Trading adalah kegiatan jual beli yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan (perdagangan).
Tapi trading yang akan kita bicarakan saat ini bukanlah trading konvensional seperti jual-beli barang, rumah, atau jasa. Trading yang kita bicarakan adalah trading online seputar saham,forex,index,dll.
Yaitu trading yang bisa kita lakukan via online melalui aplikasi tertentu,dan bisa kita lakukan analisa karena terdapat chart yang menggambarkan pergerakan harga di masa lalu.
Satu fakta yang kebanyakan orang tidak mau katakan tentang trading adalah bahwa trading adalah gambling (judi).
Kenapa ? Mudah saja, karena tidak pernah tahu 100% kemana harga akan bergerak. Dan trading tidak pernah menciptakan uang, keuntungan yang kita peroleh dari trading adalah dari kerugian orang lain.Sementara, kerugian yang kita dapatkan akan menjadi keuntungan bagi orang lain.

Ini adalah fakta yang sudah tidak terbantahkan,semua trader kawakan tahu akan hal ini.
Bahwa trading online adalah sebuah Giant Casino yang dilegalkan oleh pemerintah. Dan kita tahu bahwa kasino dikendalikan oleh bandar, dan yang namanya bandar selalu menang di akhir.
Tapi bukan berarti kita tidak bisa memperoleh keuntungan dari trading,saya membuka sisi gelap trading agar kalian paham,karena saya pun juga praktisi trading.
Sangat mungkin kita bisa memperoleh keuntungan dari trading, dan banyak orang yang sudah membuktikannya, tapi tidak sedikit pula orang yang rugi karenanya.
Kendala utama kenapa banyak orang yang mencoba trading tapi selalu rugi adalah karena faktor psikologis,yaitu adalah rasa takut dan serakah, yaitu takut rugi dan serakah ingin banyak keuntungan.
Dalam trading rugi dan untung adalah hal yang biasa, kadang untung kadang rugi.
Yang penting adalah kita harus lebih sering untung daripada rugi sekalipun hanya hitungan beberapa persen.
Di sinilah orang yang banyak tidak sanggup, ketika rugi mereka enggan melepas,tapi ketika baru untung sedikit langsung dilepas.
Di sini saya akan berikan sebuah gambaran filosofis tentang bagaiman seharusnya kita melihat trading dari kacamata bandar casino.
Dengan begitu kita akan sadar demana letak kesalahan kita saat ini. Dan juga akan sadar betapa trading online merupakan peluang yang bisa mendatangkan keuntungan kepada kita dalam jangka panjang.
Seorang bandar casino selalu menang di akhir, karena dia tahu bagaimana menghitung peluang dengan benar. Sementara kita selalu kalah, karena tidak tahu bagaimana cara menghitung peluang dengan benar.
Seorang bandar casino matang secara psikologis, ia tahu peluang kemenangannya lebih besar, dan ia yakin akan menang di akhir.
Sementara kita tidak matang secara psikologis, dan selalu ingin kemenangan di awal, tanpa bisa menahan kerugian yang dalam.

Saya beri contoh permainan judi klasik,yaitu meja roullete. Permainannya sederhana, ada meja bundar dengan 18 kotak hitam dan 18 kotak merah + 2 kotak hijau.
Kita disuruh menebak bila dilemparkan semacam kelereng kecil ke meja tersebut, kira-kira akan berhenti di kotak mana kelereng tersebut. Misal kita bertaruh $1 jika kalah kita kehilangan $1, jika menang kita mendapatkan $1.
Sekilas peluang kita menang tampak seperti 50%, karena kotak hitam dan merah jumlahnya sama yaitu 18. Tapi ada 2 kota hijau, yang apabila kelereng jatuh ke kotak hujau maka casino la yang menang taruhan.
Jadi peluang kemenangan kita adalah 18/(36+2) = 47,3 % . Sementara peluang kemenangan bandar casino adalah sisanya atau 52,7 % . Itu artinya selisih peluang kemenangan casino 5% lebih tinggi daripada peluang kemenangan kita sebagai pejudi.
Yang berarti dalam jangka panjang casino akan menang tiap $1 sebanyak 5.4 cent. Yang berarti jika dalam $1 juta casino akan untung sebanyak $54.000. Semakin banyak yang bertaruh, semakin banyak casino akan memperoleh keuntungan.
Casino tidak pernah khawatir sekalipun kekalahan berturut-turut mungkin menimpanya di awal. Karena dengan teori peluang dia yakin akan selalu menang di akhir.
Pertanyaannya adalah bagaimana mereplikasi filosofi model bisnis casino ini ke dalam kegiatan trading kita ?
Untuk kalian ketahui saja bahwa sekitar 80% trader kehilangan uang. Kenapa mayoritas trader kehilangan uang ?
Ini karena mereka kebanyakan melakukan jual dan beli hanya karena emosi. Jika kalah mereka akan kalah besar, jika pun sedang menang mereka hanya akan menang sedikit.
Perilaku ini terjadi karena manusia menginginkan kesenangan instan (Instant Gratification). Ketika saham yang mereka beli anjlok, emosi mengharapkan harga akan naik, tapi bukannya naik harga malah makin anjlok.
Ketika saham yang mereka beli naik mereka untung, tapi karena tidak sabaran, baru untuk sedikit saja sudah langsung dijual,karena takut harga akan kembali turun.
Jadi sebenarnya ada 2 emosi yang menggerakkan manusia yaitu harapan dan rasa takut. Ketika harga turun kita berharap harga naik, ketika harga naik kita takut harga akan kembali turun.
Sebenarnya, dalam trading peluang kita untuk menang adalah 50%, anggap saja kita bodoh ,hanya tahu cara sell dan buy saja.
Itu artinya misal kita melakukan trading acak sell/buy sebanyak 100 kali, maka kemungkinan besar 50 trading kita mengalami profit dan 50 trading kita mengalami loss.
Kembali ke model bisnis casino yang tadi kita bahas, bahwa hanya dibutuhkan peluang kemenangan 52,7 % saja untuk yakin bahwa kita akan menang di akhir. Lalu bagaiman kita mengubah peluang kemenangan kita dalam trading agar minimal bisa lebih dari 50% ?
Ini perlunya yang dinamakan ilmu analisa market. Dimana kita bisa belajar bagaimana memprediksi harga ke depan dengan melihat data historis maupun indikator lain. Tapi apakah ini dijamin 100% ketepatannya ? Tentu saja tidak.
Ini kesalahan terbesar trader yang gagal dan selalu rugi di akhir. Target akurasi mereka terlalu tinggi, jangankan akurasi 100%, kita mengharapkan akurasi 80% saja sudah terlalu tinggi, tidak ada akurasi setinggi itu.
Kita tahu bahkan dengan akurasi 52,7 saja kita sudah akan menikmati kemenangan di akhir,seperti bandar casino tadi.
Anggap saja kita sudah belajar teknik analisa, kita mencobanya pada demo akun lalu menemukan akurasinya katakanlah 60% saja.
Ada banyak teknik analisa yang bisa kita pelajari di luar sana. Ada juga banyak iming-iming surgawi yang akan kita terima ketika kita sedang serius belajar tentang teknik analisa trading. Dan biasanya yang berbau iming-iming pasti profit adalah penipuan atau manipulasi.
Yang harus kita lakukan adalah menguji teknik yang kita pelajari pada akun trading virtual/ demo akun. Dengan begitu kita bisa tahu berapa nilai akurasi teknik tersebut misal dalam 100x trading.
Anggaplah kita sudah menemukan suatu teknik dengan nilai akurasi 60%, ini cukup tinggi. Karena kita tahu casino nilai akurasinya hanya 52,7 % unggul sekitar 5% dari pejudi. Sementara kita dengan 60% unggul 20% dari lawan kita yaitu pasar.
Dalam judi di casino, ketika kita bertaruh $1 ketika kita menang kita dapat $1 dan ketika kalah kehilangan $1.
Dalam trading kita mengenal yang namanya StopLoss dan TakeProfit, yaitu suatu tool yang bisa gunakan untuk menutup trading kita secara otomatis pada harga tertentu yang kita inginkan.

Ketika kita trading $1, ketika loss kita akan kehilangan $1, tapi ketika profit kita bisa atur bahwa transakti akan tertutup hanya jika profit kita sudah mencapai $2, ini sangat mungkin di lakukan. Jika risk : reward dari casino adalah 1:1, maka dengan skema di atas risk : reward kita adalah 1:2.
Stoploss dapat menggaransi kerugian kita , dan Takeprofit dapat memastikan keuntungan kita. Jika kita melakukan 100 kali trading dalam 5 bulan misalkan. Dengan win rate 60% maka dalam 100 kali trading kita akan profit 60 kali dan loss 40 kali.
Jika sekali profit kita dapat $2 dan sekali loss $1, maka dalam 100 kali trading kita profit sebanyak 2×60 = $120, dan total loss kita 1×40 = $40.
Sehingga profit bersih kita dalam 100 kali trading atau selama 5 bulan adalah $80 , atau 80% dalam 5 bulan, suatu jumlah yang cukup besar tentunya.
Atau anggaplah simulasi diatas terlalu muluk-muluk.Anggap saja kita sedang apes dan win rate kita yang awalya 60% berubah menjadi 50%.
Maka dalam 100 kali trading kita untung 50 kali dan rugi 50 kali. Dengan risk to reward 1 : 2 seperti yang kita bahas sebelumnya. Maka jumlah profit kita 50×2 = $100, dan jumlah kerugian kita 50×1 = $50.
Sehingga total profit kita di akhir adalah $100-$50 = $50. Mendapatkan keuntungan 50% dalam 5 bulan adalah suatu yang besar dalam dunia investasi maupun bisnis.
Jika kita berinvestasi saham saja rata-rata kenaikannya pertahun hanya 20%. Kalau kita membeli reksadana hanya 7% per tahun, apalagi kalau deposito hanya 4% per tahun.

Bayangkan jika modal yang kita gunakan $10.000 atau sekitar 150 juta-an. Maka dalam 5 bulan, cukup dengan tingkat kemenangan 50% saja, kita sudah mendapatkan $5000 atau sekitar 75 juta rupiah.
Yang sulit sekali lagi saya tekankan, bukanlah tekniknya atau cara tradingnya. Tapi bagaimana kita mengendalikan psikologis kita melawan ketidakteraturan market.
Bagaimana kita bisa melawan 2 hal paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan kita yaitu rasa takut dan harapan.
Inilah dunia trading, baik itu forex maupun pasar saham semuanya sama saja. Dunia trading ibarat rumah judi raksasa, casino raksasa, yang keberadaanya di legalkan oleh pemerintah.
Dengan mindset yang sama yang dimiliki bandar casino, yang yakin bahwa dirinya akan selalu menang di akhir walaupun hanya dengan peluang kemenangan 52.7%.
Dengan mindset tersebut pulalah seharusnya kita juga bisa yakin pada strategi yang sudah kita uji,bahwa dalam jangka panjang kita pasti akan menang,asalkan selalu konsisten,dan tidak dikalahkan oleh unsur emosi di dalam diri kita sendiri.
0 Comments