Suara merupakan alat yang dapat mempengaruhi banyak hal.Suara yang kuat bisa merubah banyak hal, bahkan memulai peperangan.Suara dapat mengungkapkan isi hati seperti kata “Aku cinta kamu” bisa menyatukan 2 orang yang berbeda.

Tapi dalam banyak situasi suara kita mungkin sering tidak didengarkan, atau orang menganggap omongan kita seperti omongan sampah yang tidak ada harganya.Kenapa itu bisa terjadi ?

Bagaimana agar kata-kata kita bisa mengubah dunia ? Tidak-tidak, atau setidaknya dapat membuat orang lain ingin mendengarnya.Di sini saya tidak akan membahas teknik berbicara seperti training calon penyiar radio atau calon MC kondangan.

Tapi lebih kepada bagaimana ketika anda berbicara orang dapat menghargai anda, tertarik pada pemikiran anda,sehingga ide-ide anda dapat tersampaikan.Orang-orang tidak menilai kata-kata anda sebagai omongan sampah.Bahkan menunggu anda berbicara, sebelum anda mulai bicara.

Sekali lagi ini bukan daftar teknik berbicara untuk menjadi penyiar radio atau MC, tapi lebih bagaimana membantu anda menyampaikan ide atau gagasan kepada seseorang menjadi lebih mudah.

5 daftar ini mungkin terdengar klise, tapi percayalah sebaik apapun teknik anda, selembut apapun suara anda,sebagus apapun intonasi suara anda, tanpa melakukan hal ini orang-orang tidak akan menunggu anda berbicara, bahkan akan pergi, atau yang terburuk kata-kata anda dinilai sebagai omongan sampah.

Pertama, jangan menggossip. Kita tau lah, ini bukan kebiasaan yang baik. Kita tahu bahwa orang yang bergossip suatu saat juga akan menggosipkan kita. Kedua, jangan menghakimi. Sangat menyebalkan bertemu dengan orang seperti ini di percakapan. Secara psikologis, seseorang akan sulit menerima masukan/ide ketika ia tahu bahwa dirinya sedang dihakimi.

Ketiga, berpikir negatif. Banyak orang terjebak dengan kebiasaan ini. Bentuk lain dari berpikir negatif adalah mengeluh. Kita mengeluh tentang cuaca, tentang hidup, olahraga, politik, apa saja. Sulit mendengarkan orang yang seperti ini.

Keempat, melebih-lebihkan atau menambah-nambahkan. Kita tidak pernah mau mendengarkan orang yang suka melebih-lebihkan sesuatu. Terlebih kalau kita sudah lama mengenalnya. Omangannya serasa seperti angin lalu. Kita malas mendengarnya karena kita tahu dia berbohong dengan melebih-lebihkan omongan.

Dan terakhir kelima, adalah dogmatis. Yaitu mereka yang menjabarkan suatu ide atau gagasan tanpa mau dikritik sama sekali. Orang seperti ini biasanya mencamput adukkan antara fakta dan pendapat pribadi.

Sangat sulit medengarkan orang semacam ini. Yang bahkan tidak bisa membedakan antara fakta dan opininya sendiri. Mereka menganggap bahwa pendapatnya itu sudah pasti benar.Anda pasti hanya akan menganggap omongan orang ini seperti angin lalu.

Saya akan berikan 4 hal yang dapat membantu agar kata-kata anda ditunggu-tunggu bahkan sebelum mulai bicara.Pertama adalah kejujuran. Jujur tentang apa yang anda katakan. Mengatakan sesuatu secara lugas dan jelas.

Kedua, ketulusan. Jadilah diri sendiri, berpeganglah pada kebenaran yang anda percaya. Bukan menjadi kolot dengan mengatakan semua orang salah. Tapi berani menyampaikan ide atau gagasan sekalipun itu berbeda. Itu akan membuat anda tampak unik, dan orang akan menunggu omongan yang keluar dari mulut anda, karena berbeda dari yang lain.

Lalu yang ketiga adalah integritas. Yaitu melalukan apa yang anda katakan. Sehebat apapun kata-kata anda, tapi jika anda hanya omdo (omong doang) orang-orang akan malas mendengarkan celotehan anda. Omongan anda tidak akan dipercaya banyak orang.

Dan yang terakhir adalah Empati. Mungkin ini terdengar naif. Tapi orang suka ketika orang bersimpati dengannya. Misalkan ketika dia berbicara dan didengarkan, orang akan membalas dengan mendengarkan ketika dia berbicara.

Sangat menyebalkan mendengarkan orang yang tidak suka mendengar omongan orang lain berbicara. Seseorang yang punya rasa empati tinggi juga biasa tampak lebih menarik dihadapan banyak orang, dan kita pun menunggu apa yang akan ia sampaikan.

Itulah sedikit tentang bagaimana agar omongan anda lebih didengarkan. Banyak dari kita terlalu befokus pada teknik seperti melatih intonasi, bagaiman berdebat, menyanggah argumen, dan trik manipulatif lainnya.

Itu terkadang memang membantu, tapi jangan sampai kita melupakan fondasi awalnya. Yaitu pertanyaan : Kenapa orang-orang tidak mendengarkan omongan saya ?

Kenapa ada orang yang omongannya didengar bahkan ditunggu-tunggu ? Sementara omongan saya seperti angin lalu ? Kalau kita berbicara tentang teknik, kenapa orang seperti Stephen Hawking yang bahkan tidak jelas apa yang dia katakan (karena keterbatasan fisik) tapi omongannya ditunggu banyak orang ?

Atau orang seperti Elon Musk yang ketika berbicara terdengar sangat kaku bahkan suka terbata-bata. Tapi semua orang mendengarkan bahkan mempercayai semua omongannya tentang masa depan.

Ini semua bukan soal teknik. Tapi tentang fondasi awal yang baik, yang dari awal sudah tercipta, yang beberapa yang sudah saya bahas di awal tadi, tentang reputasi. Seseorang akan mendengarkan kita bahkan menunggu apa yang akan kita katakan sebelum bicara.

Karena mereka tahu kata-kata yang akan kita keluarkan adalah sesuatu yang punya nilai.


1 Comment

My Site · July 22, 2022 at 11:49 pm

Such great website

Amazing blog thanks for sharing today on this blog

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *