Berbicara tentang finansial freedom tentu kalian yang terobsesi dengan dunia bisnis atau investasi tidak asing lagi dengan istilah ini.
Namun banyak hal-hal omong kosong yang tersebar diluar sana. Penggambaran surgawi tentang masa depan tentu menarik perhatian banyak anak muda yang sedang mencari jati dirinya.
Banyak buku yang mempengaruhi pola pikir ini, salah satunya mungkin buku Robert Kiyosaki berjudul Richdad Poordad dan Cashflow Quadrant. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan buku itu, bahkan itu termasuk buku yang bagus.

Hanya saja jika orang yang membacanya adalah anak muda yang belum matang secara mental ini akan sangat berbahaya.
Tapi di sini kita tidak akan membahas tentang buku tersebut. Di sini kita akan membahas tentang apa yang orang-orang di luar sana tidak pernah katakan tentang kebebasan finansial yang sesungguhnya.
Terutama oleh orang yang sudah merasakan kebebasan finansial itu sendiri.
Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan,tempat tinggal,pakaian,dan sebagainya.
Tapi pernah ga sih kalian berpikir bahwa kalau memang cuma itu yang kita inginkan, kita tidak perlu sekolah SD 6 tahun,SMP 3 tahun, SMA 3 tahun,bahkan sampai kuliah.
Hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang mungkin membuat kita sebenarnya tidak bahagia.Tujuan kita sebagai manusia jauh lebih dari itu.
Secara psikologis yang manusia ingin dapatkan adalah pengakuan dari orang lain.Perasaan untuk selalu ingin lebih dari orang lain,bukan sekedar bisa makan tiap hari.
Karena kalau hanya itu 95% dari orang Indonesia bisa makan setiap hari,mungkin hanya 5% atau kurang orang yang mati karena kelaparan.Bahkan angka obesitas semakin tinggi tiap tahunnya.Itulah hasrat yang mendorong kita untuk menempuh jalan yang ditempuh kebanyakan orang.
Kalaupun kita sukses tapi tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah, kita akan selalu merasa lebih rendah secara pendidikan.
Inilah yang disebut dengan psikologi mayoritas, dimana kita akan menjadi merasa aneh jika tidak mengikuti apa yang dilakukan mayoritas.Itulah kenapa sedikit sekali orang yang mampu tidak peduli pada hal ini, dan mereka adalah orang yang memiliki kebebasan sejati.
Bicara tentang kebebasan finansial, yang ada di dalam benak kita adalah rumah mewah, mobil mewah, perusahaan dimana-mana,bisa melakukan apapun,dll.Itulah penggambaran surgawi yang sering menjebak kaum muda dengan mental pas-pasan.
Kalau kita tinjau dari pengertian, kebebasan finansial adalah penghasilan pasif kita lebih besar dari pengeluaran kita.Pilihannya adalah dengan meningkatkan penghasilan pasif atau mengurangi pengeluaran.
Dan ide itu sebenarnya bukanlah omong kosong. Banyak pekerja freelancer dari luar negeri pindah ke tempat dengan biaya hidup rendah seperti Bali.Bayangkan kamu dapat gaji setara Amerika dengan biaya hidup di Indonesia.
Bagi kamu yang ada di Indonesia dan menggeluti dunia full online.Cobalah berpindah ke daerah pedesaan dengan biaya hidup yang rendah.

Dari bisnis online mungkin kamu bisa mendapatkan 10 jutaan lebih perbulan, dan itu sudah sangat cukup untuk hidup di pedesaan.
Memang, itu adalah opsi ke-2.Saya yakin kebanyakan dari kalian ingin kebebasan finansial dan masih tinggal di kota. Tapi setidaknya itu akan menambah sedikit sudut pandang anda tentang kebebasan finansial yang sesungguhnya.
Tidak melulu tentang rumah mewah, mobil mewah, dan banyak perusahaan. Dengan kesederhanaan seperti makan pecel di warung sebuah pedesaan, mengurangi pengeluaran, menambah pendapatan pasif dari bisnis online adalah opsi kebebasan finansial yang tidak buruk-buruk amat.
Sedikit cerita lucu jika anda ingin mencapai kebebasan finansial. Anda bisa saja berpura-pura koma di rumah sakit dan teman atau keluarga anda akan merawat bergantian,dengan begitu anda sudah mencapai kebebasan finansial hahaha.
Tapi tentu saja konsep kebebasan finansial tidak sesederhana itu.Walaupun yang diinginkan adalah bisa hidup dari penghasilan pasif, tapi kita tetap tidak mau hidup yang pas-pasan.
Dari sinilah asal mula kenapa konsep kebebasan finansial yang awalnya sederhana berubah menjadi sedemikian rumit.
Menurut Sigmund Freud seorang Psikolog terkenal mengatakan bahwa hasrat terbesar yang mengedalikan manusia adalah hasrat seksual dan hasrat untuk dihargai.
Itulah kenapa ketika berbicara tentang kebebasan finansial kita tidak bisa sesederhana itu.
Kalau kebebasan finansial yang dimaksud adalah dengan memiskinkan diri dan mengurangi pengeluaran sekecil-kecilnya maka mungkin siapapun yang membaca ini akan tertawa.
Karena bagaimanapun manusia digerakkan oleh hasrat seksual, dimana ingin dihargai lebih oleh lawan jenis.
Jadi kesimpulan dari pembahasan kita kali ini adalah untuk mecapai kebebasan finansial terutama jika anda bukan dari keluarga orang kaya dan memulai bisnis dari 0 , cobalah lebih dulu untuk mengurangi pengeluaran kalian sebelum berfokus untuk menambah penghasilan.
Cobalah untuk berdamai dengan kesederhanaan hidup,anda tetap makan 3 kali,dan segala kebutuhan primer terpenuhi,tapi mulailah kurangi kebutuhan sekunder atau tersier yang dirasa tidak terlalu penting.
Lalu yang kedua adalah anda harus fokus.Jika anda saat ini sedang membangun bisnis, fokus lah pada satu bisnis dan kembangkanlah bisnis tersebut sampai suatu saat anda bisa mendelegasikan bisnis itu pada orang lain,dan dapat menikmati penghasilan pasif dari sana.
Banyak cerita kegagalan ketika seseorang mencoba banyak bisnis sekali waktu,Jika anda sedang terjebak di sana, cobalah untuk memilih 1 saja bisnis yang menurut anda yang terbaik untuk masa depan, tekuni ini secara konsisten dan fokus.
Setelah bisnis anda mulai stabil dan mulai mendapatkan penghasilan yang lumayan dari sana.Anda bisa mulai merambah ke bisnis lain, mulai belajar merekrut orang.
Dan ketika semuanya berjalan normal bahkan semakin baik.Anda bisa mulai meningkatkan standar kebutuhan anda.
Itulah indahnya sebuah proses. Seorang filsuf pernah berkata bahwa kenikmatan dari suatu makanan bukanlah ketika anda kenyang,karena perasaan kenyang itu hampa.
Tapi perjalanan menuju kenyang,bahkan mungkin harus berpuasa dulu,berjuang dulu untuk mendapatkan sepiring makanan, disanalah letak kebahagiaan yang sesungguhnya. Yaitu pada perjuangan untuk mencapai yang anda inginkan.
0 Comments