dicairkan.
  • Quick Ratio >=2. Quick Ratio (Rasio Cepat) mirip dengan current ratio, hanya saja tidak memperhitungkan inventory. Perusahaan akan mudah dicairkan jika perusahaan bankrut karena produknya tidak laku di pasaran. Semakin tinggi nilai quick ratio, semakin likuid perusahaan tersebut.

Analisa Cashflow Perusahaan

  • Analisa Cashflow. Cashflow from Operation > 0. Analisa cashflow merupakan analisa terpenting dari kesemua kriteria screening saham yang saya sebutkan di atas. Tapi, ini juga analisa yang paling sulit dan butuh jam terbang untuk melakukannya. Untuk pembehasan lebih lengkapnya mungkin akan saya bahas di artikel lain.

Analisa Deviden

  • Analisa Deviden. Deviden adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Mendapaptkan deviden bukanlah kewajiban bagi para investor, bahkan saya sendiri lebih memilih kapital gain yang besar dari pada deviden. Tapi kita tetap perlu menganalisa deviden untuk mengetahui kesehatan keuangan perusahaan, atau jika ada sesuatu yang tidak normal.

Setelah melakukan screening saham, maka kita akan mendapatkan beberapa saham yang sesuati dengan kriteria. Langkah selanjutnya adalah kita harus mengetahui berapa harga wajar dari masing-masing saham tersebut.

Setelah mengetahui harga wajarnya, lalu kita akan mencari saham mana yang harganya saat ini lebih rendah dari harga wajarnya.

Step by Step Investasi Saham Dengan Metode Value Investing

Untuk step selanjutnya kita akan lanjut ke Part 2 :

Link : Part 2


2 Comments

langgi · March 10, 2023 at 2:56 am

makasih ka, semoga sehat selalu. artikelnya sangat menarik.

    Trianto · March 10, 2023 at 3:32 pm

    Semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan 🙏

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *