Menurut kalian mana yang lebih baik trading saham atau trading forex ? Ini adalah pertanyaan yang cukup sering saya dapatkan.
Sekarang saya akan jelaskan secara lebih detail, sehingga kalian bisa mendapatkan gambaran tentang keunggulan dan kelemahan dari masing-masing.
Mungkin di antara kalian masih banyak yang belum tahu, saat ini kita sedang membicarakan tentang trading online. Trading adalah perdagangan, jadi yang kita lakukan adalah melakukan aktifitas perdagangan (jual-beli) secara online.
Komoditas Yang Diperdagangkan
Sementara saham adalah surat bukti kepemilikan suatu perusahaan. Forex adalah mata uang asing. Ada beberapa perbedaan mendasar antara trading saham dan trading forex. Mulai dari mindset, karakteristik pasar, sampai hal-hal teknis lainnya. Walaupun kurang lebih sama saja namanya trading online adalah bagaimana kita memencet tombol sell dan buy di waktu yang tepat.
Jadi mana yang lebih baik untuk kita tradingkan ? Pendapat saya mungkin bisa jadi sangat subyektif, jadi mungkin beberapa dari kalian ada yang tidak setuju. Trading saham saya rasa cocok dilakukan untuk long-term atau jangka panjang, atau minimal jangka menengah.
Jangka Waktu Trading
Terutama di Indonesia, jika kita bicara tentang investasi jangka panjang (hitungan tahun) maka trading saham adalah yang terbaik, karena pergerakan marketnya memang cenderung naik dari tahun ke tahun.
Sementara pergerakan market forex cenderung sangat volatile (naik-turun). Sehingga lebih cocok untuk kegiatan trading.
Kita bisa beli saat harga rendah dan jual saat harga tinggi. Dan semua itu bisa terjadi hanya dalam hitungan hari bahkan jam.
Modal Yang Diperlukan
Lalu apakah bisa kita melakukan trading di pasar saham ? Jawabannya adalah bisa. Tapi ketika kita bicara realitas di Indonesia jumlah trader saham jauh lebih sedikit dibandingkan trader forex.

Pertumbuhan trader forex di Indonesia cukup pesat karena banyak broker luar yang memberikan jumlah minimum deposit yang sangat kecil.
Deposit yang ditawarkan bisa sampai minimal $5 saja. Jika kita mecari broker saham di Indonesia atau istilahnya disebut Perusahaan securitas, maka deposit minimal yang dibutuhkan biasanya adalah jutaan rupiah.
Sebenarya ada keuntungan dan kerugian dari deposit minimal ini. Dengan deposit minimal yang kecil,trading forex dapat menjangkau kalangan terbawah sekalipun.
Karena bayangkan hanya dengan 50.000 rupiah kita bisa menekan sell dan buy bak trader profesional.
Lingkungan Komunitas
Jadi kalau kita bicara realitas, lingkungan komunitas trading forex yang banyak tersebar di facebook,telegram,atau platform lain.
Cenderung sangat menyesatkan karena banyak dari mereka trader baru yang tergoda iming-iming pasti profit, atau profit ratusan persen perbulan.
Dan iklan-iklan angin surga seperti itu masih banyak tersebar di komunitas tersebut, dan beberapa masih banyak yang menganggap itu wajar.

Jadi jika kalian pemula dan baru ingin belajar trading forex sebaiknya belajarlah pada mentor yang tidak menjanjikan profit dan selalu menekankan money management yang baik.
Ini memang sulit, karena yang namanya orang pertama belajar trading pasti yang ada di otaknya adalah bagaimana menghasilkan uang secara instan.Maka dari itu saya sering menekankan bahwa sebelum masuk ke trading sebaiknya kita belajar investasi terlebih dulu.
Entah itu investasi saham,emas, atau reksadana. Untuk apa ? Yaitu untuk kita tahu berapa keuntungan yang wajar di dapat tiap tahunnya,sehingga kita tidak muluk-muluk dalam menargetkan keuntungan dalam trading.
Karena ingat Warren Buffet saja kalau di rata-rata keuntungannya dari investasi hanya 19% per tahun.
Sementara,karena minimum deposit pada trading saham sedikit lebih tinggi. Komunitas yang dijangkau juga cenderung lebih “baik”. Walaupun yang namanya penipuan berbau angin surga masih tersebar di sana.
Tapi karena pelaku-pelaku yang ada di market saham rata-rata adalah investor saham, dan banyak dari mereka yang kelas kakap, dan suka sekali membaca buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham, yang diakui sebagai Guru dari Warren Buffet.
Maka orang-orang yang ada di market saham rata-rata paham akan bagaimana dunia investasi bekerja.
Walaupun yang meraka lakukan adalah kegiatan trading, tetapi prinsip-prinsip investasi , lebih mereka terapkan, setidaknya tidak lebih parah jika dibandingkan pelaku trading forex.
Sekali lagi, di sini saya berbicara secara umum, dan bisa jadi sangat subjektif.
Pelaku-pelaku trading yang sembarangan, maupun penjual iklan penipuan pasti tetap ada di kedua komunitas ini, baik di trading saham maupun trading forex.
Perbedaan Leverage
Leverage singkatnya adalah daya ungkit, bisa menjadi pedang bermata dua. Keuntungan kita bisa berkali lipat karena, atau kerugian kita juga bisa membesar.
Tanpa leverage, dengan modal 100rb kita hanya bisa membeli saham/forex sebanyak 100rb.
Dengan leverage, uang 100rb bisa membeli sama/forex sebanyak 200rb,1 juta,bahkan puluhan juta.
Di dunia forex, leverage yang diberikan broker cenderung gila-gila an. Rata-rata broker meberikan leverage mulai dari 1:100 sampai 1:1000. Itu artinya dengan uang $1 kita bisa membeli valuta asing sejumlah $100 sampai $1000.
Dan kalau kita bicara realitas di Indonesia, jarang sekali broker saham (securitas) yang memberikan leverage. Kalaupun ada mungkin hanya 1:2 atau maksimal 1:5, itupun sangat jarang, karena pelaku pasar saham memang rata-rata adalah investor jangka panjang.
Lalu apa keuntungan leverage tinggi dan juga kerugiannya ? Leverage tinggi sebenarya tidak terlalu bahaya asalkan kita tidak membeli lot diluar batas kemampuan modal kita. Lot adalah satuan jumlah forex/saham yang kita beli.
Tapi dengan leverage tinggi memungkinkan kita untuk membeli lot yang sangat besar diluar batas kemampuan modal kita. Lalu apa efeknya ? Ketika pasar naik 1% saja, dengan leverage yang normal harusnya kita juga profit 1%.
Tapi jika kita membeli lot dengan jumlah besar sampai 100X dari kemampuan modal kita, kenaikan 1% di market berarti kenaikan 100% di saldo kita, ya itu menyenangkan memang.

Tapi bayangkan ketika market melawan posisi kita 1% saja, dalam hitungan hari,jam,bahkan menit, dana kita akan lenyap tak bersisa.
Jadi bagi mereka dengan pengetahuan investasi yang belum matang, leverage dianggap sebagai peluang untuk meraih keuntungan berlipat ganda, di sisi lain leverage menyimpan resiko yang sangat tinggi.
Leverage besar ataupun kecil sebenarnya tidak terlalu masalah, asalkan kita tahu bagaimana cara mengunakannya, maka ada dalam trading disebut dengan ilmu money management.
Leverage tinggi hanya memungkinkan kita untuk membeli dengan jumlah lot yang besar, dan kemungkinan itu bisa kita gunakan atau tidak terserah pada kita.
Sementara leverage rendah membatasi kemungkinan itu, ketika kita mencoba membeli lot diluar kemampuan leverage, sistem akan otomatis menolaknya.
Jadi leverage bukanlah monster, leverage adalah alat, yaitu pedang bermata dua.
Akan menguntungkan kalau kita bisa memanfaatkannya, dan akan mematikan kalau kita tidak bisa memanfaatkannya dengan benar.
Kesimpulan
Jadi begitulah perbedaan mendasar antara trading forex dan trading saham. Saya sendiri lebih memilih fores sebagai kegiata trading, dan pasar saham saya gunakan untuk investasi jangka panjang.
Tapi semuanya kembali ke diri kalian masing-masing, karena keduanya baik itu saham maupun forex sama-sama bisa mendatangkan kerugian dan keuntungan bagi kita.
0 Comments