Uang adalah alat transaksi yang kita gunakan setiap hari. Berbentuk kertas dan koin yang bisa kita gunakan untuk membeli sesuatu. Bahkan sekarang uang tidak berwujud (uang digital) . Semua orang seakan bekerja untuk uang.
Mengumpulkan uang, menghitung uang, memberi uang, menerima uang, uang berpuktar dan bergerak setiap harinya. Tapi tahukan kalian bagaimana sejarah uang kertas pertama kali tercipta ?
Siapa yang punya ide bahwa kertas yang diberi nomor bisa digunakan untuk bertransaksi ?
Sistem Barter dan Emas
Untuk membahas sejarah uang kita harus mulai dengan bagaimana manusia dahulu bertransaksi dengan sistem barter.Ini terjadi sekitar abad 6000SM.Pada awalnya manusia saling bertukar barang untuk transaksi.

Misalkan peternak sapi, ingin membeli apel dari petani. Maka harus ada kesepakatan berapa nilai 1 galon susu jika diukur dengan buah apel. Misalkan 1 galon susu sama dengan 50 apel, jika sepakat maka terjadilah jual-beli.
Masalah terjadi ketika penjual apel tidak ingin dibeli dengan segalon susu. Karena menurutnya susu mudah basi dan dia bisa rugi kalau menyimpannya terlalu lama. Penjual apel menginginkan garam misalnya, karena lebih tahan lama.
Emas Sebagai Alat Tukar
Sejak saat itu orang mulai berpikir untuk mencari barang yang kuat,tahan lama, dan memiliki nilai yang dapat digunakan sebagai media transaksi.Sekitar tahun 700SM manusia mulai menggunakan emas sebagai alat tukar.
Emas dipilih karena dia langka,butuh usaha menambang untuk mendapatkannya,serta tahan lama,dan mempunyai nilai karena bisa dibuat perhiasan.
Tapi beberapa abad setelahnya sekitar tahun 600-an Masehi.Seiring berkembangnya peradaban, manusia mulai menemukan bebetapa kelemahan emas.Antara lain :
- Mudah dipalsu / dioplos
- Bisa terfluktuasi oleh supply (California Gold Rush – 1849)
- Sulit ditransportasikan
- Bentuk berbeda-beda
- Supply terbatas
Sejarah Uang Kertas
Dengan banyaknya kelemahan emas yang dirasa manusia jaman itu, orang-orang mulai memikirkan alat tukar yang lebih fleksibel,aman,dan bisa dikendalikan. Maka munculah gagasan untuk menciptakan uang kertas.
Tapi uang kertas tidak bisa diciptakan begitu saja. Orang-orang tidak akan mau menukarkan emasnya dengan kertas yang diberi nomor. Maka munculah ide untuk menciptakan Bank.
Bank saat itu berfungsi sebagai tempat penitipan emas. Orang yang menitipkan emasnya pada Bank akan mendapatkan surat jaminan berupa IOU. Itu sebagai jaminan bahwa mereka menyimpan emas dalam jumlah tertentu, dan bisa mereka ambil kapan saja.
Lambat laun kertas IOU pun makin populer orang mulai menggunakan kertas itu sebagai alat transaksi. Untuk membeli apapun, menggaji karyawan, menyimpan tabungan, hampir semua sektor perdagangan menggunakan “Uang kertas tersebut”. Tanpa disadari mereka mulai melupakan emas sebagai alat tukar.
Emas yang tersimpan di Bank semakin lama semakin banyak karena orang sudah terbiasa menggunakan uang kertas sebagai alat transaksi. Bank pun dengan ide serakahnya mulai merencanakan sebuah model bisnis baru.

Sistem Fractional Reserve
Daripada emasnya nganggur, Bank pun meminjamkan emas tersebut ke orang-orang yang membutuhkan. Toh orang-orang sudah terbiasa menggunakan IOU untuk transaksi dan jarang menebus emasnya.
Orang berbondong-bondong meminjam emas di Bank dengan bunga sekian persen. Cadangan emas pun kian menipis.
Tak kehabisan akal Bank tidak lagi meminjamkan emas, Bank dengan semena-mena mulai mencetak IOU sebanyak-banyaknya.
Bankrupt
Semakin banyak orang yang meminjam, semakin banyak aset yang dijaminkan ke Bank, semakin Bank dapat menikmati bunga tiap bulan. Sebuah bisnis besar dengan modal dengkul yang luar biasa.
Tapi perlahan masalah mulai muncul, masyarakat mulai sadar kalau dirinya dibohongi. Ketika menebus IOU nya dengan emas, Bank mulai memberi alasan kehabisan stock emas.
Kepercayaan masyarakat semakin menurun.Orang-orang berbondong-bondong menukarkan IOU nya dengan emas.
Tapi semuanya terlambat, jumlah antara IOU yang beredar dan emas yang disimpan jauh berbeda.
Bank tidak mampu memenuhi permintaan seluruh orang, masyarakat yang mengamuk menghancurkan Bank.

Tapi pemilik Bank dan anak keturunannya berhasil melarikan diri dan menyusun rencana baru untuk kedepannya. Itulah bagaimana hancurnya sistem Fractional Reserve yang menghancurkan Bank saat itu.
Yaitu ketika Bank mampu memberikan pinjaman uang melebihi batas uang yang dimilikinya.Mengerikannya, sistem itu masih kita gunakan hingga sekarang.
Era Bank Central
Saat itu bisnis Bank-bank berdiri sendiri-sendiri sebagaimana perusahaan swasta. Sejak kehancuran Bank karena ketamakannya sendiri, Bank menyusun rencana baru untuk kembali melanggengkan bisnisnya.
Sejak saat itulah menjadi era munculnya Bank Central yang pertama kali berdiri di Inggris tahun 1694.Beberapa fungsi Bank Central antara lain adalah :
- Satu-satunya Bank yang bisa mencetak IOU
- Membuat regulasi untuk semua Bank lokal
Setiap negara saat ini memiliki Bank Central masing-masing. Bank masih mempertahankan standard emas untuk setiap uang yang dicetaknya.
Setidaknya sampai saat itu tahun 1879. Jadi setiap uang kertas yang saat itu beredar sewaktu-waktu masih bisa kita tukarkan dengan emas di Bank.
Mulai Runtuhnya Standar Emas
Kebijakan standar emas mulai tampak sulit pasca meletusnya PD 1.
Setiap negara peserta perang butuh banyak uang tunai untuk biaya perang dan biaya kerugian akibat perang. Banyak negara mulai mencetak uang sebanyak-banyaknya.
Back Up emas di Bank memang masih berlaku. Tapi jumlahnya tidak akan cukup jika seluruh orang yang punya uang menukarkan uangnya dengan emas di Bank.
Bahkan kalau kalian baca sejarah pada tahun 1933 terjadi perampokan emas terbsesar sepanjang sejarah. Bukan toko emas yang menjadi korban, tetapi masyarakat.

Muncul Executive Order dari pemerintah melalui Federal Reserve kepada siapapun orang yang masih memiliki emas untuk menyerahkan emasnya, dan akan ditukar dengan kertas bernama “uang” sebagai gantinya.
Sejak saat itu status standar emas menjadi tidak jelas. Secara teori uang masih di back up oleh emas, tapi tak ada satu orang pun yang bisa menukar uangnya dengan emas di Bank.
Pertemuan Bretton Woods
Sampai puncaknya pada tahun 1944 digelarlah pertemuan Bretton Woods yang dihadiri oleh 44 negara.
Penyebab utamanya adalah ketika negara-negara memiliki kebebasan untuk mencetak uang, yang ditakutkan adalah ketika banyak negara sengaja mencetak banyak uang, untuk menurunkan nilai uangnya,sehingga mampu mendongkrak penjualan ekspor mereka.
Lalu apa yang dibahas dan disepakati pada pertemuan itu ?
- Seluruh mata uang di dunia harus terhubung dengan US$ dan US$ dijanjikan akan terhubung dengan emas
- Mendirikan IMF untuk meminjamkan uang ke negara yang membutuhkan
- Menciptakan World Bank untuk membantu negara miskin dan berkembang agar maju
Negara-negara pun semakin terkekang dengan adanya regulasi yang terpusat seperti ini. Seluruh peredaran mata uang dipantau secara Central oleh World Bank.
Tapi setidaknya negara-negara masih merasa aman karena mata uangnya di back up oleh US$ dimana saat itu US$ masih diback up oleh emas.
Berakhirnya Standar Emas
Tapi era back up emas akan segera berakhir, ketika pada tanggal 15 Agustus 1971 Presiden Amerika saat itu yaitu Presiden Nixon mengumumkan bahwa tidak ada lagi backup emas untuk mata uang US$.

Ini adalah sejarah terburuk yang paling tidak disadari oleh umat manusia. Uang kertas tidak lagi memiliki nilai, terjadi inflasi tiap tahunnya.
Uang kertas tidak memiliki nilai intrinsik. Masih digunakan sebagai alat tukar hanya karena atas dasar kepercayaan.
Ketika kepercayaan masyarakat hilang, seluruh sistem keuangan di dunia akan hancur.
Yang menyedihkannya, itulah sistem yang saat ini kita jalani. Uang kertas yang saat ini ada di dompet-dompet kalian tampak memiliki nilai padahal sebenarnya tidak. Dianggap memiliki nilai karena kita dipaksa untuk percaya bahwa itu memiliki nilai.
Uang yang selama ini kita cari, kita perjuangkan, kita kumpulkan dengan cara bekerja siang malam.
Tapi oleh para Bankir tersebut mencetak uang semudah menfotokopy kertas. Pada akhirnya kitalah yang dirugikan mata uang menurun, harga barang pun meningkat.
0 Comments