Sudah menjadi kebiasaan yang wajar bagi kita bahwa rutinitas kita setiap pagi setelah bangun tidur adalah melihat layar HP.Kita bisa menghabiskan beberapa jam dalam sehari hanya untuk melihat layar kecil tersebut.Entah itu hanya melihat video masak di instagram,video lucu di facebook,atau hal-hal remeh lainnya.

Tetapi otak kita seakan tidak mau berhenti mengkonsumsi informasi “tidak penting” ini. Sering kali kita baru sadar bahwa banyak waktu yang tersita,banyak pekerjaan yang tidak selesai karena terlalu banyak bermain HP.

Bahkan daya fokus kita menjadi berkurang,kemampuan kita dalam mencerna suatu materi menjadi menurun.Kita mulai sadar akan bahaya itu,tapi tidak tahu apa yang harus diperbuat.

Kecanduan gadget

Saya pernah melakukan suatu percobaan kecil, coba untuk membatasi ketergantungan pada layar HP. Dalam satu hari saya coba untuk hanya menggunakan HP selama 30 menit. Itu sudah termasuk semua hal, mendengarkan music, telpon, WA, bahkan sekedar melihat jam.

Mungkin ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan terus menerus, tapi bagus untuk mengetes seberapa lama kita bisa bertahan tanpa layar HP, dan untuk mengetahui seberapa parah kecanduan telah merusak otak kita.

Setelah melakukannya selama seminggu, saya menyadari ada sesuatu yang berubah dalam diri saya, setidaknya ada 3 hal yang berubah :

  1. Daya tahan fokus meningkat
  2. Lebih kreatif dan banyak ide
  3. Lebih punya rencana untuk masa depan

Hanya dengan menyingkirkan satu perangkat sederhana dapat memberikan 3 efek yang luar biasa ini. Saya pun mulai bertanya bagaimana ini bisa terjadi ? Apakah ini hanya efek sugesti atau ini memang merubah sesuatu dalam otak saya ?

Saya pun memutuskan untuk mulai mempelajari tentang hal ini. Dan mulai mencari jurnal ilmiah untuk mengetahui bagaimana kita bisa fokus di dunia yang penuh dengan distraksi seperti ini ?

Saya ingin mulai dengan sebuah penelitian yang membuktikan bahwa kita hanya bisa bertahan fokus saat bekerja di depan komputer saat HP berada di dekat kita selama 40 detik.Setelah mendengar hasil penelitian ini mungkin kita mengira bahwa otak kita terdistraksi,tapi saya justru menemukan hal lain.

Menurut penelitian tersebut bahwa yang sebenarnya terjadi bukanlah otak kita terdistraksi,tetapi sebenarnya otak kita terkena overstimulasi.Otak kita sangat menyukai pritilan informasi yang kita dapatkan dari sosmed maupun email. Dan inilah hal yang kita dapatkan dan kita scroll setiap harinya.

Overstimulasi

Bahkan secara psikologi ini disebut dengan “Novelty Bias” yaitu suatu bias yang menganggap bahwa sesuatu yang baru selalu lebih baik dan menyenangkan.Saat hal itu terjadi otak mengeluarkan hormon dopamine,yaitu hormon yang menghasilkan rasa senang,bahagia,puas.Hormon yang sama dihasilkan saat anda memakan makanan yang anda suakai setelah lama tidak memakannya.

Fungsi hormon dopamine sebenarnya adalah sebagai penghargaan untuk kita setelah  melakukan perjuangan untuk mencapai prestasi tertentu.Setelah berpuasa misal, otak menghasilkan dopamine sebagai penghargaan atas perjuangan kita seharian tidak makan.Juga ketika memenangkan lomba,atau berhubungan sex.

Namun hormon tersebut juga dihasilkan saat kita mengecek facebook,hal mudah yang sebenarnya tidak perlu dihargai.Saat kita tidak mengecek notifikasi pada HP, kita seperti kehilangan sesuatu yang baru,tidak update, dan otak kita terangsang untuk mendapatkan stimulasi darinya.

Jadi yang dapat saya simpulkan, apa yang sebenarnya terjadi pada otak kita adalah kondisi “Hiper-stimulasi”. Dimana kita mendapatkan terlalu banyak stimulasi setiap harinya,dalam jangka waktu yang sangat rapat.

Melalui sosmed,notifikasi WA, video youtube, video lucu di facebook dan instagram.Semua hal itu terlalu sering kita dapatkan setiap harinya,setiap detiknya.

Sehingga ketika otak kita mencoba untuk fokus pada suatu pekerjaan, otak kita akan meminta stimulasi baru karena kita biasa memberikannya.Alhasil ketika kita memberikan stimulasi tersebut, otak akan mengeluarkan hormon dopamine.

Ini adalah hormon yang juga dikeluarkan oleh otak pecandu narkoba,pecandu pornografi,miras,dll. Itulah sebabnya keluar dari hal ini secara teori memang mungkin, tapi secara praktik akan banyak yang mengalami kesulitan.Karena kita berhadapan dengan hawa nafsu kita sendiri.

Saya mulai berpikir sebuah ide aneh, untuk melawan “hiper-stimulasi”, kita harus membiasakan otak kita untuk mendapatkan “low-stimulasi” atau bahasa awamnya disebut “kebosanan”.

Jadi saya mulai mencari cara untuk melatih otak agar terbiasa menghadapi kebosanan,tanpa kemudian mencari stimulasi dari gadget apapun.

Hal ini sebenarnya juga dikenal dengan istilah dopamine detox, dimana kita mulai mengurangi frekuensi kegiatan yang menghasilkan kesenangan,terutama yang berhubungan dengan gadget.

Saya pun memutuskan untuk memulai kebiasaan membaca buku setiap hari.

Setidaknya ada 3 hal penting yang saya lakukan :

  1. Kurangi scrolling HP (bahkan tidak sama sekali)
  2. Membaca Buku
  3. Meditasi

Ketiga cheklist itu setidaknya saya lakukan setiap hari, dan itu tidak mudah. Saya sarankan untuk anda pertama kali,cobalah 1 hari saja tidak memegang, kalau tidak mungkin saat hari kerja,cobalah saat libur. Hahaha saya tahu itu akan sangat membosankan,tapi anda harus mencobanya.

Sementara untuk rutinitas,anda masih boleh sekedar cek pesan WA, tapi tidak untuk hiburan lain seperti lihat story, scroll instagram, atau facebook. Karena diluar pesan WA, yang kita lakukan sebenarnya lebih ke hiburan dan tidak ada hubungannya dengan kerjaan.

Yang kedua adalah membaca buku,hal membosankan yang paling bermanfaat. Apalagi bagi kalian yang tidak terbiasa baca buku,ini akan menjadi hal yang sangat membosankan. Tapi ini harus dilakukan untuk membiasakan otak kita.

Lalu terakhir adalah meditasi,sebuah kegiataan untuk menyadarkan kita pada keberadaan kita sendiri. Terkadang karena kesibukan dan lain hal,kita sering tidak sadar pada keberadaan kita sendiri. Dengan meditasi memejamkan mata,duduk,dan bernafas akan menenangkan pikiran kita dan sejenak membuat kita sadar pada keberadaan kita di dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa otak kita lebih banyak memikirkan masa depan dan masa lalu. Dan sedikit sekali memikirkan saat ini. Dengan meditasi, otak kita belajar bahwa dunia nyata adalah dunia yang saat ini kita sedang alami,bukan masa lalu maupun masa depan.

Coba kita mulai dari pagi hari, ada ritual yang paling saya sukai yaitu pemutusan hubungan internet. Satu jam sebelum tidur dan satu jam setelah bangun tidur, tidak ada internet. Misalkan anda tidur jam 10 malam, maka putuskan hubungan internet pukul 9 malam, jika anda bangun pukul 5 pagi, jangan langsung nyalakan internet.Nyalakan lagi minimal 1 jam setelahnya.

Lalu membaca buku, luangkan waktu setidaknya 1 jam tiap hari untuk hanya fokus membaca buku. Boleh setengah jam tiap pagi dan malam hari, atau 15 menit dibagi 4 waktu. Ketiga Lakukan meditasi tiap pagi dan malam hari, ini akan membantu anda agar tidak over-stimulasi dengan bayangan masa lalu dan masa depan.

Dan terakhir untuk membungkus semua hal tersebut, lakukannya journaling setiap harinya. Anda tidak perlu menulis sampai 1000 kata setiap harinya.Cukup beberapa kalimat yang menurut anda penting, dan merupakan pelajaran terpenting yang kalian pelajari hari ini.

Karena terkadang kita melalui hari tanpa tahu, apa hal baru atau hal penting yang kita pelajari hari ini.Dengan menuliskan jurnal harian, kita akan sadar sebenarnya hidup kita tidak se-membosankan itu, banyak hal-hal kecil yang mungkin kita lupa syukuri, banyak pelajaran penting dalam hidup yang mungkin kita lupakan, atau mungkin ide-ide berseliweran yang kita anggap angin lalu.

Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bahwa otak kita sebenarnya tidak terdistraksi tetapi mengalami over-stimulasi. Di dunia teknologi cara paling mudah tapi paling sulit juga dilakukan untuk meningkatkan fokus adalah dengan mengurangi interaksi dengan gadget/internet.

Lalu langkah selanjutnya adalah dengan dopamine detox,yaitu membiasakan diri untuk melakukan hal yang membosankan seperti membaca buku,dan tidak menerima hiburan apapun dari gadget.

hormon dopamine

Dan yang terakhir kita bungkus semua itu dengan meditasi rutin setiap hari, untuk mengurangi distraksi otak kita pada masa lalu dan masa depan, dan lebih fokus pada masa kini.Dan paling terakhir adalah jurnaling untuk memberikan makna pada setiap hari kita.

Terakhir sebuah quotes dari J. R. R. Tolkien, penulis The Hobit dan The Lord Of The Rings,dimana beliau berkata

“Not all those who wander are lost,” yang berarti

“Tidak semua yang mengembara, tersesat”


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *