Ketika berbicara tentang hidup, kita biasanya membayangkannya dalam bentuk cerita,suatu memori yang pernah kita alami dulu.
Cerita berawal dari kita lahir,berjalan,bicara,sekolah,banyak hal yang kita alami,sampai saat ini mungkin kita sudah bekerja.
Lalu kita melihat ke masa depan,banyak hal yang kita inginkan. Merencanakan masa depan, bekerja siang malam,menabung, berinvestasi, berharap dapat menikmati masa pensiun. Kita melihat hidup kita dengan narasi singkat semacam itu.
Seperti sebuah prosa, dengan pembukaan, isi, dan penutup. Itu masuk akal, karena dengan memikirkan masa lalu itu membuat kita sadar, dimana kita ,dan siapa kita sekarang.
Mimpi dan Harapan Sebagai Bahan Penghibur
Dan dengan memiliki mimpi dan harapan untuk masa depan, kita bisa merencanakan sesuatu untuk mencapai hal tersebut.

Dan ketika situasi tidak menyenangkan sedang kita alami saat ini, kita menggunakan mimpi dan harapan sebagai sebagai pengganti rasa sakit dan frustasi yang sedang dialami. Kita gunakan rencana sebagai cara untuk mengubah apa yang saat ini terjadi.
Tapi jika kamu berpikir realitas hidup kita ternyata tidak sesederhana itu, cenderung membosankan. Setiap pagi kita bangun dengan rasa malas, alarm berbunyi seakan kita abaikan, bangun mengambil handuk untuk mandi, mandi di bawah shower, memakai baju setelan untuk kerja, mengecek notifikasi HP.
Memakai sepatu kemudian berangkat untuk kerja. Setelah penat bekerja kita pulang untuk menghibur diri, memakan junkfood yang kita beli tadi, rebahan , nonton film di netflix atau video youtube, sampai mengantuk kemudian kita tidur, kemudian bangun lagi dengan semangat yang sama seperti hari sebelumnya.Semembosankan itukah hidup kita ?
Apakah ada yang salah dengan kehidupan semacam itu ? Sosial media membuat kita berpikir bahwa semua orang tampak bahagia setiap hari, dan hiduppnya terlihat sangat seru.
Menyelam, naik gunung, skydiving, menikah dengan orang yang dicintai, melahirkan bayi yang lucu, mendapatkan medali juara, dan segala petualangan hidup lain yang terlihat bahagia dan seru.
Jangan Bandingkan Hidupmu Dengan Film
Ketika kita melihat film di netflix atau tokoh idola kita di youtube atau instagram, kita melihat mereka sangat inspiratif. Lalu kita berpindah melihat hidup kita, dan menemukannya sangat membosankan, dan merasa bahwa kita telah menyia-nyiakan waktu dan potensi yang kita miliki.

Namun pernah gak sih kalian berpikir bahwa kehidupan yang kalian lihat di film, youtube, atau instagram bukanlah kehidupan yang setiap hari mereka jalani ?
Bahkan termasuk Elon Musk, Dwayne Johnson sekalipun, ya benar mereka melakukan sesuatu yang luar biasa inspiratif dalam hidup mereka. Tapi mereka tetap bangun setiap hari, mereka masih poop, menjalani aktifitas yang kadang tidak mereka sukai, bekerja dalam tekanan.
Kehidupan adalah tentang bagaimana kamu melihatnya. Apakah kamu melihat hidupmu membosankan setiap harinya, atau kamu melihat hidupmu manarik dan menantang untung dihadapi.
Kita terlalu banyak melihat kehidupan influencer di youtube dan instagram. Padahal apa yang mereka tampilkan di instagram ataupun youtube bukanlah rutinitas mereka. Yang ditampilkan hanyalah highlight terbaik dari kehidupan mereka.
Sehingga ketika kita menengok kembali kehidupan kita, itu tampak sangat suram, membosankan, dan tidak ada artinya. Membatasi diri kita untuk menghabiskan waktu dalam sosial media sangatlah penting.
Atau setidaknya kita tahu diri dan sadar bahwa dunia maya bukanlah dunia yang sesungguhnya. Dengan begitu kita tidak akan merasa hidup kita semembosankan itu. Hidup kita adalah sama dibanding kehidupan 80% orang lain. 20% sisanya mungkin mendapatkan keistimewaan dengan kehidupan dan petualangan hebat yang mereka jalani.
Fokus Pada Apa Yang Bisa Kita Ubah
Jadi setiap hari kita merasa menjalani sesuatu yang tidak kita sukai, melakukan pekerjaan yang kita benci, dan memakan sesutau yang tidak baik untuk tubuh kita. Jadi daripada mengeluhkan kenapa hidup kita tidak sehebat dan semenarik mereka, kenapa kita tidak coba merubah hidup kita, dengan menciptakan kebiasaan kecil yang baik.

Kita terkadang terlalu banyak berpikir tentang masa depan, dan menganggap bahwa itu adalah rencana. Itu bukanlah rencana itu adalah angan-angan,lamunan, imajinasi.
Pikiran kita tentang indahnya masa depan hanyalah suatu cara untuk melepaskan diri dari kondisi sakit yang saat ini kita alami.
Jadi, kita tidak hidup di masa lalu atau masa depan. Kita hidup di saat ini, jawaban dari kenapa hidup kita membosankan adalah kita terlalu banyak berpikir tentang kenangan masa lalu dan angan-angan masa depan.
Kita terjebak dalam imajinasi masa lalu dan angan-angan masa depan, sehingga apa yang kita lakukan saat ini tampak tidak berarti dan sangat membosankan.
Dirimu Adalah Dirimu Saat Ini, Bukan Masa Lalu Atau Masa Depan
Kita lupa bahwa kehidupan sesungguhnya adalah saat ini, yaitu saat anda menyadari nafas anda,menyadari bahwa anda sedang membuka mata,atau menggerakkan tangan.

Kesalahan selanjutnya adalah anda menganggap angan-angan sebagai rencana. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara keduanya. Angan-angan hanyalah mimpi tanpa tindakan,sementara rencana adalah mimpi dengan tindakan.
Terkadang kita menganggap bahwa pencapaian mimpi adalah suatu yang jauh ke depan, 5 tahun,10 tahun, bahkan 20 tahun yang akan datang. Padahal dengan rencana yang baik kita bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan hari ini.
Karena kesuksesan bukanlah hanya ketika kita berhasil mencapai tujuan kita 5 tahun ke depan, tetapi ketika kita berhasil melakukan apa yang kita rencanakan hari ini.
Ketika kita gagal merencanakan hari ini, bagaimana mungkin kita akan berhasil merencanakan mimpi 5 tahun ke depan ?
0 Comments