Jika saya bertanya kepada kalian tentang saham, mungkin yang ada dipikiran kalian adalah bagaimana grafik harga terlihat naik turun setiap waktunya.

Pada saham sendiri, ada 2 cara bagi kita untuk mendapatkan keuntungan yaitu dengan trading atau investasi.


Lalu apa sebenarnya perbedaan trading dan investasi ?

Trading dalam bahasa Indonesia disebut perdagangan, trading saham berarti memperdagangkan saham.

Itu artinya, kita membeli ketika harga murah dan menjualnya ketika harga mahal.


Perbedaan Trading Dan Investasi


Dalam hal ini, investasi pun konsepnya sama. Yang membedakan adalah alasan kenapa kita membeli dan jangka waktunya.

Pada trading kita memutuskan membeli saham bukan karena perusahaanya bagus, tetapi lebih karena alasan teknikal.

Kita melihat grafik lalu kita melakukan analisa, dan memprediksi bahwa harga akan segera naik.


Perbedaan Trading Dan Investasi : Jangka Waktu


Dari segi jangka waktu, trading dilakukan lebih singkat daripada investasi.

Kita melakukan investasi saham karena menganggap perusahaanya bagus,sektor bisnisnya bagus,produknya bagus,managementnya bagus,keuangannya bagus ,dan lain sebagainya.


Perbedaan Trading Dan Investasi : Alasan Membeli

Jadi , alasan berinvestasi saham lebih karena faktor fundamental jangka panjang.

Jangka waktu untuk berinvestasi saham pun termasuk lebih lama dibandingkan trading saham. Biasanya trading saham dilalukan harian,mingguan,atau maksimal bulanan.

Sementara investasi saham bersifat tahunan,bahkan hingga puluhan tahun.Itulah salah satu yang membedakan trading dan investasi.

Ilustrasi Trading Seperti Menanam Bibit

Memang , tidak ada patokan pasti yang membedakan secara jelas antara trading dan investasi.

Tapi dari segi alasan, membeli kita bisa bedakan, bahwa trading saham membeli bukan karena value dari perusahaannya,tapi dari sisi grafik harga.

Sementara investasi saham dilakukan karena kita melihat value perusahaan tersebut akan baik di masa depan.


Perbedaan Trading dan Investasi di Masa Lalu


Bicara tentang perbedaan trading dan investasi saham di era digitalisasi ini semakin banyak orang yang melakukannya, apalagi dengan internet,kegiatan trading dan investasi bisa dilakukan secara online.


Dahulu, proses membeli maupun menjual saham dilakukan secara langsung. Baik melalui pertemuan langsung di kantor broker, maupun via telepon.

Dulu, ketika kita ingin melakukan transaksi sell atau buy kita harus menghubungi pialang / broker, lalu baru pialang tersebutlah yang melakukan transaksi untuk kita.


Juga ketika transaksi kita merah atau sedang merugi, broker akan menghubungi via telepon, apakah akan menutup transaksi atau melakukan inject dana.

Buku Intelligent Investor

Bahkan, dalam melakukan promosi atau iklan agar orang-orang membeli saham lewat jasa mereka, broker menggunakan telepon untuk menghubungi calon klien satu-persatu.


Perbedaan Trading Dan Investasi : Penipuan dan Manipulasi


Tentu kita pernah melihat film “The Wolf Of Wallstreet” yang menceritakan bagaimana para sales saham menawarkan produknya secara ganas kepada siapapun orang yang mereka telepon.

Bahkan penipuan pun dilakukan semuanya melalui telepon.
Dan sebenarnya hal itu pun masih terjadi di jaman sekarang, hanya saja dengan cara yang berbeda.

Marketing broker menggunakan media digital, iklan sosial media berbayar untuk mendapatkan trafik sebanyak-banyak untuk kemudian dikonversi menjadi konsumen.


Scam atau penipuan berkedok investasi pun juga masih marak di Indonesia atau dikenal dengan istilah investasi bodong.

Buku The New Market Wizard

Penipuan seperti ini biasanya bekedok investasi yang menjanjikan penghasilan pasif dan dijanjikan pasti untung besar.


Yang mana investor matang pasti tahu bahwa tidak ada yang namanya pasti profit dalam hal investasi. Semua investasi apapun,sebaik apapun itu pasti ada resiko di dalamnya.

Hanya saja, pemahaman rakyat Indonesia terhadap penipuan berkedok investasi seperti ini masih sangat lemah.


Perbedaan Trading Online dan Investasi Online


Kembali ke perbedaan trading dan investasi, tadi kita membahas sedikit ke belakang tentang bagaimana sulitnya melakukan trading atau investasi dijaman sebelum adanya sistem online.

Dari sisi ini baik trading dan investasi sama saja.
Sekarang baik trading maupun investasi bisa dilakukan dengan mudah secara online.

Modal yang dibutuhkan pun juga sangat kecil,siapapun bisa melakukannya.

Likuiditas atau pencairan dananya pun juga semakin mudah,semuanya bisa dilakukan via online.


Perbedaan Instrumen Trading dan Investasi


Ditambah lagi saat ini, instrumen kita dalam melakukan trading maupun investasi juga semakin beragam.

Jika dulu mungkin kita hanya mengenal saham sebagai instrumen trading,sekarang justru perkembangan forex (valuta asing) yang sangat signifikan.

Jumlah transaksi di pasar forex jauh di atas pasar saham.Selain forex saat ini kita juga bisa memperdagangkan komoditas seperti emas,oil,perak, dan lain-lain secara online.


Dari sisi investasi pun instrumennya makin beragam, sekarang ada reksadana,obligasi,index,dan lain-sebagainya.

Yang mungkin jaman dulu memang sudah ada, tapi sekarang popularitasnya semakin meningkat.


Pada dasarnya, semua insrumen bisa digunakan untuk trading maupun investasi, tapi umumnya orang menggunakan saham dan forex sebagai media trading, terutama forex.

Sementara saham lebih fleksibel bisa ditradingkan juga bisa digunakan sebagai alat investsi.


Tapi kalau reksadana dan obligasi biasanya hanya digunakan sebagai investasi,dan jarang sekali orang menggunakan itu sebagai instrumen trading.


Kesimpulan : Perbedaan Trading Dan Investasi

Jadi dari pembahasan di atas kita bisa simpulkan bahwa perbedaan mendasar dalam trading dan investasi ada pada :
1.Jangka Waktu
2.Alasan Membeli


Jangka waktu trading tergolong singkat bisa harian,mingguan,atau bulanan.

Bahkan di era digitalisasi sekarang trading bisa dilakukan secara online dalam hitungan menit bahkan detik.

Sementara investasi dilakukan dalam jangkan waktu minimal tahunan,bahkan bisa sampai puluhan tahun.

Alasan melakukan trading adalah untuk mendapatkan profit secara konsisten tiap bulan,sehingga yang dilakukan adalah melakukan analisa chart/grafik untuk melakukan trading pada saat harga mengalami kondisi tertentu.

Cara analisa ini biasa disebut dengan istilah analisa teknikal.


Sementara alasan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan di akhir/jangka panjang. Jadi seorang investor tidak pernah mengharapkan akan mendapatkan keuntungan tiap bulan.

Meme tentang trading dan investasi

Tapi yang jelas, beberapa tahun setelah itu, investor berharap akan untung ketika ia menjual sahamnya.

Itulah bagaimana penjelasan tentang apa perbedaan trading dan investasi. Baik dalam bentuk saham, valuta asing, komoditas, maupun instrumen lainnya.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *