Di era perang dunia ke-2 seekor anjing bernama Toto memerankan sebuah peran di film berjudul Wizard of Oz . Walaupun dikenal sebagai Toto, namun nama asli anjing itu adalah Terry.

Terry meninggal pada tahun 1945 dan oleh pelatihnya dimakamkan di peternakannya di Los Angeles.Namun pada tahun 1958 sebuah jalan raya dibangun di atas makamya. Jenasah Terry hilang dan tidak pernah ditemukan.

Lalu sebuah tugu peringatan didirikan di Hollywood untuk menghormatinya.Namun Ia tidak pernah dimakamkan, itu bukanlah kuburan aslinya. Dalam bahasa Inggris itu disebut Cenopath yaitu tugu untuk memperingati seseorang yang dikubur di tempat lain.

Cenopath atau tugu makam juga bisa kita jumpai di Indonesia. Kita bisa melihatnya pada tugu makan pahlawan atau monumen korban bom bali 2002 di Pulau Bali.Atau contoh lain seperti Tugu makam Nabi Ibrahim di Kompleks Masjid Ibrahimi Palestina atau makam kosong di Taj Mahal India.

Membahas tentang bagaimana kita mengenang sejarah, Saya jadi teringat bagaimana sejarah peradaban kita sendiri.Bagaimana bentuk komputer pertama, bagaimana smartphone pertama tercipta, bagaimana sosial media bisa sebesar saat ini, dan banyak hal lainnya yang sebaiknya tertulis dalam sejarah untuk dikenang anak-cucu kita ke depannya.

Namun jika kita membahas lebih jauh yaitu bagaimana sejarah peradapan kita akan dikenang ratusan bahkan ribuan tahun yang akan datang, ini akan menarik. Apakah mereka orang-orang di masa depan tahu bahwa cerita Harry Potter hanyalah fiksi ? Apakah mereka bisa mendeskripsikan dengan tepat mungkin video yang mereka temukan seperti Prank, atau video tidak jelas yang sering dibuat di Youtube ?

Apakah mereka bisa mendeskripsikan dengan tepat bagaimana kondisi sosial budaya yang terjadi saat video itu dibuat? Apakah mereka akan menganggap kita sebagai orang primitif yang tidak beradab ? Selalu ada kemungkinan bahwa orang di masa depan akan salah dalam menuliskan sejarah peradaban yang terjadi saat ini dengan tepat.

Dan jika itu bisa terjadi, maka mungkin saja sejarah yang tertulis saat ini sebenarnya tidak benar-benar terjadi. Mungkin saja Piramida Mesir proses pembangunannya tidak serumit yang orang saat ini bayangkan, mungkin saja mereka dijaman itu sudah memiliki teknologi yang canggih.

Atau ada teori lain yang berkata bahwa Piramida Mesir dibangun oleh manusia raksasa, yang mana itu merupakan ukuran manusia normal saat itu.Dan juga mungkin juga teori kita tentang perang yang terjadi di suatu tempat sebenarnya hanyalah cerita fiktif,bahkan kisah pahlawan sampai nama kerajaan mungkin saja sebenarnya tidak pernah ada.

Mungkin saja mereka orang-orang di masa lalu memiliki teknologi peradaban yang jauh lebih maju dari yang kita miliki saat ini. Sehingga mereka mungkin memiliki pemahaman seni yang lebih tinggi, selera humor lebih tinggi, bahkan budaya yang jauh berbeda.

Entah karena bencana atau apa semua teknologi itu musnah dan hanya menyisakan beberapa novel atau buku humor ciptaan mereka. Haha, jangan terlalu dianggap serius kita memang sedang bicara ngalor-ngidul sekarang. Anggap saja ini adalah bahasa halu orang yang tidak ada kerjaan.

Sebuah cerita menarik tentang manusia purba juga patut kita sedikit bahas.Yaitu cerita tentang Piltdown Men.Fosil ini ditemukan di Piltdown tahun 1912 oleh Charles Dawson, Arthur Smith Woodward dan Fr. Teilhard de Chardin. Dikatakan bahwa pertama kali yang ditemukan adalah bagian atas tengkorak manusia dan di dekatnya, rahang yang menyerupai rahang kera, namun gigi gerahamnya hilang. Gigi tersebut konon ditemukan 8 bulan sesudahnya, dan sesudah itu diperolehlah gambaran tentang Piltdown man.

Seorang anthtropologis terkemuka pada zaman itu, Marcellin Boule, meragukan penemuan itu. Konon di tahun 1915 ditemukan kembali fosil serupa di radius 2 mil dari Piltdown, dan Piltdown man dianggap sebagai manusia Inggris purba, yang hidup sekitar 500,000 tahun yang lalu (prediksi ini kemudian terus turun sampai hanya 500 tahun yang lalu).

Piltdown man ini diyakini sebagai kebenaran selama 40 tahun, sebelum kemudian terbukti sebagai penipuan. Sebab ternyata tengkorak itu milik manusia modern, dan rahang kera itu ternyata milik kera yang belum lama mati. Gigi yang dipasangkan pada rahang  menunjukkan adanya tanda abrasif (tanda dikikis), dibuat agar menyerupai gigi manusia.

Piltdown man dinyatakan sebagai palsu/ forgery, hal ini ditulis di the New York Times, 21 November 1953, “Piltdown Man Hoax is Exposed.”

Katakanlah apa yang saya bahas saat ini adalah salah semuanya. Tapi ada satu kalimat yang bisa saya jamin kebenarannya. Dan kalimat ini dapat semakin meyakinkan kita bahwa sejarah yang selama ini tertulis mungkin saja salah.Kalimat itu berbunyi “Sejarah ditulis oleh pemenang”.

History has been written by the victors” [“Sejarah ditulis oleh para pemenang”]. Inilah perkataan yang konon pertama kali dikemukakan oleh Winston Churchill

Jika kita berbicara tentang perang dunia ke-2, kita tahu bagaimana Sekutu Amerika dan kawan-kawan memenangkan perang ini.Dan sampai saat ini kesan yang mereka dapatkan adalah sebagai pahlawan yang menghentikan PD II.

Tidak perlu saya jelaskan bagaimana kejinya Amerika melakukan pengeboman pada Nagasaki dan Hiroshima pada Agustus 1945 dan menewaskan jutaan orang tak berdosa. Sudah jelas bahwa itu merupakan sejarah kelam dunia.

Namun bagaimanapun karena pemenang Amerika dan sekutunya tetap dikenang sebagai Pahlawan dan kejinya pengeboman atom 2 kota tersebut seakan selalu terasa lebih manusiawi dibandingkan perstiwa Holokaus yaitu pembantaian kaum Yahudi di Jerman yang selalu digambarkan dengan penuh kekejian.

Perspektif kita entah bagaimana selalu menganggap bahwa blok fasis adalah kelompok jahat dan blok sekutu adalah pahlawan yang berusaha menghentikan perang.Atau sekalipun penggambaran kita tidak sehitam-putih itu, setidaknya kita selalu menempatkan blok sekutu (pemenang perang) sedikit lebih baik/di atas blok fasis.

Sadar atau tidak kita pasti memikirkan itu.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *