Apa itu swing trading ? Swing dalam bahasa Indonesia berarti berayun. Dinamakan swing trading karena kita akan mencari posisi ketika harga berayun untuk berganti tren. 

Biasanya, langkah pertama dalam melakukan swing trading adalah dengan mencari pola harga. Bisa menggunakan indikator atau chart pattern untuk mencari titik ayunan harga.

Setelah menentukan pola atau indikator yang digunakan,langkah selanjutnya adalah mencari konfirmasi. Biasanya bisa dilihat dari sedikit pantulan harga yang terjadi atau adalah candle break yang panjang.

Keuntungan Dari Swing Trading

Keuntungan pertama dari swing trading adalah resiko yang kecil dan reward yang besar, karena kita mengincar pucuk harga.

Yang kedua adalah dengan swing trading kita terhindar dari kegaduhan trading scalping atau harian. Ini karena kita tidak berfokus pada jumlah trading,  tetapi lebih kepada kualitas trading.

Sehingga kita lebih punya banyak waktu untuk bersantai, daripada harus mantengin chart tiap jam hanya untuk analisa harga.

Resiko Swing Trading

Seperti strategi trading lainnya, swing trading juga memiliki resiko. Karena dibutuhkan waktu berhari-hari sampai mingguan untuk menunggu harga mencapai target, biasanya akan ada gap di akhir minggu yang bisa menyebabkan SL kita tersentuh.

Belum lagi di Broker tertentu , biasanya akan menaikkan spread beberapa kali lipat di akhir minggu, yang bisa menyebabkan kerugian bagi kita.

Strategi Swing Trading Dengan Indikator Teknikal

Indikator yang akan kita gunakan kali ini adalah Bollinger Bands. Ini adalah indikator yang diciptakan oleh John Bollinger.

Digunakan untuk mengetahui seberapa besar volatilitas pasar, juga bisa digunakan untuk mencari kondisi overbought dan oversold.

Inti dari swing trading sebenarnya adalah kita mencari pola pembalikan tren, tetapi sebelum entry kita akan mencari konfirmasi terlebih dahulu. Biasanya akan terjadi konsolidasi harga, sebagai tanda pembalikan arah harga.

Banyak swing trading di luar sana menggunakan berbagai strategi seperti :

  • Head and Shoulder Patter
  • Flag Pattern
  • Triangle Patter
  • Supply dan Demang

Dengan memahami pattern akan membantu kita dalam menerapkan swing trading secara lebih optimal. Tapi kali ini kita akan fokus dengan indikator Bollinger Bands. 

Indikator Bollinger Bands terdiri dari 3 MA :

  1. Simple Moving Avarege yang berada di tengah harga. Sebagai penanda arah tren, jika MA mengarah ke atas berart uptren, jika sebaliknya berarti down tren.
  2. Dua Moving Average di atas dan bawah harga.Dihitung dengan memberi jarak 2 deviasi dari MA yang ada di tengah (Rumus Standar Deviasi)

Dua MA yang ada di atas dan bawah harga berfungsi untuk megetahui besarnya volatilitas harga.Semakin lebar jarak keduanya, maka semakin besar volatilitas harga saat itu.

Dua MA tersebut juga berfungsi sebagai penanda terjadinya overbought dan oversold. Ketika harga menyentuh MA di atas itu berarti overbought,sebaliknya maka oversold. Tapi tentu kita tidak bisa mentah-mentah menjadi itu sebagai patokan pasti.

Step by Step Strategi Swing Trading Dengan Bollinger Bands (Posisi Sell)

Langkah #1 : Tunggu Sampai Harga Menyentuh Garis Upper Bollinger Bands

Hal pertama yang harus kita cari adalah ketika harga mengalami overbought, yaitu ketika harga menyentuh upper garis Bollinger Bands.

Tapi jangan langsung entry ketika terjadi posisi ini, bisa saja terjadi false signal, harus menunggu konfirmasi lanjutan.

Langkah #2 : Tunggu Sampai Maksimal 5 Candle : Harga Menembus Garis MA di Tengah Bollinger Bands

Setelah harga mengalami overbought, tunggu sampai harga mengalami reversal. Jangan langsung entry, tunggu sampai harga breaout garis MA tengah indikator bollinger bands.

Jika setelah 5 candle tidak terjadi breakout garis tengah BB. Maka rencana untuk posisi sell bisa kita batalkan karena momentum harga untuk melanjutkan tren-nya dianggap sudah lemah

Catatan : Opsi 5 candle adalah fleksibel tergantung pengalaman masing-masing trader. Jika kalian menemukan ternyata 6,7,bahkan 10 candle dan sinyal masih menunjukan hasil yang bagus, kalian bisa menggantinya.

Kami sendiri berdasarkan pengalaman menemukan bahwa 5 candle menghasilkan profit yang cukup baik

Langkah #3 : Semakin panjang candle breakout yang terbentuk maka semakin bagus, itu adalah pertanda tren turun sedang sangat kuat

Ini bukanlah syarat mutlak, hanya saja menjadi syarat tambahan yang akan lebih meyakinkan untuk melakukan entry saat itu juga.

Setelah harga breakout garis MA tengah indikator bollonger bands, masih ada 1 hal lagi yang harus kita pastikan,agar signal sell semakin valid.

Pastikan bahwa candle yang menembus garis MA tengah adalah candle yang body nya panjang, atau biasa disebut marubozu candle. Setelah candle closing di bawah MA barulah kita yakin itu adalah signal sell.

Langkah #4 : Letakkan StopLoss Sedikit Di Atas Breakout Candle

Setelah order sell tereksekusi langkah selanjutnya adalah menentukan SL. Letakkan SL sedikit berada di atas breakout candle. Jangan terlalu mepet karena SL kita bisa termakan spread yang melebar.

Langkah #5 : TakeProfit Ketika Closing Candle Warna Hijau Break Di Atas Garis MA Tengah

Closing cande warna hijau break di atas garis tengan BB (MA) adalah syarat TP untuk posisi sell. Sementara, untuk posisi buy syaratnya tinggal diganti menjadi closing candle merah break di bawah garis tengan BB (MA).

Letakkan TP dengan perbandingan minimal 1:1 atau 1:2 dengan SL . Atau gunakan trailing stop atau closing manual ketika harga kembali menembus garis MA tengah dari bawah ke atas, dan candle closing di atas MA tengah tersebut.

Kesimpulan

Strategi swing trading dengan menggunakan indikator bollinger bands ini termasuk strategi yang sederhana, banyak strategi yang lebih kompleks di luar sana jika kalian mau.

Tapi biasanya strategi yang sederhana apabila kalian sering melatihnya dan terbiasa dengan itu,akan menjadi strategi yang powerfull dalam mendatangkan profit. Lalu kenapa harus mencari strategi yang rumit ?

Indikator Bollinger Bands sendiri penggunaanya bukan hanya untuk strategi swing trading seperti ini saja. Bukan hanya untuk menentukan level overbought dan oversold, atau menentukan seberapa besar volatilitas harga saat itu.

Banyak fungsi lain dan cara penggunaan Bollinger Bands di luar sana. Intinya sebelum kalian sudah paham dulu aturan awal cara penggunaanya,setelah itu kalian bisa modifikasi sesuka kalian.

Mengutip quotes dari seorang Anonim :

“First You Must Learn To Play By The Rules, Then You Must Forget The Rules And Play From Your Heart.”


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *