Orang bilang orang pintar kalah sama orang bejo.

Menjadi orang yang beruntung bisa dipelajari dan bukanlah suatu hal yang mistis. Itu adalah poin utama yang saya dapatkan setelah membaca buku berjudul “The Luck Factor” karya Richard Wiseman.

Buku ini membahas bahwa ternyata keberuntungan punya peran yang besar dalam hidup seseorang. 

Apakah kamu merasa kalau kamu adalah orang yang beruntung ?

Apakah kamu bisa menarik keberuntungan dalam hidupmu ?

Kebanyakan orang percaya kalau keberuntungan adalah sebuah fenomena yang misterius. Padahal menurut Richard dalam bukunya, keberuntungan bisa dirubah dan bisa dikontrol.

Keberuntungan adalah keahlian yang bisa dipelajari dan dipraktekkan dalam hidup seseorang.

Richard menulis buku “The Luck Factor” didasarkan pada sebuah riset yang dilakukan selama 10 tahun kepada 400 orang.

Riset yang cukup lama ini dilakukan untuk mengetahui, apa yang membedakan antara orang yang beruntung dan tidak beruntung.

Saya tidak akan menjelaskan keseluruhan isi buku tersebut dalam artikel ini. Kalian bisa membacanya langsung jika penasaran. Tapi setidaknya ada beberapa poin penting yang saya catat.

Beda Orang Beruntung Dan Tidak Beruntung

Dalam riset yang dituliskan di buku tersebut menjelaskan bahwa ternyata orang yang beruntung tidak dapat menebak permainan keberuntungan lebih baik dari orang yang tidak beruntung. Aneh ya ?

Dan anehnya lagi, orang yang beruntung juga tidak memiliki level IQ yang lebih tinggi dari orang yang tidak beruntung. Bisa gitu ya ?

Jadi apa itu keberuntungan ? Keberuntungan ternyata berasal dari kepercayaan seseorang bahwa dirinya BERUNTUNG. Bukan berasal dari suatu mukjizat, takdir, atau sesuatu yang klenik.

Pada eksperimen yang dilakukan dalam penelitian tersebut, koresponden diberikan pertanyaan “Seberapa yakin mereka akan memenangkan permainan undian tersebut ?”

Uniknya, orang yang beruntung memiliki keyakinan bahwa dirinya akan memenangkan undian 2X lebih besar dari orang yang tidak beruntung.

Walaupun realitanya, keyakinan tersebut sama sekali tidak berpengaruh pada menang atau tidaknya mereka, hehe.

Tapi dengan eksperimen ini, kita jadi memiliki gambaran tentang apa yang sebenarnya ada di pikiran orang-orang yang beruntung.

Tentu kita tahu, bahwa setiap orang tidak ada yang lahir dalam kondisi beruntung atau kondisi sial. Tapi mereka sendirilah yang berpikir dan menghakimi diri mereka sendiri berdasarkan pikiran dan perasaan.

Cara menjadi orang beruntung

Seberapa Beruntung Kamu ?

Sekarang, saya akan memberikan sebuah pertanyaan sederhana. Jika kamu disuruh mengukur seberapa beruntung kamu dengan skala 0-7. Dimana 0 berarti kamu sangat tidak beruntung dan 7 berarti sangat beruntung.

Berapa nilai yang akan kamu berikan pada dirimu ?

Simpan dulu jawabanmu.

Tadi, adalah nilai keberuntunganmu secara umum dalam hidup dengan skala angka 0-7. Sekarang, ukur seberapa beruntung kamu berdasarkan peristiwa penting yang kamu alami dalam hidup.

Misal, ketika kamu naik jabatan dalam pekerjaan,bertemu sahabat yang cocok untuk berbisnis, sampai menemukan pacar yang sangat cocok dengan karaktermu.

Tuliskan semua kejadian dalam hidupmu yang menurutmu itu adalah sebuah keberuntungan yang kamu alami.

Jika sudah, sekarang coba ukur kembali berapa nilai keberuntunganmu berdasarkan setiap kejadian yang kamu alami tadi.

Kebanyakan orang, akan mendapatkan hasil lebih tinggi daripada skala keberuntungan hidup mereka secara umum.

Cara menjadi orang beruntung

Sementara ini, bisa kita simpulkan bahwa orang-orang yang beruntung memiliki banyak pengalaman beruntung yang tersimpan di otak mereka.Sehingga membentuk persepsi bahwa mereka adalah orang yang beruntung.

Siapa Sebenarnya Orang Yang Beruntung ?

Apakah orang beruntung benar-benar memiliki pengalaman keberuntungan lebih banyak dari orang yang tidak beruntung ?

Atau , itu hanyalah cara mereka memandang kehidupan mereka ? Dan hanya melihat hidup mereka dari sisi yang lebih positif ?

Dalam sebuah riset lain, yang dilakukan kepada 2 orang sebut saja Martin dan Brenda. Martin adalah orang yang menganggap dirinya beruntung, karena baru saja memenangkan undian hadiah $10.000.

Sementara Brenda, merasa dirinya tidak beruntung. Mereka berdua tidak tahu, penelitian apa yang akan dilakukan kepada mereka.

Mereka diminta untuk pergi ke cafe, yang mana sebenarnya mereka sudah diobservasi sejak awal.

Di dalam cafe tersebut peneliti meletakkan uang $100 dan berpura-pura menjadi pebisnis sukses.

Martin masuk ke cafe tersebut, dan melihat ada uang $100 yang terjatuh, lalu saat duduk ia duduk di sebelah pebisnis sukses dan ngobrol sangat seru dengannya.

Sementara itu Brenda ketika masuk ke cafe tersebut di lain waktu, tidak melihat ada uang terjatuh $100, lalu ketika duduk dan menunggu, Brenda hanya diam dan tidak menyadari ada pebisnis sukses yang duduk di sebelahnya.

Cara menjadi orang beruntung

Lalu, peneliti datang dan bertanya “Seberapa beruntung kamu hari ini ?”

Martin dengan semangat menjawab dengan semangat, kalau dirinya meresa sangat beruntung, ia menemukan uang di lantai, dan ngobrol asik dengan pebisnis sukses barusan.

Sementara Brenda bilang kalau hari ini buruk, dan tidak ada keberuntungan yang menimpanya hari ini.

Kesimpulan Eksperimen Ini

Dalam eksperimen ini bisa kita simpulkan bahwa 2 orang yang memiliki kesempatan sama, tapi hanya 1 orang yang merasa beruntung.

Martin merasa dirinya beruntung, karena dia menjadi lebih sadar akan segala kesempatan yang terjadi dalam hidupnya.

Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang menyadari kesempatan, menciptakan kesempatan, dan bertindak ketika ada kesempatan dalam hidupnya.

Cara menjadi orang beruntung

Karakter yang biasanya dimiliki oleh orang yang beruntung adalah :

-Mereka cenderung lebih rileks dan santai

-Suka mencoba hal baru

-Dan menjaga hubungan pada pertamanan yang luas

Semua hal itu mempengaruhi orang-orang beruntung dalam memandang hidup mereka.

Bagaimana Cara Mengasah Keberuntungan ?

Pada dasarnya, semua orang pasti punya misi, ambisi, dan ekspektasi soal masa depan. Tapi apakah ambisi kamu bisa terwujud atau tidak ? Semua itu tidak bergantung pada sebuah keberuntungan belaka.

Semua itu tergantung dari perilaku kamu dalam menjalani hidup, dan bagaimana cara kamu melihat kehidupan yang kamu jalani.

Orang yang beruntung, merasa dirinya beruntung , merasa banyak keberuntungan yang terjadi padanya di masa lalu.

Mereka berharap dan merasa di masa depan mereka akan mendapatkan keberuntungan lagi yang lebih banyak. Dan akhirnya, pikiran mereka terealisasi menjadi kenyataan.

Contoh :

Jika seorang yang beruntung mencoba sesuatu dan kemudian gagal, mereka pada umumnya akan bangkit dan mencoba lagi.

Bahkan ketika tingkat kesuksesannya rendah, mereka tidak menyerah dan terus berharap bahwa hasilnya akan bagus.

Hal yang berbeda terjadi pada orang yang tidak beruntung. Ketika mereka gagal pertama kali, seakan itu adalah tanda bahwa mereka tidak usah mencoba lagi untuk kedua kalinya.

Karena mereka berpikir, hasilnya tidak akan berbeda.

Perbedaan perilaku ini, jika diakumulasi dalam jumlah banyak dan terus-menerus, bisa mengubah persepsi seseorang dalam memandang kehidupannya. Mereka akan mengategorikan diri mereka sebagai orang yang beruntung dan tidak beruntung.

Sebuah Fakta Menarik

Dalam penelitian ini juga disebutkan, bahwa walaupun orang yang beruntung mengalami hal buruk yang jumlahnya hampir sama dengan orang yang tidak beruntung, mereka mengaggap bahwa segala kesulitan ini adalah keadaan yang sementara.

Ketika sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup, orang yang beruntung akan menganggap itu sebagai suatu kesempatan untuk bertumbuh.

Mereka percaya, bahwa hal baik akan terjadi di masa depan. Mereka menggunakan segala pengalaman buruk itu sebagai suatu pembelajaran untuk menjadi lebih baik dan mencegah kejadian yang sama terulang lagi di masa depan.

Sementara, orang yang tidak beruntung melakukan hal sebaliknya, dan merasa bahwa segala hal buruk yang terjadi dalam hidup adalah kesialan.

Kesimpulan 

Cara menjadi orang beruntung

Keberuntungan bukanlah suatu hal yang misterius dan mistis. Kita bisa menjadi orang yang beruntung dengan mengubah perspektif kita dalam memandang diri kita, kehidupan kita, dan apa yang terjadi dalam kehidupan kita.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *