Di tengah gaya hidup konsumerisme yang saat ini melanda banyak kalangan. Ditengah kemajuan teknologi yang memudahkan setiap sendi kehidupan kita. Terdapat orang-orang yang merasa jenuh dan muak dengan segala kelebihan yang ada.

Maka munculah gaya hidup baru yang dinamai dengan gaya hidup minimalis.Muncul sebagai bentuk perlawanan dari gaya hidup konsumerisme.Atau lebih tepatnya sebagai sarana untuk membebaskan diri dari gaya hidup konsumerisme dan segala kesemrawutan hidup di era modernisasi ini.

Tapi minimalisme tidak mengklaim dirinya sebagai gaya hidup baru.Tetapi mengembalikan kepada gaya hidup awal manusia yang sejati.

Melepaskan diri dari ketergantungan barang,menghilangkan kebiasaan ketergantungan belanja, dan kembali ke gaya hidup sederhana yang menenangkan jiwa.

Buku berjudul “Seni Hidup Minimalis” karya Franchine Jay adalah sebuah buku yang menjadi petunjuk bagaimana menjalani hidup minimalis.Buku ini banyak sekali mengandung pemikiran filosofis tentang cara mengenali kebutuhan kita akan barang,menggunakan barang,dan efek yang ditimbulkan dari barang yang kita miliki.

Untuk meringkas isi buku ini,saya akan membaginya menjadi 10 poin penting yang perlu kita ingat untuk dapat menerapkan hidup minimalis dalam kehidupan kita sehari-hari.

  1. Barangmu Bukanlah Kamu

Iklan mendoktrin kita untuk berpikir bahwa barang yang kita miliki merepresentasikan diri kita sebenarnya.Misal iklan rokok yang membuat perokok seakan keren,iklan jam tangan yang diperankan cowo keren, dan lain sebagainya.

Maka dari itu sangat sulit untuk menjadi minimalis di tengah dunia yang penuh dengan iklan khayalan. Menjadi minimalis berarti melepaskan keterikatan kita pada benda yang kita miliki,bahkan hal emosional seperti kenangan masa lalu.

Karena sejatinya, yang menentukan diri kita berkualitas atau tidak adalah diri kita sendiri,pemikiran kita sendiri,dan bukan seberapa mewah atau banyak barang yang kita miliki.

  1. Pahami Fungsi Setiap Barang

Dalam buku ini setidaknya fungsi barang dibagi menjadi 3 kategori yaitu : Barang fungsional,dekoratif, dan emosional.Barang fungsional dapat kita gunakan untuk membantu kegiatan sehari-hari.

Barang dekoratif adalah yang bersifat pajangan dan hanya untuk dinikmati mata.Dan barang emosional adalah yang memiliki keterikatan emosi denganmu,seperti jam warisan,atau tanda prestasi kita di masa lalu.

  1. Semakin Sedikit Barang Semakin Sedikit Stres

Semakin banyak barang yang kita miliki semakin banyak waktu yang kita korbankan untuk mengurusi atau merawatnya.Belum lagi waktu yang kita habiskan untuk mengumpulkan barang tersebut.

semakin banyak barang semakin stress

Rasa senang dan lega timbul saat pertama kali kita memiliki barang tersebut.Tapi itu hanya sementara, setelah beberapa hari rasa senang berubah menjadi stres dan bosan.Karena barang yang kita beli ternyata hanya karena nafsu sesaat dan bukan karena benar-benar membutuhkannya.

Hidup minimalis bukan berarti kita tidak boleh memiliki banyak barang dalam kehidupan.Tetapi memastikan bahwa barang yang kita miliki benar-benar berguna dan memiliki value bagi kehidupan kita.

  1. Hilangkan Keterikatan Pada Barang

Konsep hidup minimalisme bukan sesuatu yang mudah dilakukan jika kalian baru memulainya,bahkan cenderung berat.Minimalisme akan memaksa anda sampai pada titik dimana tidak ada lagi keterikan pada benda,sekalipun banyak kenangan di dalamnya.

iklan mengeluarkan budget miliaran

Tentu ini berat bagi sebagian orang,tetapi perasaan bebas dan lega akan menyertai anda setelah barang-barang yang selama ini anda simpan lenyap dari hadapan.

Dan kita pun baru sadar bahwa selama ini menyimpan terlalu banyak barang.Dan baru sadar kita masih bisa hidup tanpa barang sebanyak itu.

  1. Sedikit Barang Membuat Kita Lebih Bebas

Dalam buku ini,barang digambarkan sebagai suatu energi yang akan menahan kita untuk menjelajahi hal baru atau minat baru.

Terlalu banyak barang hanya akan menfokuskan perhatian kita untuk setiap hari merapikan,merawat,menata,membersihkan barang yang kita miliki.

Pikiriran kita dipenuhi dengan barang yang kita miliki,sehingga tidak ada lagi waktu untuk memikirkan hal lain.Dengan menyingkirkan hampir 90% dari barang yang kita miliki (terdengar ekstrim di awal) , akan juga membebaskan 90% ruang di otak kita.

Pikiran kita akan lebih terbuka pada hal baru,lebih kreatif,dan lebih banyak memikirkan hal-hal apa yang akan kita lakukan di masa depan.

  1. Belajar Menikmati Ruang

Hidup sebenarnya hanyalah jeda di antara ruang. Tanpa ruang berarti hidup kita akan sempit.

Terkadang kita tidak pernah terpikir akan hal itu, kita justru mempersempit ruang dengan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Belajar menikmati ruang adalah,belajar hidup tanpa terlalu banyak barang disekitar kita.Memang terdengar aneh di awal,tetapi ketika anda mulai melihat ruangan yang bersih dan kosong setelah anda “membuang” banyak barang, rasa bebas dan lega akan menyelimuti perasaan anda.

  1. Awasi Pintu Masuk

Jangan menyimpan barang yang tidak kau ketahui gunanya untuk apa.Terkadang kita menerima hadiah dari orang lain,mendapat kiriman barang,atau hal lainnya.Karena tidak enak kita simpan dulu barang tersebut untuk beberapa waktu.

Tapi tanpa kita sadari semakin lama barang yang kita simpan semakin banyak. Dan kembali memenuhi ruang yang sebelumnya sudah kita tata dan bersihkan.

Jadi hidup minimalis bukan sekedar tentang membuang dan menyingkirkan barang yang tidak perlu.

Tetapi juga menjaga barang yang masuk ke kehidupan kita benar-benar barang yang penting,dan apabila tidak benar-benar penting lebih baik barang tersebut jangan sampai masuk untuk memenuhi ruangan kita.

  1. Syukuri Kecukupan

Orang kaya adalah orang yang merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Membeli barang dan menikmati barang yang baru kita beli adalah candu. Padahal setelah beberapa hari kadang kita menyesal kenapa membeli barang itu.

gratitude bersyukur gambar garry vee

Cukup bukanlah memiliki semuanya tapi mensyukuri apa yang kita miliki. Dengan menerapkan hidup minimalis kita akan sadar bahwa selama ini kurang bersyukur.

Banyak barang yang kita miliki bahkan tidak sadar kita miliki bahkan lupa kenapa kita membelinya.

Konsep hidup minimalis mengajarkan bahwa kebahagiaan hidup tidak diukur dengan berapa banyak barang yang kita miliki.Bahkan semakin banyak barang yang kita miliki semakin penuh pikiran kita,semakin rentan kita dari rasa stres.Sebaliknya semakin sedikit barang yang kita miliki semakin kita menghargai hidup dan mensyukuri apa yang kita miliki.

  1. Mencintai Tanpa Memiliki Barang

Konsep hidup minimalis mengajarkan kita bahwa tidak harus memiliki peralatan gym sendiri atau mesin pembuat kopi sendiri.

Mencintai tanpa harus memiliki memang sulit dilakukan tapi bila kita sudah terbiasa itu akan sangat membantu.

Karena jika kita harus memiliki semua barang yang kita cintai, rumah kita akan dipenuhi banyak barang yang bahkan tidak kita gunakan lebih dari 1 tahun.

  1. Hidup Sederhana Itu Nikmat

Hidup minimalis membuat kita menyadari bahwa kesederhanaan ternyata lebih nikmat dari pada kelebihan harta. Tidak semua orang mampu menemukan kenikmatan di balik kesederhanaan.Tapi dengan menerapkan hidup minimalis kita akan diajarkan bagaimana ternyata nikmatnya memiliki sedikit barang.

meme tentang hidup minimalis

Kita diajarkan bagaimana menikmati ruang yang kosong. Kita diajarkan bagaimana menikmati sedikit barang yang kita miliki. Hal-hal sebelumnya kita anggap kesederhana diubah menjadi kenikmatan dalam konsep hidup minimalis.

Itulah tadi 10 poin penting dalam buku “Seni Hidup Minimalis” karya Franchine Jay. Memang untuk dapat memahami konsep hidup minimalis yang sesungguhnya kalian perlu untuk membaca buku tersebut secara utuh.

Saya sendiri sampai sekarang tidak mengklaim sebagai seorang minimalis. Tepai konsep-konsep dalam minimalism sangat membantu saya dalam memahami hidup dan lebih membuat saya menghargai kehidupan serta menjadikan hidup saya lebih teratur,rapi,dan bersih.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *